Translator

Kamis, 12 Januari 2017

Small Move, Big Change


Resolusi 2017

Resolusi Absurb

Memasuki tahun 2017 ini, seperti biasa setiap orang mempunyai resolusi baru. Entah itu resolusi yang benar-benar baru atau hanya pengulangan saja, karena resolusi tahun sebelumnya gatot alias gagal total. Demikian juga dengan saya, setiap memasuki tahun yang baru rasanya tidak afdol jika tidak punya resolusi untuk tahun yang baru tersebut. Sayang, resolusi tinggal resolusi, karena selebihnya hampir 90% resolusi saya gagal maning-gagal maning justru di hitungan hari saja. Entah mungkin resolusi itu terlalu absurb untuk dilaksanakan atau sebab lainnya.

Akhir tahun 2016 kemarin di bulan Desember, saya mengikuti webinar bedah buku "Small Move, Big Change" yang dipandu oleh mas Agus Setiawan dari Aquarius Learning. Saya merasa beruntung sekali karena pembahasan ini terkait dengan resolusi yang selalu gagal. Mengapa resolusi itu selalu gagal? Itu disebabkan resolusi itu dianggap sebagai suatu ancaman oleh otak reptil kita (kalau tidak salah ya), sehingga otak reptil membentuk semacam pertahanan diri. Ini yang mengakibatkan mengapa resolusi kita cepat atau selalu gagal bahkan hanya hitungan hari atau bulan saja. Ya karena itu tadi, resolusi kita dianggap suatu ancaman yang membahayakan diri kita, sehingga otak reptil membentuk suatu pertahanan menolak resolusi yang dianggap sebagai ancaman tersebut.

Micro Resolusi

Sebagai contoh, ada seorang ibu yang menderita suatu penyakit dan oleh dokter disarankan untuk olahraga lari selama setengah jam setiap hari. Dezziigg! Si ibu rasanya seperti ditonjok saja mendengar saran dokter tersebut. Si ibu yang hobinya nonton sinetron tv tersebut belum apa-apa sudah merasa terancam dengan saran dokter tersebut. Gila lari setengah jam setiap hari itu enggak gampang bray! Sebagai seorang yang tidak pernah olahraga saran dari dokter ini dianggap sangat memberatkannya, dan otak reptilnya segera meresponnya sebagai ancaman. Andai si ibu mengikuti langsung saran sang dokter, bisa dipastikan program olahraganya pasti hanya akan bertahan hanya beberapa hari atau pekan saja, selebihnya bisa ditebak program itu akan berakhir berantakan. 

Dalam bedah buku "Small Move, Big Change" ini kita diajarkan bagaimana mencapai sebuah resolusi. Rahasianya, sssttt... kita hanya perlu membuat resolusi itu menjadi micro resolution. Seperti contoh saran lari setengah jam buat si ibu di atas, ia membuat micro resolusinya yaitu berlari ditempat selama satu menit saja. Satu menit?  Iya, cukup satu menit. Sambil menonton tv ia lari di tempat selama satu menit. Lari yang cuma satu menit ini ia lakukan tanpa beban. Jelas tanpa beban, karena satu menit dianggap si otak reptil bukan ancaman, menjadikan aktifitas berlari ini dijalani dengan mudah tanpa beban. Ia tetap bisa menonton tv dan lari satu menit sekaligus. Karena lari satu menit ini akhirnya menjadi sebuah kebiasaan, dan suatu kebiasaan dengan sendirinya berjalan sendiri tanpa diperintah oleh otak. Karena satu menit sudah berhasil, ia menambah jam terbang larinya sedikit demi sedikit, hingga tanpa disadari ia bisa melakukan lari ditempatnya bukan hanya setengah jam bahkan hingga satu jam. Sesuatu yang dulu mustahil itu, sekarang bisa dilakukannya dengan mudah karena micro resolusinya.




Ada contoh lain dari : Small Move, Big Change ini. Seorang ibu suatu hari diberi bunga anggrek. Ketika ia menerima bunga itu ia merasa sangat senang. Ia meletakkan bunga tersebut di atas sebuah meja, dipandanginya bunga tersebut. Lalu ia melihat bunga tersebut, "Bunganya sudah cantik, tapi taplaknya kok jelek." Segera ia mengganti taplak mejanya. Dipandanginya lagi bunga dan meja tersebut. "Oh, bunga dan taplaknya sudah bagus, temboknya kok kusam ya," pikirnya lagi. Lalu dicatnya dinding rumahnya, hingga sekarang rumahnya menjadi lebih bersih dan terang. Ia memandangi bunga, taplak, dinding rumahnya, semuanya sudah perfect. Sekarang ia memandang ke cermin, ia melihat wajah kusut seorang perempuan tua dengan pakaian lusuh. Segera ia tersadar, lalu ia pergi mengunjungi salon. Dipotongnya rambutnya, difacial wajahnya, lalu ia membeli beberapa pakaian baru. Sekarang ia menatap dirinya dicermin. Seorang perempuan tua dengan wajah ceria dan penuh semangat dengan pakaian yang menambah kecantikan wajah tuanya. Ia tersenyum bahagia. Sekarang ia merasa hidupnya lebih bersemangat. Bunga yang cantik dengan taplak dan dinding rumah yang bersih dan cerah, dengan seorang perempuan tua yang dipenuhi wajah ceria dan bersemangat, membuat rumah tua yang tadinya kusam seperti tidak ada kehidupan itu, sekarang berubah penuh dengan semangat dan kecerian hidup. Hanya dengan melakukan perubahan-perubahan kecil, semua menjadi berubah.


Ya, itulah small move, big change. Lakukan perubahan kecil, maka perubahan besar  terjadi.

Terima kasih buat mas Agus Setiawan yang sudah memberikan pencerahan dengan webinar bedah buku "Small Mpove, Big Change" akhir tahunnya. Semoga ini bisa bermanfaat bagi setiap orang. Amin


Note : Belum terlambat juga kalau saya sekarang mau membuat resolusi tahun 2017, tepatnya micro resolusi. Menulis selama setengah jam, waktunya setengah jam sebelum jam istirahat kantor (pukul. 11.30 wib). 






Jakarta, 12 Januari 2017



Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling




Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...