Translator

Selasa, 18 Desember 2012

Ketangkasan Si Jari dan Ketajaman Si Otak


Tulisan ini hanya menuruti keinginan si jari tangan saja yang begitu keukeuh untuk menulis, maka mengalahlah saya padanya. Saya turuti saja keinginannya. Ya, siapa tau ada manfaatnya, pikiran positip saya melontar keluar begitu saja dari otak saya tanpa berani saya tentang. Dan kemudian si otak-pun mengaminkan si jari.

Rabu, 12 Desember 2012

Saat Menanti My Daughter Di Kelas


Hari ini saya tidak masuk kerja, gara-garanya sih sepele saya terlambat bangun pagi. Akhirnya ketimbang saya harus mengejar keterlambatan dan ditambah terjebak macet dijalan saya memutuskan untuk tidak masuk kerja saja, bukan berniat bolos tapi tampaknya tidak masuk kerja adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.

Jumat, 07 Desember 2012

Kata Yang Membuat Semangat



Ketika saya membaca tulisan

“W
hen It’s Love …

A Friend Is Sweet When It’s New
But It’s Sweeter When It’s True
But You Know What … ?
It’s The Sweetest When It’s You”,

mendadak setelah membaca itu, saya menjadi sangat bersemangat dan bergembira.

Kamis, 29 November 2012

Kasih Tau ‘Gak Ya ?




“’Mba silahkan masuk, tolong alas kakinya dibuka”, suara perempuan dilobi praktek dokter 24 jam itu mempersilahkan saya masuk dan menyuruh saya membuka sepatu yang saya pakai, yang tanpa sengaja ikut nyelonong masuk juga karena saya tidak membaca tulisan “Harap Alas Kaki Dibuka” . Sayapun langsung membuka sepatu saya dan menghampirinya.

Senin, 26 November 2012

Siapa Bilang Sakit Gigi Lebih Enak Ketimbang Sakit Hati



"Daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa ..."

“rela “rela” “rela” aku “relakan” [2x] 



Itulah sepenggal lagu "Sakit Gigi"-nya  Maggy Z  yang ternyata itu tidak berlaku bagi

Rabu, 21 November 2012

Langkah Perempuan Itu Pendek

        Langkah Kakiku Panjang    .......... !!!                   * image 'mbah goole



Ini percakapan tanpa sengaja antara saya dan satu teman saya dibagian keuangan

Selasa, 13 November 2012

Aku Ini Siapa ?


Aku ini cuma seorang kuli - buruh pabrik krupuk - tapi sejak aku mengenal yang namanya blog kok gayaku jadi berubah total. Laiknya seorang pegawai kantoran aku sering menyebut tempat kerjaku dengan kata "kantor" ditulisan-tulisanku, padahal bagaimana bisa dibilang kantor jika kerjaku saja ditempat yang berpeluh karena kepanasan wajan penggoreng krupuk. Gaya bahasaku disetiap tulisanpun selalu menyebut diri dengan kata "saya" bukan menggunakan kata "aku" seperti kebiasaanku kalau bicara - ini supaya aku terlihat terpelajar saja pikirku. Namakupun kuganti dari Markonah Sokimut menjadi Marchia Diandra - biar gak malu-maluin pikirku lagi. Semuanya kubuat seolah aku ini orang terpelajar yang berpindidikan tinggi atau setidaknya seperti seorang yang mengenal bangku sekolahan padahal esempepun aku 'ra tamat.

Mengenal dunia internetpun itu karena ketidaksengajaan juga, waktu itu bossku di pabrik menyuruhku nge-fax satu lembar surat buat mitra kerjanya ke warnet yang letaknya agak jauh dari pabrik - kata bossku sih bilang "Sana Onah ke warnet yang dekat kelurahan situ jaraknya deket kok ora jauh" aku sih sigap saja berangkat namanya juga perintah boss. Waktu sampai di warnet situasinya terlihat sepi, setelah aku minta si mas penjaga warnet ngefax surat si boss terus aku melihat-lihat komputer yang dipajang berjejer sambil tanya-tanya sama si mas penjaga warnet, nah dari situ aku mengenal yang namanya dumay si "dunia maya". Awalnya aku diajarin karo si mas penjaga warnet buat pesbuk  katanya jaman sekarang kita harus bisa terhubung dengan dunia luar nah dengan pesbuk inilah koe bakalan punya konco banyak jelasnya padaku.
Akhirnya dari situ aku jadi rajin ke warnet deket kelurahan itu, beruntung si mas penjaga warnet ini baik tenan - selain aku dibuatin pesbuk aku juga dibuatin imel *tak pikir imel pacarnya Angga koncoku di pabrik krupuk tapi iki bedo kata si mas warnet, dan yang paling membuat aku seneng adalah waktu si mas warnet buatin aku blog terus si mas warnet tanya sama aku " kalau blognya 'ta kasih nama "Warna Warni Ceritanya MyeMDi" gimana mba ?" tanya mas penjaga warnet, aku cuma menganggukan kepala tanda setuju dan tersenyum bahagia *assiiik wes dadi 'wong kota saiki aku teriak hatiku girang.

* Image pinjem 'mbah google
Gara-gara blog inilah aku jadi mulai sombong, aku dah merasa paling pinter diantara konco-koncoku di pabrik bagian goreng krupuk iki, terus aku sering ngarang-ngarang cerita nyeleneh ke konco-koncoku padahal konco-koncoku itu  kur tak apusi wae. Tulisanku yang cupu-cupu itupun malah membuatku tambah gede sirahe wae, kadang kuceritakan apa yang telah kutulis pada salah satu teman karibku Anise Solehah dan dengan kepolosannya ia mendengarkan semua yang kuceritakan dengan penuh perhatian dan rasa penasaran. Kadang aku mengarang-ngarang cerita padanya kubilang padanya kalau pengarang buku "Anu" yang judul bukunya "Anu" itu adalah temanku di dunia maya dan dengan keluguannya pula ia percaya sama aku padahal ia baru 'ta apusi.

Tapi belakangan ini aku merasa asing dengan diriku sendiri. Aku merasa tak mengenal diriku yang bernama Onah ini. Pernah aku bilang karo sahabatku Anise Solehah "Nis, enakan jadi koe ya kejujuran dan kesolehanmu gak luntur" kataku padanya, ia malah membalas "jadi koe juga enak, koe saiki pinter internet, lah aku ?" balasnya. Iya, Anise Solehah bener saiki aku sedikit 'ra gaptek tapi aku merasa banyak kehilangan. Kehilangan apa sajakah ? pikirku dalem. Aku ini Siapa ? tanya hatiku. Aku inget saiki, aku wes keilangan duit buat ngenet, terus yang paling aku nyesel aku wes keilangan kejujuran. Nah iki sing penting. Ah aku nyesel 'wes kehilangan hal yang hakiki. Sekarang aku sadar, aku mau jadi diri sendiri saja jadi Markonah Sokimut gadis kampung sing sekolahe 'ra tamat esempe tapi aku jujur. Jujur dalam segala hal.

Welcome back Markonah Sokimut.


Salam,
Cha2




Selasa, 23 Oktober 2012

CALISTUNG



* Ba Bi Bu Be Bo .. Ca Ci Cu Ce Co .. Da Di Du De Do .. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 !!



Lagi kepikiran mencari cara bagaimana mengajarkan anak saya membaca dengan mudah dan menyenangkan, tanpa harus ia terbebani dengan semua kegiatan belajar yang akan saya coba rancang ini. Ya, memang sampai saat ini saya masih mencari formula yang tepat bagaimana menyusupkan belajar membaca ini disela-sela bermainnya sehingga ia akan tetap merasa exciting dalam bermain dan belajar tersebut.

Dijaman sekarang ini mungkin tidak sulit mendaftarkan anak untuk mengikuti bimbingan belajar membaca dan menulis, terlebih untuk saat ini sudah banyak bertebaran tempat bimbingan belajar membaca dan menulis bagi para Balita. Terus terang, saya tidak ingin mendaftarkan anak saya yang usianya masih terbilang sangat muda itu yaitu 3,5 tahun ke tempat-tempat bimbingan tersebut, sebaliknya saya sangat ingin mengajarkannya sendiri.
 
Kata "CALISTUNG" alias Membaca-Menulis-Berhitung pada masa ini sudah menjadi fenomena. Kata ini menjadi sangat tidak asing lagi bagi para orang tua khususnya di Indonesia. Disadari atau tidak memang ada tekanan yang membuat kita orang tua lebih mengutamakan anak belajar "Membaca-Menulis-Berhitung" diusia yang masih dini - ketimbang mencari cara bagaimana mengembangkan daya kreatifitas atau imajinasi si anak.

Sudah bukan rahasia lagi jika di sekolah dasar (SD) saat ini ketika ada penerimaan murid ajaran baru akan diadakan pengetesan terlebih dahulu kepada calon murid sebelum mereka bisa masuk di sekolah tersebut,  inilah yang mungkin membuat ketakutan besar para orang tua. Takut jika anak tidak bisa melewati tes tersebut sehingga si anak tidak diterima di SD tersebut, misalnya.
Asal tau saja bahwa masalah tes ini memang sifatnya pengetesan sekitar Calistung, nah ini yang membuat orang tua was was.

Pengalaman anak tetangga saya ketika ia hendak masuk SD dan ia harus menghadapi tes seperti itu cukup membuat saya kaget, karena ternyata ketika si anak menghadapi guru pengetes ia sangat ketakutan sehingga tubuhnya gemetaran ketika ia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru tersebut dan ia menjawab dengan bibir bergetar ketakutan dan mata mau menangis. Tragis.

Ya, saya sangat prihatin dengan gaya pengetesan semacam itu, saya berfikir apa gunanya guru jika baru masuk kelas satu SD saja si anak sudah dituntut lancar baca, menulis dan berhitung. Mengutip pendapat bapak Isa Alamsyah dari Komunitas Bisa! (maaf saya kesulitan mengunduh dan menemukan tulisan beliau yang ditulis sekitar tahun 2010) kira-kira begini intinya "Sebuah alat akan dikatakan bagus jika yang dimasukan perak dan bisa menghasilkan emas, tetapi jika yang dimasukan emas dan yang keluar adalah emas juga artinya alat itu tidak bagus - alat itu biasa saja alias standar -  karena ia mengeluarkan hal yang sama yaitu emas", dalam artian jika anak sudah pintar lalu dimasukan ke sekolah yang katanya bagus maka bukan sekolahnya yang bagus tetapi memang sejak awal si anak sudah pintar tetapi jika anak belum bisa apa-apa kemudian dimasukan ke sekolah yang katanya sekolahnya biasa-biasa saja tetapi kemudian menghasilkan anak-anak yang pintar maka inilah yang dinamakan sekolah bagus. Pengertian sederhananya - anak belum bisa calistung kemudian  bisa calistung. Dan sejatinyalah sekolahlah yang akan mengubah anak dari yang kualitasnya perak menjadi berkualitas emas - ini namanya sekolah bagus mengubah dari yang tidak bisa menjadi bisa.
 
Bukan saya menentang jika anak-anak usia dini ini diperkenalkan dengan Calistung karena saya sendiri sedang mengarah kesana, tetapi sebaiknyalah cari cara bagaimana pengajaran yang menarik bagi anak dengan bermain yang dalam bermain itu diselipkan belajar Calistung. Caranya bagaimana, tinggal kita sebagai orang tua yang mendesignnya dengan tepat bagi anak kita dan buatlah metode sesederhana mungkin dan mudah dimengerti dan dipahami oleh anak.

Yang menjadi pertanyaan :
1. Apakah tepat jika anak diperkenalkan "Calistung" di usia mereka yang sangat dini ini ?
1. Apakah tepat jika sekolah dasar sekarang menerapkan sistem "tes" terlebih dulu sebelum menerima murid baru ?  Apakah anda setuju atau tidak ?
2.  Jika anda setuju,  "tes" seperti bagaimana yang tepat ?
3. Apakah sahabat punya cerita seputar belajar Calistung ini ? jika ya, mohon di sharing


Sahabat, mungkin ini adalah sebuah bentuk kegelisahan saya terhadap diri sendiri dan terhadap pendidikan di Indonesia saat ini, dan untuk itu saya menunggu partisipasi para sahabat blogger untuk memberi saran pendapat sesuai kasus diatas. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.



Note : Ssst ...  tampaknya saya sudah menemukan metode buat anak saya.
         Doakan saya semoga berhasil.


Salam,
Cha2



Jumat, 12 Oktober 2012

Ada apa dengan Cinta ?


Huuuaah sudah memasuki tanggal dua belas dibulan Oktober tapi tidak ada satu postingpun yang saya publish di blog tercinta ini ....  sebenarnya " Ada apa dengan Cinta ?"  # sorry menyebut diri dengan Cinta dompleng judul film sebentar hehe
Apa si Cinta sedaaang maaf sibuk atau sedang lazy atau mungkin ada excuse yang lainnya ? ah rasanya tak perlu dibahas pembaca pasti sudah mafhum tanpa perlu penjelasan, iya kan ?

