Translator

Jumat, 07 Agustus 2015

Namaku Merana Merindukan Dikau Yang Kucinta

(Prompt) Ceritera # Agustus 7 Apalah Arti Sebuah Nama


Namaku Merana Merindukan Dikau Yang Kucinta. Aku seorang perempuan berusia tujuh belas tahun. Menurut ibuku namaku ini adalah nama terindah pemberian ayah atas nama cinta. Saat ibu mengandungku ayah sedang berada jauh di negri seberang, bekerja sebagai TKI gelap. Bukan terang alias resmi! Jelas ayah tak bisa bekerja sebagai TKI resmi, selain tak punya uang ia pun tak punya keahlian apa pun. Pendidikan ayah hanya sampai SD, itu pun tak tamat, tetapi kelak ia mempunyai gelar SDTT setaraf dengan salah seorang Motivator Indonesia yang terkenal itu, Andrie Wongso. Sayang, jika Andrie Wongso dikemudian hari gelarnya bertambah menjadi SDTT, TBS, ILB  sedang ayah cukup dengan SDTT nya saja alias Sekolah Dasar Tak Tamat. Sedang Andrie Wongso bergelar Sekolah Dasar Tak Tamat, Tapi Bisa Sukess, Itu Luar Biasa.  

Gara-gara menyandang nama ini hidupku rasanya tak seindah teman-teman seusiaku. Di mana pun aku berada selalu mimik wajah aneh terpampang di depanku ketika kusebutkan nama lengkapku. Sebenarnya aku jarang menyebutkan nama lengkapku, cukup kubilang saja Rana atau kadang kusebut saja namaku Cinta biar seperti Cinta Laura si Hujan Becek Gak Ada Ojek. Tapi kalau mau cari ojek sekarang sih gampang, ada Go-Jek, ada Grab-Bike dan ada Cover-Jek, tinggal pilih saja mau pake jasa ojek online yang mana, atau mau mobil uber? Boleh saja, selain keren harganya murah dibanding taksi biasa. Mobilnya boleh pilih, mau pakai yang StandarX atau PremiumBlack soal harga tetep masih lebih murah uber dibanding taksi komersial, mobilnya bagus-bagus, kalau lagi beruntung bisa dapet Pajero atau Mercedes Benz plus ditawari  air mineral dan permen.

Hush! Ngelantur...balik ke pokok masalah. 

Yang buat aku pusing tujuh keliling aku baru mempunyai seorang pacar. Aku takut sekali menyebutkan nama asliku. Aku hanya bilang namaku Cinta. Titik. Waktu aku bilang namaku Cinta pacarku yang bernama Budi Doremi ini terpesona, katanya "Namamu indah seindah wajahmu" 

Tapi itu kan karena dia tak tau nama lengkapku. Bagaimana kalau dia tau?

Siang itu Budi pacaraku mengantarku ke Kelurahan karena aku akan membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dikarenakan usiaku tepat tujuh belas tahun di hari kamis itu. Ada perasaan deg degan ketika aku berada di ruang tunggu menunggu giliranku untuk dilayani.Tiba tiba saja...

"Ini siapa Cin? Merana Merindukan Dikau Yang Kucinta?" tanyanya dengan dahi berkerut ketika ia menggambilkan Kartu Keluarga (KK) yang terjatuh dari genggamanku. Aku terdiam, tak bisa menjawab. Budi melirikku, matanya menatapku tajam.
"Siapa Cin?"
"Is it you?"
Aku diam. Bibirku terkatup rapat. Inikah akhir dari perjalanan cintaku bersama Budi Doremi? Yang baru sja dimulai. Aku takut kehilangan dia. "Tuhan, tolong agar rahasia ini tidak terbonggar," doaku.  
"Itu nama Ibuku," sahutku berbohong. Kulihat Budi terdiam. Sedetik kemudian matanya  menatapku tajam tepat di kedua bola mataku. Ada bah air mata mencoba mendesak keluar dari rongga rongga mataku.
"Kamu bohong!" katanya serius.
"Tttiiidak!" kataku tergagap.
"Mana mungkin ibumu lahir di tahun 1998? Itu sama dengan umurmu saat ini!" 
"Cinta... itu nama lengkapmu kan? Jadi itu nama yang selalu kamu rahasiakan padaku jika aku tanya nama lengkapmu?"
Aku diam. Tuhaann... aku hanya ingin punya nama Cinta saja tidak selengkap pemberian orangtuaku. Aku terlalu cape dan berat menanggung beban nama ini!
Hening.
"Cinta tatap mataku, tapi ingat aku bukan Deddi Cobudzeir si mentalis botak itu jadi aku bukan mau menghipnotismu. Aku hanya mau bilang "Bunga tetaplah bunga, andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi. So? Apalah arti sebuah nama?"


 ***

 546 Kata

Ditulis untuk Kampung Fiksi




William Shakespeare : "What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet."


Selasa, 04 Agustus 2015

Prompt #84 - Majikan



Sumber

Uhuk uhuk uhuk...
Suara batuknya terdengar lagi, aku mengintip dari balik gorden pembatas kamar tidur dan ruang tamu kamar majikanku. Majikanku seorang bapak tua berusia sekitar tujuh puluh dua tahun yang hidup sebatang kara. Profesinya sebagai pembuat boneka cetakan membuatnya jarang bergaul dengan orang lain. Selain aku, hanya boneka-boneka yang bertebaran di rumahnya lah yang menemaninya.

Sebagai seorang majikan, ia termasuk seorang pemurah hati. Jatah makan siangku selalu enak, aku rasa si Inem pembantu seberang rumah tentunya makan daging saja paling banter kalau hari Raya Lebaran saja. Berbeda denganku yang kapan saja bisa makan enak.

Pagi ini ada seorang ibu bertamu, raut wajahnya  tampak kusut dan sedih.

"Pak, tolong saya! Buatkan saya boneka yang wajahnya sama persis dengan anakku yang hilang sebulan lalu," katanya sambil menyodorkan sebuah foto pada majikanku. Aku mencoba mencari tau wajah dari gambar si anak yang dimaksud si ibu. Mataku mencuri pandang. Deg! Jantungku rasanya hampir copot, wajah gadis itu sangat familiar buatku.

Majikanku manggut-manggut.

"Buat apa bu?"
"Supaya saya masih bisa melihat anak saya mesti hanya dalam bentuk boneka."

Tak lama kulihat majikanku mengantar si ibu sampai di pintu gerbang. 

"Susi...!" Ia memanggilku. Aku diam. Jantungku berdebar-debar.

Dilemparkannya sebongkah daging berbentuk paha padaku, bongkahan dari satu tubuh yang sama yang  dalam seminggu ini aku makan. Aku hanya mengendusnya, tak ada hasrat memakannya. Foto yang aku lihat tadi sama persis dengan salah satu boneka plastik buatan majikanku yang cetakannya ia buat dari wajah gadis kecil dalam foto itu.

Tiba-tiba saja aku teringat anakku yang dibantai dan dimakannya. Dogs not for feed! Mas bro.

"Guukkk guuk guukk....!" Aku menyalak. Kemudian aku menerjang, menggigit dan mencabik-cabik tubuhnya. Sama seperti ketika ia memutilasi anak-anak kecil tak berdosa itu.

***

261 Kata


Rabu, 27 Mei 2015

Bahagia


Bahagia itu sederhana : Bersyukur



Saya hanya ingin menuliskan itu!


Bersyukur, meski dompet saya ini sedang engep-engepan nggak karuan. Dengan bersyukur, rasa

Kamis, 23 April 2015

Hari Buku Sedunia


Hampir setiap pagi sebelum saya berangkat kerja, saya menonton acara Indonesia Morning Show-nya Net tv yang pembawa acaranya terdiri dari : Marisa Anita, Shahnaz Mariela/Soehartono, dan Adrian Maulana, dan pagi ini, saya mendengar dari informasi yang mereka sampaikan bahwa tepat hari ini, tanggal 23 April adalah Hari Buku Sedunia alias "World Book Day". 

Wouw...! Surprise sekali rasanya saya.

Sebagai pencinta membaca dan menulis, saya ingin merayakan "Hari Buku Sedunia" ini dengan mengabdikannya ditulisan ini, meski diambil dari sumber lain, semoga tulisan di bawah ini bisa menginspirasi kita. Amin.

***


Rabu, 01 April 2015

Penulis vs Pembaca


"Hai kamu enggak kangen sama menulis?"
"Kangen dong, siapa bilang aku tidak kangen!"
"Terus kalau kangen, mana tulisan tulisanmu itu?"
"Emm..."
"Tuuh... kan, tidak bisa jawab?"
"Bukan, maksudku emm.."
"Haha.. tetep tidak bisa jawab kan!"
"Kamu sendiri?"
"Yaa... kalau aku kan pembaca! Kamu tau dong kalau pembaca itu butuh tulisan untuk dibaca!"
"Terus maksudmu?"
"Haha masih enggak ngerti juga?"

Kamis, 26 Februari 2015

Cerita Dalam Sebuah Draft


Tulisan ini dibuat pada bulan oktober tahun 2013. Ini salah satu tulisan yang ada draft dan tetap saya publish sebagai jejak cerita yang tertoreh. Meski ini sangat-sangat telat hehe...

***

Cerita lengkapnya ada di  Ada di sini!

Kamis, 19 Februari 2015

Saya Blogger 'Kambuhan' ?



Ultah ke berapa bu? Sttt... er ha es!

"Hehe, btw met ultah ya Mom! Moga tercapai semua dicita-citatakan, juga selalu sehat dan terus nulis. Kan katanya blogger?"


PLAAAK!


Upss... rasanya seperti sebuah tamparan, ketika seorang Sahabat menulis tulisan di atas, di kronologi  pesbuk saya.
  

Kamis, 05 Februari 2015

Kerja Mommy


Mommy : "Ayo baca sayang." Caca : "Caca sayang mommy"

"Mommy itu kerjanya menulis dan membaca... wow mommy hebat," ujar putri tercintaku, Caca, dengan raut wajah menggemaskan. Aku tersenyum. Laptop dipangkuanku segera kusingkirkan. Aku menghampirinya, kupeluk dan kucium ia. Ada rasa bangga menelusuk relung hatiku. Entah bangga karena ucapannya atau bangga akan kata 'menulis'. 

Rabu, 28 Januari 2015

Doa yang Terkabul



“Permintaan saya terkabul,” kata Ari kepada saya.
“Maksudnya mesin cuci itu?” tanya saya, ia mengangguk.
“Iya mbak, mungkin karena saya mintanya pengering eh dapetnya pengering juga.”

Jumat, 16 Januari 2015

Receh Untuk Buku 2015


Hahay, mengunjungi blog seorang sahabat lama Dweedy saya mendapat oleh-oleh darinya. Oleh-olehnya uang "Receh Untuk Buku 2015"


SAYA SUKSES - THE SECRET

The Secret - Rhonda Byrne Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga ...