Translator

Rabu, 28 Desember 2016

TODAY ENGLISH

 

Slang

 

 
Couch potato



couch potato one who sits in front of the television for long periods of time, with little or no physical activity.



Note : Are you a couch potato?


Jakarta, 28 Desember 2016



Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


 








Jumat, 23 Desember 2016

Holiday is Coming



Google Doodle "Musim Liburan!"




Musim liburan sudah tiba. Sebentar lagi hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 tiba.  Om Telolet Om!



Buat saudaraku seiman : 


"Selamat Hari Natal 2016 "
 
&
Buat semua sahabatku : 



"Happy New Year 2017" 




Itu kata yang dapat mempersatukan kita semua.



"Met Tahun Baru 2017 Ye" 


 
Note : Biasanya kalau liburan malah lupa nulis, jadi apa salahnya ucapkan Natal & Tahun Baru dari sekarang, hehe




Jakarta, 23 Desember 2016


Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling





Kamis, 22 Desember 2016

Om Telolet Om! Selamat Hari Ibu 2016


"I Love You, Mam!" Meski kata ini tidak pernah kau dengar dari mulut anakmu ini.

Selamat Hari Ibu, buat ibu-ibu di mana pun berada.

Ibu saya sudah tiada, tetapi kenangan akannya tidak pernah pudar. Ibu saya adalah ibu yang hebat. Dengan pendidikan yang tidak pernah ia punya, ia bisa membesarkan kesebelas anaknya. Satu yang kurang dalam keluarga saya adalah, tidak pernah kami diajarkan untuk mengatakan sayang atau cinta padanya, atau pada ayah kami. Bukan ia tidak mau mengajari kami, anak-anaknya, menyatakan atau mengatakannya sayang, tetapi mungkin kebiasaan mengucapkannya itu yang tidak pernah ada. Bukan tidak sayang pula anak-anaknya padanya hingga kami tidak pernah mengatakan sayang. Rasa malu menyatakan perasaan, menjadikan kami anak-anaknya tidak pernah mengucapkan sayang pada kedua orang tua kami, khususnya ibu. Mengatakan sayang saja menjadi sesuatu yang memalukan untuk diutarakan, itu adalah pelajaran terburuk yang tidak pernah ingin saya ulangi dalam hidup saya. Sekarang kedua orang tua saya sudah tidak ada, kadang saya merasa sedih tidak pernah mengatakan sayang saya pada mereka. Jadi, di hari yang spesial ini ingin saya ungkapkan rasa cinta saya yang dalam padanya, lewat tulisan saya ini,

"Mam, aku sayang kamu. Maafkan aku, kalau dulu selalu menjadi monster kecil pembangkit kemarahanmu."

Mungkin, ibu tidak pernah mendengar perkataan sayang saya padanya, tapi saya percaya ia tahu anak-anaknya mengasihi dan menyayanginya. 

"We Love You Mam"  

Jika dulu kebiasaan menyatakan rasa sayang itu tidak ada, sekarang saya coba terapkan kebiasaan sebaliknya dalam keluarga kecil saya. Dengan tidak sungkan saya selalu mengatakan sayang, cinta, rindu,  pada anak dan suami saya. Terlebih anak saya, ia sejak kecil sudah terbiasa dengan magic words-nya pada kami. "I love you, mom", "I Miss you", "I'm Sorry", "Maaf ya, Mom", "Thank you", "Excuse me", "Please", "Terima Kasih", dan banyak kata magic lainnya pada kami, dan kebiasaan itu sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Thanks my angel :)


Nah, sekarang saya merasa menjadi ibu yang beruntung karena selalu mendapatkan magic words dari anak saya. Dalam sehari saya bisa mendapatkan bertubi-tubi kata-kata magic itu darinya. Kebiasaan dulu yang kurang baik itu, sungguh sekarang menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk mengubahnya menjadi kebiasaan baik. Karena kata-kata positif dari magic words itu memancar dan menularkan energi positif pula bagi sekelilingnya. Semoga mulai hari ini, semua ibu-ibu di dunia selalu mendapatkan magic words dari anak-anak dan sekelilingnya. Amin.