Sebenarnya Cinta mempunyai beberapa draft tulisan tapi sampai saat ini semua tulisan masih gantung belum ada yang ditulis sampai dengan tuntas sehingga tidak bisa di publish. Padahal layaknya sebuah hubungan bahwa hubungan yang digantung itu 'gak enak karena tidak jelas mau kemana arahnya demikian juga tulisan-tulisan di draft ini menjadi tidak jelas akan kemana akhir dari tulisannya  # ah jadi nelongso sendiri

Mungkin Cinta memerlukan sedikit waktu lebih longgar untuk bisa menulis dengan tenang tanpa ada gangguan ketimbang mesti mencuri-curi waktu luang untuk menyelesaikan sebuah tulisan pada jam-jam kerja kantor. Eh Cinta korupsi waktu ya ? enggak juga ah habis mau bagaimana lagi ? permasalahannya adalah karena  Cinta 'gak punya Laptop, atau PC atau mungkin gadget canggih lainnya yang bisa memungkinkan Cinta bisa menuangkan semua ide yang ada di otak tanpa menunggu waktu istirahat kerja dan menuliskannya cukup diwaktu senggang dimalam hari. Tapi sayang yang terjadi tidak demikian Cinta mesti tak tik tak tik ngetik tulisan tersebut di jam-jam istirahat dan sedikit di waktu senggang kerja. # widih kok jadi kaya ngeluh sih, maaf .

Dari semua ini Cinta jadi pengen segera memiki PC, Laptop atau gadget canggih lain yang bisa membantu Cinta memuluskan jalan untuk Cinta bisa menulis dengan tenang tanpa terburu-buru atau tanpa mencuri-curi waktu kerja.

Sahabat bagi yang bersediakan menyumbangkan dana untuk memuluskan jalan Cinta untuk segera membeli Laptop,PC atau gadget silahkan mengirimkan sumbangan kesini, atas nama :

Nama                : Cinta Menulis
No. Rekening    : BCA Cab. Mana Aje 1002501

Buat para donatur matur nuwun atas kesediaan merelakan sedikit rejekinya pada Cinta buat yang gak nyumbang ya ora opo-opo Cinta matur nuwun juga karena sudah membaca tulisan Cinta ini dan akhir kata dari Cinta "Njalug pangampurane sing akeh yo"


Note : Maaf yang belakang cuma bercanda bukan beneran hehehe


Salam,
MyeMDi


Jumat, 14 September 2012

Ibu Lebih Terluka


Kemarin ketika saya baru saja pulang kerja saya mendapati paha anak saya memar biru kehitaman maka bertanyalah saya padanya, "De, kakimu kenapa ?" dengan polosnya Ia menjawab "dicubit _ _ _ _ " jawabnya tanpa beban. Saya tersentak. Apa betul orang yang saya yakin sangat mengasihi anak saya itu tega menyakitinya. Hati saya penuh tanya. Kesedihan seketika menyelimuti  saya saat itu juga, jujur saya menangis ketika saya mandi setelah pulang kerja malam itu, ada penyesalan dalam hati mengapa saya harus bekerja sehingga saya tidak bisa mengurus anak saya sendiri. Hati saya dipenuhi penyesalan dan bersedih. Ya, ibu mana yang tidak bersedih melihat anaknya dilukai meski tidak parah tetapi tetap tidak ikhlas menerimanya. Siapa sangka orang yang masih dalam kategori keluarga itu tega melakukannya meski mungkin saat itu Ia khilaf melakukannya tetap saja hati saya pedih tidak bisa menerima perlakuannya terhadap anak saya itu. Sesak rasanya hati ini. Dan malam itu saya tidur dengan dipenuhi pikiran yang bermacam-macam.

Esoknya saya pergi bekerja dengan masih dipenuhi pikiran tentang perlakuan sebutlah pakde panggilannya pada anak saya. Saya menduga mungkin saat itu pakde lagi bad mood dan anak saya yang notabenenya memang anak yang aktif dan tidak bisa diam itu tidak menurut padanya sehingga mungkin inilah yang menyebabkan pakde tega mencubitnya dan menurut perkiraan saya cubitannya itu pasti sangat keras sehingga meninggalkan bekas memar yang sanga nyata.

Kesedihan saya mungkin cuma satu karena saya merasa kecewa dengan perlakuannya pada anak saya. Keyakinan akan kasih sayangnya pada anak saya menjadi saya sangsikan. Saya takut ketika bad mood-nya muncul maka anak saya akan terluka kembali. Kejadian ini menjadi beban di hati saya dan ini cukup berat bagi saya.


Kejadian seperti ini sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya, saya tau pakde sangat menyanyagi anak saya tapi akibat perlakuannya tersebut ini yang melukakan hati saya. Anak disakiti ternyata ibu lebih terluka. Ketika si anak sudah dengan sangat mudah melupakannya bahkan Ia tidak merasa sakit hati sama sekali berbeda sengan si ibu hatinya masih terluka - bukan dendam - tapi tak taulah namaya cuma rasa luka itu tampaknya berbekas dalam dan tidak mudah sembuh.

Mungkin ini hanyalah sepenggal cerita riak kehidupna keluarga kecil saya. Saya yang dalam hati kecil saya kalau boleh memilih lebih memilih mengurus anak saya sendiri ketimbang bekerja tetapi karena keadaan memaksa saya harus tetap bekerja. Saya sadar saya harus bekerja membantu suami saya untuk kelangsungan hidup keluarga kami. Sangat kekurangan memang kami tidak, tetapi saya ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak semata wayang kami. Hidup dijaman sekarang memang membutuhkan dana yang tidak sedikit jika hanya salah satu yang bekerja dengan gaji yang standar saja saya rasa akan sangat tidak cukup terlebih jika kita menginginkan pendidikan yang cukup baik bagi anak biayanya akan menjadi sangat mahal, jadi jalan satu-satunya adalah saya tetap bekerja untuk kepentingan anak kami kelak.

Satu kata buat my beloved daughter "maafkan mommy".

Disini ijinkan saya untuk memajang foto puteri tercintaa saya itu, supaya anda pembaca bisa mengenal lebih dekat puteri saya tercinta, dan ini dia fotonya :

I'll always love you my babe
You always make me happy 





Salam,
Cha2

Jumat, 07 September 2012

Minuman Penghangat Keluarga

Foto koleksi pribadi*
Susu ! ya, benar banget ini memang gambar susu bukan kopi atau wedang jahe dan siapapun orangnya akan sangat mudah menebaknya termasuk kalian semua  hehe.  Tapi susu apakah itu ?  hayo coba tebak ?!

Susu memang menjadi minuman favorit keluarga besar saya jika kami sedang berkumpul. Gak aneh ah!, emang tidak ada yang aneh semuanya wajar-wajar saja berkumpul bersama sambil menikmati segelas susu hangat. Tapi susu apakah itu ? hebaattt ... jawabannya 100% bener susu sapi dan bukan susu kuda liar apalagi susu wanita liar bukan banget hehe maaf. Kebiasaan minum susu bersama ini sudah seperti menjadi tradisi saja, kebiasaan ini dimulai entah sejak kapan yang jelas kegiatan ini menjadi sangat mengasikan karena diselingi canda tawa bersama sambil meneguk susu yang masih hangat dan  ditemani cemilan special bukan roti loh tapi tahu goreng setengah matang yang masih hangat plus rawit hijau segar dan jadilah tahu hot molotot  ... waahh pokoknya maknyus top markotob deh rasanya.

Terus apa sih yang menjadikan acara minum susu bersama ini menjadi istimewa dan terasa special ? jawabannya adalah karena kami semua meminum susu murni segar - susu hasil perahan dari peternakan sapi - yang berasal dari sekitar kawasan Lembang Bandung. Eh sebentar, sebenarnya sekarang saya sedang berada dimana ya  hayo ?? ya, saya ada di daerah sekitar Bandung tepatnya sih saya berada di Cimahi-Bandung.

Di kota Cimahi-Bandung inilah ada satu rumah peninggalan oran tua kami, dimana jika libur panjang tiba biasanya kami semua kakak beradik serta cucu-cucu dari almarhum orang tua kami yang tinggal menyebar di kota yang berlainan ini akan berkumpul, dan pada kesempatan inilah acara minum susu bersama ini digelar. Suasana hangat dari acara minum susu bersama ini akan bertambah hangat dengan kehadirnya my beautiful daughter yang tingkah polahnya lucu dan menggemaskan kami semua.

Kisah acara minum susu bersama ini akan saya wakilkan dengan foto-foto seorang gadis kecil yang bergaya dengan susunya. Ya , modelnya siapa lagi kalau bukan my beautiful daughter.

Dan inilah dia si "Minuman Penghangat Keluarga" itu bergaya bersama - putri cantik-ku  * hehe yang memuji cantik siapa lagi kalau bukan emaknya sendiri.

My Beautiful daughter berpose dengan si "Minuman Penghangat Keluarga" susu murni *
















Salam,
Cha2


Note : Foto-foto jepretan my niece *Meri Kristiani



SAYA SUKSES - THE SECRET

The Secret - Rhonda Byrne Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga ...