Translator

Selasa, 29 Maret 2016

Fase Kehidupan Baru

Pernah kepikiran gak, tiba-tiba saja lagi jalan-jalan ada orang yang menawari suatu tawaran menarik, yang ternyata tawaran tersebut adalah 'sesuatu' yang kita idamkan atau kita mimpikan sejak dulu?

Iya, pernah kepikiran seperti itu?

Kalau saya pribadi sih sering! 

Entah kenapa otak saya selalu 'menciptakan' adegan-adegan yang saya inginkan. Sebagai contoh, saya sering tuh ngebayangin ada orang tua kaya raya terus tiba-tiba ketemu saya, eehh dia menyukai saya - dalam artian bukan cinta lho - ia menganggap saya sebagai anaknya, terus saya dikasih mobil bagus deh! Hahhahaa.... itu sih maunya.

Atau, saya juga pernah kepikiran ketemu orang bule terus saya berbincang dengannya, kemudian ia bertandang ke rumah saya, ngobrol pakai bahasa Inggris, di scene itu bahasa Inggris saya oke banget! haha... itu mungkin mimpi saya yang belum tercapai ya, hingga saya sering punya pikiran seperti itu.

Ada juga saya kepikiran bisa keliling dunia, home stay bersama orang bule. Ngobrol cas cis cus Inggris, ah sedap banget!

Atau, saya ditawari menulis novel oleh sebuah penerbit papan atas, kemudian novel saya booming, lalu dibuat film, dan saya diundang diberbagai acara sebagai narasumber dari novel saya tersebut. Ah, sedap lagi!  ngayal boleh, tapi, jangan sombong deh!

Masih banyak "adegan2" dalam pikiran saya yang sering bersliweran dan berulang-ulang, persis kaset lawas yang disetel terus-menerus.

Oya, satu lagi, saya sering banget punya pikiran kalau my daughter ikut pertukaran pelajar, pertukaran pelajarnya ke Inggris, lalu orang tua ikut mendampingi. Dan, yang mendampingi anak saya itu tentu saja saya sendiri, hahaha itu emang mimpi besar saya.

Jika kelak dari pikiran-pikiran saya itu ada yang terwujud, apakah itu suatu kebetulan? Atau hidup memang rangkaian kebetulan-kebetulan yang sebenarnya sudah terangkai sejak kita ada?

Atau mungkin it's coincidence itu sebenarnya bukan coincidence sesungguhnya alias bukan kebetulan yang sebenarnya, tetapi mungkin itu merupakan hasil rangkaian passion hidup kita dari sejak dulu. Ya mungkin, sejak passion itu lahir dalam diri kita. 

Ngomong-ngomong, saya baru saja membaca artikel di metrotvnews.com tentang seorang perempuan berusia 56 tahun bernama Nicola Griffin yang didapuk menjadi  model di majalah Sports Illustrated Swimsuit Edition. Wow! Keren banget!

Bukan karena menjadi modelnya yang 'wow' itu, tetapi kesempatan yang datangnya tiba-tiba dan justru di usia yang tidak muda lagi, itu yang membuat saya takjub. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah lewat setengah abad itu ia justru mendapat tawaran pekerjaan yang menakjubkan. Begini ceritanya, ketika ia bersama dua anak kembarnya sedang mengantre di sebuah Bank lokal, tiba-tiba, seorang Sales Promotion Girl (SPG) produk rambut menawarinya melakukan tes dan pemotretan untuk program kampanye yang akan dilakukan perusahaan tersebut. Tawaran ini menjadi gerbang baginya untuk menjadi seorang model. Dan setelah itu, tawaran-tawaran lain pun berdatangan padanya. 

Apakah ini sebuah kebetulan?