For my mom and dad, yang berada di surga, we love you both :) 



Jakarta, 22 Desember 2016



For my mom : "Mom, Thank you for all that you have given me. I am sure I am unable to reward you affection all my life."  Happy mother’s day, mom.
Ibu, terima kasih atas segala yang sudah engkau berikan kepadaku. Aku yakin tak akan mampu untuk membalas kasih sayangmu selama sisa hidupku. ~ Selamat hari ibu, ya ibu ~




Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling







Senin, 19 Desember 2016

Penjara Hati



Inbox yang bikin otak encer #mikir

Kata-kata di atas ada di inbox saya, dikirim oleh seseorang yang saya kenal via pesbuk. Sebenarnya meski saya hanya mengenalnya via pesbuk tapi kedekatannya dengan saya bisa dibilang cukup akrab. Saya sendiri menganggap dia seperti adik, dan ia menganggap saya kakak. Dan keakraban ini banyak dibumbui dengan percakapannya yang kadang-kadang membuat saya tercengang. Ya, seperti inbox di atas, saya terkesima dengan isi pesannya. Lalu, saya bilang padanya, "Jangan bercanda deh! Kalo di penjara, masa bisa pegang hp sih?" tulis saya. Dan, apa jawaban dia? Duuh, bikin wajah memerah saja. Coba saja baca, apa katanya ;


Jawaban yang selalu di luar dugaan #kecele


Maksudnya adalah : Penjara tak selamanya berbentuk fisik. Semua yang ada dan hidup itu sama, mereka dipenjara. Haha, jawaban yang membuat saya malu. Betapa dangkalnya cara saya berpikir. Mendengar kata penjara saja, yang ada di otak saya hanya jeruji penjara secara fisik. Padahal, seperti katanya, tak selamanya penjara itu berbentuk fisik.

Dari pesan cerdas itu, saya jadi mikir, apakah selama ini saya bebas tidak terpenjara oleh apa pun jua?
Fuuiiih, jawabannya ternyata : NO!

Contoh kecil saja, baru-baru ini teman-teman SMA saya mengadakan reunian, hati kecil saya sebenarnya ingin sekali ambil bagian dalam reunian bersama mereka. Tapi apa hendak dikata, saya tak jadi ikut dengan alasan saya malu sama teman-teman saya yang rata-rata sudah sukses itu. Ya, itu satu bukti bahwa saya masih terpenjara rasa minder. Itu baru satu contoh, terus kalau mau dicari contoh-contoh lainnya, pastilah masih banyak. Jadi, saya sangat setuju dengan kata-katanya, bahwa "Semua yang ada dan hidup itu sama, mereka dipenjara."


Mungkin kata yang ia tuliskan itu sederhana, tetapi artinya tidak sesederhana itu. Lihat saja, pesannya itu membuat saya bisa mencerna makna kata dari penjara yang ia lontarkan pada saya. Mungkin saya harus lebih banyak belajar lagi darinya. Dari anak muda, yang kadang cara berpikirnya membuat saya berdecak kagum. 



Lihat tulisan di atas! Betapa ia dengan gamblangnya mentertawakan ketidakmengertiannya yang justru sebenarnya sangat ia pahami. Karena ia paham betul, kapan ia bisa ke luar dari penjara. Menurutnya, itu tak sulit, hanya masalah waktu saja.

Saya setuju, apa pun yang membuat kita terpenjara, itu mungkin akibat cara berpikir sendiri. Bahkan untuk ke luar dari penjara itu mudah saja, kitalah yang menentukan kapan kita mau ke luar dari sesuatu yang memenjarakan kita. Tak ada penjara fisik, yang ada hanya penjara psikologis. Jadi, tinggal waktu, kita dan Tuhan saja yang tahu, kapan kita mau ke luar atau terbebas dari itu semua.

Itulah sepenggal pesan penuh makna darinya. Entah mengapa saya selalu tergelitik untuk menuangkan pesan pribadinya itu di sini. Mungkin sebagai bahan renungan atau pengingat diri saya pribadi.



Jakarta, 19 Desember 2016


Note : Buat kamu, yang kata-katanya selalu mencerahkan, thanks!


Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling







 

Kamis, 15 Desember 2016

Bonus Akhir Tahun 2016


Bonus Tambahan

Hari ini saya mendapat bonus akhir tahun sebanyak satu bulan gaji. Puji Tuhan! Hati saya senang sekali. Bisik-bisik katanya ada beberapa orang yang akan dapat tambahan bonus. Orangnya siapa saja, saya tidak tahu.

Tapi tadi siang, atasan saya membawa kabar gembira buat saya. Sebelumnya ia sempat keluar kantor, katanya, ia mau membeli sesuatu untuk keperluan acara Maulid Nabi Muhammad esok hari. Saya, sebagai bawahan sih okay okay saja tanpa banyak komentar, meski saya sendiri tidak tahu tujuannya ke mana ia pergi sebenarnya.

Kabar gembira apa sih sebenarnya yang ia bawa buat saya?

Atasan saya itu tadi memanggil saya, sambil menunjukkan bukti transfer yang ditujukan buat saya. Saya melongok melihat deretan angka ditransferan tersebut. 

"Segitu banyak bu?" tanya saya padanya, dengan mimik seolah-olah gak mau terima karena kegedean, tapi kalau dikurangi gak mau banget hehe. Ia mengangguk sambil bilang, "Ya, biar tambah semangat kerjanya,"   katanya.

"Duh Gusti, terima kasih banyak." Ini rejeki di luar dugaan. Bonus tambahan itu lebih besar dari bonus akhir tahun gaji satu bulan  saya. Jadi bonus akhir tahun saya ini adalah : satu bulan gaji plus tambahan beberapa kali lipat gaji bulanan saya. Terima kasih My Lord!


Bonus Utama

Rencananya, bonus tahun ini akan saya tambahkan pada deposito saya, soalnya kalau rupiah itu ada di tangan bisa habis dalam sekejap. Sebelum itu terjadi saya akan depositokan dulu sebagian, itung-itung nambah tabungan.

Rejeki semua sudah ada yang mengatur, kita cuma cukup meng-amin-kannya akan segala hal yang bersifat baik, sehingga semua itu akan datang pada kita.

Terima kasih buat my Jesus Crist yang sudah memberi rejeki ini. Saya percaya ini adalah campur tanganMu. Engkau memberikan belas kasih di hati atasan saya, sehingga ia mau menambahkan bonus itu lebih besar dari bonus utama buat saya. Thanks my Lord!


Jakarta, 15 Desember 2016



Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!



Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling








Jumat, 09 Desember 2016

Chanira Si Menawan Penggoda Iman



Sex Appeal yang menggoda

Mata saya tajam menatapnya. Tidak salah ia memang cantik menawan. 

Apakah saya bisa bersanding dengannya? 

Apakah saya pantas memilikinya?

Huuh, dada ini cukup sesak menahan sex appeal yang ia miliki. Pesonanya cukup besar menggedor rasa sanubari. Bagi beberapa orang yang memiliki selera sama seperti saya, pastilah akan tergoda juga. Penampilan fisiknya membuat mata tak mampu berkedip.

Sebentar!

Sepertinya saya punya kans cukup besar bisa memilikinya. Awalnya saya pikir rasa yang saya miliki ini hanya milik saya seorang. Ternyata, NO! Si dia merespon ketertarikan saya padanya. Lihat saja, ia mulai mengedipkan matanya pada saya. Lalu, ia berputar persis seperti ingin memunggungi saya. Saya memandangi punggungnya dengan puas. Beautifull, saya mendesah pelan. Kemudian ia berjalan berlenggok layaknya seorang peragawati.

Beautiful!
Ahh, saya harus cepat menyambar kesempatan besar ini. Nampaknya ia mencoba menggoda birahi saya dengan menurunkan nilai keanggkuhannya hampir lima puluh persen itu. Bibir saya mulai tersenyum penuh kemenangan. Si cantik ini ternyata tidak begitu sulit saya persunting. Bahkan nilai jual yang tinggi itu bisa dengan mudah saya dapatkan. Saya memberi kecupan kecil padanya dengan senyum kemenangan. Jari-jari saya dengan gesit menaruhnya dalam keranjang belanja, kemudian meneruskannya dengan transaksi pembayaran, dan... klik. Pesanan saya sudah berhasil terverifikasi dan tinggal menunggu kedatangan si cantik penggoda saku saya itu. Chanira Adore Lace Dress White, itu nama yang ia sandang di sebuah situs belanja on line ternama. Saya tersenyum bangga bisa mendapatkan baju sekeren itu, dengan potongan harga yang hampir 50%. Welcome my new dress. I can't wait!



Jakarta, 09 Desember 2016



Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!

  
Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling




My Dictionary :
1. Sex appeal : Didefinisikan sebagai  daya tarik dan kemampuan seseorang untuk membangkitkan sisi erotis pada indra lawan jenisnya. Singkatnya bisa dikatakan sebagai daya tarik seksual. Tidak hanya sebatas fisik, sex appeal ini juga mencakup kepribadian, bahasa tubuh, atau bahkan gabungan ketiganya. Munculnya penilaian tentang sex appeal seseorang erat kaitannya dengan persepsi atau sudut pandang orang lain, kedekatan emosional orang tersebut, dan daerah di mana ia dibesarkan.

2. Kans :  Kesempatan; peluang



Rabu, 07 Desember 2016

Jin Iprit

Setelah baca, otak jadi terang, menulis jadi lancar :)

Lama saya tidak menulis, penyebabnya banyak hal. Yang menjadi beban pikiran saya cuma satu, jika saya larut dalam kemalasan yang berkepanjangan ini, ada hal penting dalam hidup saya yang akan menjadi tumbalnya, yaitu : mimpi saya!

Mimpi saya sebenarnya sederhana saja ingin menjadi penulis. Penulis yang bukan hanya tulisannya dinikmati diri sendiri atau hanya dinikmati oleh segelintir orang saja, tetapi mimpi saya menjadi penulis yang karyanya  dibaca oleh banyak orang. Menginspirasi dan menggerakkan. Itu mimpi saya!

Mimpi yang sederhana ini, ternyata untuk mewujudkannya menjadi sangat tidak sederhana. Ketidaksederhanaan ini bisa timbul akibat rasa malas diri untuk berlatih menulis. 

Menulis itu wajib!

Menulis di blog sebenarnya adalah sarana yang tepat dalam melatih menulis, tapi sayang sarana ini justru saya jarang gunakan. Rasa malas selalu menjadi MASKOT.

Setelah memasuki akhir tahun 2016 ini, blog saya hanya terisi beberapa tulisan yang tidak cukup bermutu. Eits! Sebentar, permasalahannya bukan tulisan yang tidak bermutu, justru di sini saya harus mulai belajar. Tulisan saya yang tidak bermutu itu akan menjadi bermutu andai saja saya rajin mengasahnya. Saya harus mulai belajar lebih keras lagi atau lebih tepatnya belajar lebih cerdas lagi. Andai kecerdasan itu adalah pisau, maka untuk membuat pisau saya tetap tajam saya harus rajin mengasahnya. Caranya? Ya, semua orang juga sudah tau bagaimana cara kita menajamkan otak.

Think, think, think!


Ada kisah yang membuat saya teringat bagaimana cara kita belajar cerdas atau kerja cerdas.

Dikisahkan ada dua orang penebang pohon. Kedua-duanya mendapatkan kapak yang sama tajamnya. Setiap hari kedua penebang pohon ini menebang pohon dengan giat. Hingga hari yang ditentukan, dihitunglah jumlah potongan kayu dari kedua penebang pohon ini. Ternyata dari hitungan yang didapat, hasil potongan kayu penebang A lebih sedikit dibanding hasil kayu penebang B. Ini membuat penebang kayu A menjadi penasaran dan menyimpan kecurigaan negatif dengan penebang kayu B.

A : "Heh B, bagaimana kamu bisa mendapatkan hasil potongan kayu yang begitu banyak, aku setiap hari bekerja dengan giat, memotong kayu siang dan malam, tidak seperti engkau yang memotong hanya di siang hari sedangkan malam hari aku lihat kau hanya duduk-duduk santai sambil mengelus-elus kapakmu itu. Yang membuat aku heran, mengapa engkau bisa menghasilkan kayu lebih banyak dariku sedangkan kerjamu tidak sepanjang jam kerjaku?"
B : "Oh, aku bekerja sama giatnya dengan engkau A."
A : "Heh, mana mungkin? Yang aku tahu, aku lebih giat darimu, B!"

Penebang kayu A merasa ia bekerja lebih giat dari B, tetapi hasil B jauh lebih banyak darinya. Jangan-jangan penebang B dibantu jin iprit untuk menebang pohon, sehingga ia bisa menghasilkan lebih banyak meski kerjanya lebih sedikit darinya, begitu otak picik penebang A berpendapat.

A : "Bagaimana cara kamu bekerja B, hingga hasilmu jauh lebih banyak dariku?"
B : "Aku ingin tahu cara kerja kamu dulu deh?"
A : "Oh, Aku setiap hari bangun subuh dan mulai bekerja hingga lelah mendera tubuhku, dan aku baru berhenti bekerja setelah hari menjelang malam. Sedang kamu B bagaimana?
B : "Sebentar, setelah kamu lelah bekerja apa yang kau lakukan?"
A : "Aku beristirahat dan tidur untuk mengumpulkan tenagaku untuk esok hari."
B : "Ooh..."
A : "Kenapa B?"
B : "Aku bekerja tidak seperti dirimu."
A : "Lalu, bagaimana cara kamu bekerja?"
B : "Aku bekerja dari pagi hingga sore hari, setelah itu aku beristirahat dan disela-sela istirahat aku meluangkan waktu untuk mengasah kapakku, agar kapak tetap tajam atau bahkan bertambah  tajam. Nah, di situ bedanya. Kapakku selalu tajam hingga menghasilkan potongan kayu jauh lebih banyak darimu. Sedangkan, kapakmu tidak pernah kau asah, hari ke hari kapakmu bertambah tumpul, hingga hasilnya tidak semaksimal yang kamu harapkan. Itulah bedanya aku dan kamu! Kapakku tajam sedangkan kapakmu tumpul."

Hening sesaat.

A : "Cuma itu?"

B mengangguk-anggukkan kepala.

B : "Yah cuma itu! Kamu tahu tidak, itulah rahasia terbesarku. Aku bekerja cerdas, sedang kau hanya bekerja keras tapi tidak cerdas," lirih B menjawab.

A termenung. Selama ini, betapa bodohnya dirinya tidak pernah berpikir untuk menajamkan kapaknya.

"Terima kasih B. Kau sudah memberi pencerahan buatku."


Belajar dari cerita di atas, bagaimana cara bekerja cerdas, membuat saya berpikir bagaimana cara menerapkan kerja cerdas itu di bidang menulis.

Think, think, think.

I got it! Sebagai seorang penulis, menulis itu sama dengan menebang, dan membaca adalah kapaknya. Jadi alangkah baiknya saya rajin menulis (menebang) dengan menajamkan otak saya dengan membaca (mengasah). Sehingga otak saya tajam karena sering diasah (membaca). Begitu kira-kira benang merahnya.

Kesimpulannya : Menulislah terus dan membacalah dengan rajin. Sehingga mengeksesuksi sebuah tulisan menjadi mudah karena kapak kita selalu diasah dan menjadi tajam.


Jakarta, 07 Desember 2016



Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!

 
Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


Senin, 05 Desember 2016

Desember Ceria



Makan siang hari ini terasa kurang nikmat. Nasinya titip sama teman beli di rumah makan padang. Menunya ikan bakar bawal, sedikit sambal hijau, sedikit sayur nangka, sedikit daun singkong yang daunnya masih rada-rada keras dan nasi yang cukup terguyur basah kuah sayur. Rasanya kurang enak saja. Tapi meski begitu, saya harus bersyukur karena masih diberi kenikmatan bisa membeli dan makan siang. Coba tengok orang-orang susah, mungkin nasi yang saya anggap tidak menggoda selera makan saya ini, menjadi berbeda bagi mereka.

Mungkin saya mulai sombong, jika saya tidak bersyukur atas peliharaan Tuhan buat hidup saya selama ini. Makan yang saya anggap kurang menggoda selera makan saya ini, bisa jadi ini adalah makanan terbaik yang Tuhan berikan buat saya hari ini. Jadi, saya harus belajar berterima kasih atas semua pemberian Tuhan, meski saya merasa kurang nikmat dengan menunya. Tetap saja, bersyukur adalah nomor satu. 

Terima kasih Tuhan atas pemberianMu hari ini. Amin.


Jakarta, 05 Desember 2016

Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!
 
 
 
Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling

   

Kamis, 01 Desember 2016

Mengenal Wawan Kurn



http://www.wawankurn.com/


Membaca blog seorang sahabat Wawan Kurn selalu membuat saya takjub. Entah mengapa, saya selalu merasa takjub dengan hasil karya tulisnya. Entah itu tulisan mengenai sebuah buku atau tulisan tentang kisah-kisah hidupnya sendiri. Kata-kata dan ceritannya selalu inspiratif. Tulisan di header blognya : "Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri" merupakan representasi bahwa ia seorang yang mampu menegur dirinya sendiri lewat tulisan-tulisannya. Sayang jika pembaca belum mengenalnya. Jika ingin mengenalnya lebih dekat, berkunjunglah ke Blognya. Blog yang banyak menelurkan tulisan-tulisan cerdas. Tulisan yang kadang mudah dipahami, meski tak jarang rumit dipahami untuk ukuran otak seperti saya. Ketertakjuban saya tetap hadir di setiap tulisannya. Takjub dengan segala kecerdasan tulisan maupun segala kerumitannya.


Blog Wawan Kurn :  http://www.wawankurn.com/




Jakarta, 01 Desember 2016




Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling

   

 My Dictionary :
Arti dari representasi adalah:
re.pre.sen.ta.si
Nomina (kata benda)
(1) perbuatan mewakili;
(2) keadaan diwakili;
(3) apa yang mewakili; perwakilan


Pengertian representasi adalah sebuah proses ataupun keadaan yang ditempatkan sebagai suatu perwakilan terhadap sebuah sikap / perbuatan dari sekelompok orang / golongan tertentu di dalam sebuah lingkungan.24 Des 2015




Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!