Saya rasa tidak, karena ternyata jauh sebelumnya ketika ia remaja ia sering mengeksplorasi pakaian, make up, menjajal dunia modeling, fashion show lokal dan melakukan pemotretan untuk produk renda Nottingham serta mengagumi David Bowie dan Bryan Ferry. Menurut saya, ini merupakan mata rantai dari passionnya yang terwujud justru di usia senjanya. Bisa dibilang sebenarnya kesempatan yang ia dapat sesuai dengan passionnya sejak muda. Secara tidak sadar sebenarnya si  Nicola Griffin ini sudah mempunyai passion di dunia ini, dan passion inilah yang menggiringnya mendapatkan pekerjaan menjadi seorang model. Misal ia tidak mempunyai passion di dunia modeling bisa dipastikan ia akan menolak tawaran yang ia dapatkan ini. Tetapi, karena pada dasarnya jiwanya berada di situ, maka ia mau menyambut tawaran itu dengan suka cita. Saya percaya, alam akan mendukung kita jika kita berada tepat di tempat yang tepat. Sama seperti alam mendukung Nicola Griffin mewujudkan mimpi masa mudanya.

Ini dia Nicola Griffin
Sekarang, saya mau mencoba berandai-andai.

Waktu saya remaja, saya sangat suka dengan membaca dan menulis cerpen, meski cerpen yang saya tulis itu hanya dinikmati oleh diri sendiri atau paling tidak dibaca oleh kakak perempuan saya yang usianya sedikit di atas saya atau oleh teman sekolah saya yang suka cengar-cengir sendiri membaca tulisan saya yang mereka anggap lucu. Maklum, waktu usia remaja tulisan-tulisan asal saya itu biasanya berkategori lucu dan bodoh. Menulis tentang orang bule yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan orang Indonesia yang gak bisa bahasa Inggris, ceritanya tentu saja saya plintar-plintir dibuat lucu. Kadang pula saya terinspirasi dari novelnya Hilma Hariwijaya si penulis "Lupus" yang sedang top-topnya saat itu. Atau, saya membuat cerpen remaja setelah membaca cerpen di majalah Anita-Cemerlang misalnya, hahaha itu memang majalah tahun jebot sukebot tapi di situlah saya mulai tertarik menulis cerpen. Saya pernah menulis sebuah cerpen remaja, menurut saya sih sudah okay banget, tapi tiba-tiba kakak perempuan saya bilang, "Nih cerpen bahasanya bagus banget tapi ceritanya terlalu ringan," katanya. Mendengar pendapatnya saya hanya senyum-senyum saja, habis jaman dulu belum tahu bagaimana caranya membuat sebuah cerita. Coba kalau dulu saya sudah tahu tehnik menulis cerpen/novel, aahh rasa-rasanya hidup saya bak 1000 tahun saja. Saya juga pernah menulis sebuah cerpen kemudian saya kirim ke salah satu majalah, cerpennya saya ketik lho, jaman dulu kan belum ada komputer seperti sekarang. Eeh tunggu punya tunggu, kabar cerpen saya itu bagai ditelan bumi saja, tak ada kabar berita dari si penerbit, atau mungkin alamat rumah saya nyelip entah ke mana. Singkat cerita, saya melupakan cerpen saya itu, meski ada juga tersisa rasa galau, tapi gak sampai putus asa juga sih. Suatu hari saya membaca cerpen di majalah yang saya lupa nama majalahnya, rasanya cerita di majalah itu sama persis dengan cerpen yang pernah saya kirim ke satu majalah itu. "Sial, nih cerita sama bener dengan cerita gue," sungut hati saya. Meski hati saya tercabik-cabik tapi saya tak bisa berkutik, lha wong jaman dulu masih bingung gimana caranya menanyakan hal seperti itu ke si penerbit/majalah, meski rasanya itu cerita saya, tapi saya gak punya bukti otentik. Kan setelah saya ketik itu cerita, saya kirim cerita itu tanpa difoto copy terlebih dahulu, gak kepikiran ketik pakai double-an karbon dulu kek atau bagaimana gitu, pokoknya naif, bodoh bin stupid banget deh saya. Males banget ya ngomongin kebodohan masa lalu, meski saat ini masih bodoh juga hahaha. Oya seingat saya, waktu jaman SD dulu saya juga pernah menulis cerpen yang ceritanya agak aneh bin weird gitu, tentang seorang perempuan yang tubuhnya berubah ditumbuhi bulu, tapi saat itu saya belum pernah nonton film Wolf, besar kemungkinan inspirasinya menulisnya bukan dari situ, entah dari mana ide cerita konyol tersebut.

Dari hal-hal di atas, saya juga gemar bahasa Inggris. Sayang, Inggris saya jeblok. Kepingin ikutan kursus takut bilang sama nyokap, jangan-jangan bukan diberi ijin ikut kursus bahasa, yang ada malah dimarahi. Hahaha... maklum saja, saat itu biaya kursus untuk kantong ortu saya tergolong mahal, apalagi biaya hidup hanya nyokap yang tanggung karena ayah saya sudah tiada, jadilah saya belajar bahasa Inggris memakai jurus warisan guru bahasa Inggris saya, menghapal setiap kata-kata baru yang saya temui. Misal, jika saya pergi ke sekolah saya akan melewati beberapa gedung bioskop, nah guru saya bilang, "Coba kamu lihat judul film yang diputar hari ini, apa judul filmnya," katanya suatu hari, "Lalu kamu artikan judul film tersebut. Jika kamu tidak tahu artinya kamu lihat kamus apa arti judul film itu," petuahnya lagi panjang lebar pada kami murid-muridnya yang mendengarkannya sambil mengangguk-angguk tanda setuju, meski pada akhirnya bisa dipastikan hanya satu-dua murid saja yang melaksanakan petuahnya, salah satunya tentunya saya. Pada masa itu cinema paling sering memutar film luar berbahasa Inggris. Ketika saya di dalam bus DAMRI menuju sekolah SMAN 4 Bandung yang letaknya di jalan Gardujati itu, saya akan memilih duduk di sebelah kanan karena letak bioskop rata-rata sebelah kanan, jika saya harus duduk di sebelah kiri maka kepala saya akan tetap menengok ke arah kanan. Jadi, jika sekarang posisi kepala saya sedikit miring ke kanan enggak lurus, mungkin itu akibat saya terlalu banyak mengamalkan petuah guru saya, hahaha gak deng becanda. ^-^

Nah, dari rangkaian cerita saya di atas bisa ditarik benang merahnya dong, bahwa passion saya adalah MENULIS dan BAHASA INGGRIS. Meski begitu, sampai saat ini saya enggak jago-jago juga nulis maupun ngomong Inggris ckckc kemana saja sih bu?

Karena sekarang saya sedang berandai-andai ngayal dulu ya  jadi boleh dong saya mewujudkan semua impian saya itu. glek :)

Minggu lalu saya mendapat tawaran gratis home stay di negri Inggris bersama anak perempuan saya yang cantik dan cerdas itu, dan satu kejutan besar lainnya adalah saya mendapat tawaran menulis dari penerbit besar. "Yes, my dream come true!" teriak hati saya girang tiada tara. Seperti si ibu Nicola Griffin itu yang mimpinya terwujud justru di usia senjanya, saya pun mendapatkan tawaran-tawaran ini justru di usia saya yang ENGGAK muda lagi ini. Semua mimpi-mimpi saya itu terwujud. Wouw that's amazing! bim salabim abrakadabra

Tapi cerita barusan di atas itu baru khayalan saya saja belum kenyataan, kenyataan sesungguhnya tinggal selangkah di depan saya loh, hehe... hopefully i will. Make a wish, sist!

Andai saat ini semua passion saya bisa terwujud dan saya mempunyai kesempatan sepertinya si ibu bule itu, saya rasa itu memang destiny - takdir gue gitu - dan mungkin itu adalah rangkaian dari coincidence dan passion saya tentunya. Passion dan coincidence  itu tepat bertemu di satu titik yang dinamakan Destiny dan alam mendukung itu.

Itu fase kehidupan baru saya. Semoga. Amin. 



Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


Jumat, 11 Maret 2016

Cerita Sang Cenayang


Ada cerita baru,

Katanya....

Di WC pabrik tahu itu sekarang banyak mahluk halusnya. Gara-garanya banyak orang baru bermunculan di pabrik itu. Selidik punya selidik ternyata mereka memang buruh harian lepas yang lagi dipekerjakan oleh pabrik tahu itu. Ada orderan besar yang di dapat pabrik tahu itu, sehingga pabrik itu merekrut banyak buruh harian lepas. Sayang, akibat banyaknya buruh harian lepas, kabarnya ini mengganggu  kehidupan mahluk halus yang sebelumnya hidup tenang, tentrem, dan damai. Gara-gara kebanjiran orang baru di pabrik itu, kabarnya para mahluk halus mulai terusik dari dunia fananya. Sekarang mulai banyak buruh yang kesurupan. Ada yang kesurupan minta dikasih roti dan kopi panas. Ada yang kesurupan minta digendong dan diantar pulang, entah diantar pulang ke mana. Ada juga yang kesurupan menangis dan meraung-raung atau malah marah-marah sambil bertolak pinggang. Dan ada yang kesurupan yang hanya kejet-kejet doang, kemudian tak sadarkan diri. Berbagai jenis kesurupan melanda pabrik tahu ini.

Dan sejak kehadiran buruh harian lepas ini, sungguh suasana menjadi mencekam. Siang bolong mau ke WC saja harus berdua, jalan sendiri rasanya ada yang glendotin di pundak, pundak rasanya berat. Bulu roma berdiri, muncul adegan seram dalam bayangan atau mereka-reka tiba-tiba saja ada mahluk menyeramkan lagi nyengir di pojokan atau lagi melotot dengan wajah menyeramkan atau mungkin ada pocong yang sedang berdiri mematung di pojok WC. Waah... pokoknya semua adegan seram tercipta di benak para buruh.



Where are you...???

Menurut salah salah satu buruh harian lepas yang konon bisa melihat mahluk dunia lain, sebutlah si Puspawati, dengan gaya bak seorang cenayang internasional (kata wikipedia : Cenayang adalah orang yang dapat berhubungan dengan makhluk halus. Kemampuan cenayang adalah mendapatkan informasi, energi, atau kekuatan di dalam kesadaran kosmik, serta kemampuan untuk memanfaatkan informasi, energi, atau kekuatan yang telah di peroleh) ia bilang mahluk-mahluk halus itu banyak bertebaran di pabrik, ada yang lagi duduk-duduk di tangga sambil mengamati orang yang kerja, ada yang di pojokan dekat tong sampah berdiri sambil melotot, ada juga yang berjalan-jalan bak pragawati - seperti si Ningsih pragawatiwan seorang waria asal Tigaraksa - hilir mudik di antara buruh-buruh yang sedang bekerja dengan peluh mengucur dari tubuh mereka karena panasnya cuaca. Banyak ragam mahluk halus ia dapat lihat. Dari yang menyeramkan hingga yang rupawan.

Kalau lihat yang kayak begini mah, mendingan kabur
Atau yang seperti ini?














Kalau yang seperti ini sih, mauuu!



Buat cowok sih, maunya penampakannya seperti ini



Hingga suatu hari, ketika hari mulai gelap, waktu menunjukan pukul tujuh malam, tiba-tiba saja peett, listrik padam. Semua gelap gulita. Hanya lampu emergency yang menyala dengan nyalanya yang temaram menerangi sekitar. Bayangan-bayangan dari gerombolan para buruh yang duduk berderet menambah suasana mencekam.

"Ah, saya kebelet pengen pipis nih," kata salah satu buruh pada sang Cenayang seraya cengar-cengir menahan kebelet.
"Yuuk bareng sama saya, saya juga kebelet pipis," sambut Puspawati sang Cenayang.
"Tapi, saya mau ke WC nya yang sebelah kiri, yang sebelah kanan gelap gulita banget," tambah si buruh sambil berjalan menuju WC yang letaknya berada di sebelah kiri.
"Iya, yang kiri saja agak terang," balasnya.

Di WC.

"Kita ke WC nya barengan aja, kita kan sama-sama perempuan," kata sang Cenayang.
"Ah jangan, saya duluan saja, kamu tunggu saya di luar pintu," balas si buruh.
Tanpa banyak kata si buruh masuk ke WC, mau tak mau sang Cenayang menantinya di balik pintu tanpa bisa memaksa. Tak berapa lama pintu terbuka.
"Tuh mbak, masuk," seru si buruh alisnya terangkat mengisyaratkan agar si Cenayang masuk dan ia menantinya di luar. Di luar dugaan, ternyata pintu WC tak ditutup sama sekali, sang Cenayang asal jongkok saja mengeluarkan hajat kecilnya tanpa malu-malu, sedang si buruh hanya mengerutkan alisnya tanda tak menyangka jika sang Cenayang akan berlaku senekad itu, alias malu-maluin. "Tampaknya dia takut nih sama mahluk halus, padahal dia kan bisa melihat mahluk halus," pikir si buruh, tampak wajahnya sedikit kebingungan menyaksikan pemandangan aneh bin nyata ini.

Gaya sang Cenayang

Singkat cerita.

Listrik masih padam. Perbincangan masih berlangsung antar para buruh, termasuk si Cenayang dan salah satu rekan buruh. Terdengar cerita dari si Cenayang pada si buruh, entah cerita benar entah bohong.

"Saya nih bu, dulu kuliah di LEPISI  (Sekolah Tinggi terletak di kota Tangerang), saya juga pernah kuliah di UI (Universitas Indonesia) ambil jurusan matematika selama satu tahun, kemudian saya keluar karena saya dikirim ke Korsel oleh Boss saya," katanya dengan bangga. Hanya anggukan kepala dan gumaman "Oh" saja respon si buruh. Mungkin ia bingung, seorang cenayang lulusan LEPISI, pernah kuliah di UI, katanya bisa melihat mahluk halus sejenis kuntilanak, jurig jarian, genderewo, sering ngobatin orang kesurupan, mengusir arwah orang kesurupan deelel deh. Tapi, kencing aja takut, pake acara pintu dibuka dan main jongkok sembarangan. Ckckck... ieu kumaha ieu...! Cenayang asli atau palsu yeuh?

Bisa, diambil kesimpulan bahwa si Cenayang tergolong orang mengerti, orang berpendidikan. Tapi, kenapa ia takut waktu ia ke WC? Bukankah ia bisa melihat mahluk halus itu. Apa yang mereka lakukan ketika terjadi padam listrik itu? Kenapa juga si Cenayang ketakutan ketika pipis di hari padam listrik itu?

Sebuah teka-teki.

Oya, kabarnya beberapa hari lalu ia bercerita pundaknya rasanya berat, menurutnya ia diglendotin mahluk halus, hingga pundaknya berat. Kemudian, mahluk halus itu turun dari pundaknya dan berdiri di dekat tong sampah persis di depan pintu masuk ke WC. Mahluk halus itu hanya berdiri dan memelototinya.

Hahhaha... Cenayang, hati-hati nanti si mahluk halus malah minta dikelonin lho!




Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


Jumat, 04 Maret 2016

Doa

 

 

Tuhan, aku ingin membeli mobil baru. Mobil lama kami banyak jajannya, rasanya lebih bijak kalau dijual saja dan menggantikannya dengan yang baru. Mungkin saat ini mobil Toyota Agya itu sudah cukuplah Tuhan untuk keluargaku. Lebih spesifiknya Agya  berwarna putih paling cocok di hati, tipenya kalau boleh pilih yang TRD S A/T itu kayaknya keren banget deh Tuhan. Biar tergolong LCGC (Low Cost Green Car) alias mobil murah  kata yang berduit   tapi bagiku masih mahal juga.

 

Tolong Tuhan wujudkan mimpiku ini. "Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil" (Lukas 1:37) dan "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya"  (markus 9:23 b).

 

Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.


Hasil gambar untuk gambar mobil toyota agya
Ini Tuhan mobil idamanku untuk keluargaku.




Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling




Jumat, 29 Januari 2016

Kebiasaan Baru



Ada kebiasaan baru yang akan diterapkan di rumah keluarga si boss di bulan pebruari ini. Kebiasaan itu adalah bersedekah tiap hari. 

Kebiasaan bersedekah ini ingin ia jadikan kebiasaan pada keluarga kecilnya. Tapi, bagaimana memulainya?

"Susah ya bersedekah setiap hari?" tanya ustadzah Sinta padanya.
"Iya bu susah, niatnya ingin memulai tapi bagaimana caranya ya bu? Bagaimana jika saya memulai  dengan cara sedekah itu saya taruh di celengan setelah sebulan baru sedekah itu saya serahkan? Apakah ini termasuk sedekah harian bu?" tanyanya.
"Ya itu hitungannya termasuk sedekah harian dan itu nggak masalah."

Demi mendukung niat sucinya ini, saya memberinya dukungan dengan cara membuatkannya celengan yang bertuliskan "Jalan Menuju Surga" sesuai dengan pesannya untuk menempelkan tulisan itu besar-besar di celengan tersebut, serta membuat daftar seluruh nama keluarga kecilnya.

Saya jadi teringat dengan "Keajaiban Sedekah"nya ustadz Yusuf Mansur yang fenomenal itu. Dari ustadz muda inilah pentingnya bersedekah ini sering digaungkan. Dan, ada model sedekah yang diputerin dulu, diputer di tempat yang aman.

Misalnya 100 orang masing-masing orang sedekah 20 ribu.  20 ribu dari 100 orang dikumpulin dulu. Dapetlah 2 juta. Lalu dibiayai dengan 2 juta itu 1 tukang bubur atau siomay atau bakso, atau apa saja yang bisa dibiayai. Maka 1 orang terangkat derajatnya. Dari nganggur menjadi berdagang.

Lalu 100 orang ini nitip program sama si tukang bubur ini. “Tolong ya Pak, tiap hari kasih 5 anak yatim, free 1 mangkok (total 5 mangkok).”

Sebulan si tukang bubur dagang, 150 orang bisa diberi makan free 1 mangkok bubur per orang. Jika si tukang bubur ini bisa dagang selama 1 tahun, maka 1800 orang bisa ikut mencicipi bubur tersebut. Dan keangkat pula harkat 1 orang.

Itulah salah satu the art of giving. Duit sedekah dikumpulin dulu, lalu disalurkan untuk pembiayaan ekonomi.

Begitu kata ustadz Yusuf Mansur. 

Dalam agama Kristen sebenarnya diajarkan juga yang namanya bersedekah. Seperti tertulis dalam :

Matius 6:1-4 (MILT)

"Perhatikanlah sedekahmu, supaya jangan melakukannya di hadapan manusia sehingga dilihat oleh mereka, dan jika tidak, kamu tidak memperoleh pahala di hadapan Bapamu yang di surga. Oleh karena itu, ketika engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkannya di hadapanmu, sebagaimana yang orang-orang munafik lakukan di dalam sinagoga-sinagoga dan di jalan-jalan agar mereka dimuliakan oleh manusia. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka telah menerima pahalanya. Namun engkau, selagi memberi sedekah, jangan biarkan tangan kirimu mengetahui apa yang tangan kananmu lakukan, sehingga sedekahmu itu ada dalam ketersembunyian, dan Bapamu yang melihat dalam ketersembunyian, Dia sendiri akan membalas kepadamu dalam keterbukaan."

Isa Al-Masih dan Injil mengajar agar sedekah diberi kepada semua orang, baik teman maupun musuh, baik orang percaya maupun orang tidak percaya. Orang Kristen tidak boleh membeda-bedakan. Jikalau orang memerlukan bantuan orang Kristen wajib membantu dia sedapatnya. 

Pemberi sedekah tidak menambah amal. Orang Kristen tidak diselamatkan oleh amal, ia diselamatkan oleh anugerah. Kita diselamatkan melalui iman (Efesus 2:7-8). Demikian pemberian sedekah itu sebagai tanda terima kasih kepada Allah dengan hati penuh sukacita (II Korintus 9:7).

Mendadak  sok agamis banget ah, tapi minimal itu postingan yang ingin saya bagi. Dan, semoga bermanfaat.



Salam,
Aunti "eMDi" Dazzling

Jumat, 02 Oktober 2015

Happy Batik Day


Gambar Google

Hai hai... selamat berjumpa kembali sahabat! Happy Friday!

Tadi pagi dalam perjalanan  kerja dari rumah di Lubang Buaya Jakarta Timur menuju Tangerang saya mendengarkan female radio, dari sang penyiar Ben Khasyafani, saya baru sadar kalau hari ini adalah Hari Batik Sedunia. Daripada melewatkannya begitu saja lebih baik saya menorehkan Hari Batik ini di sini.

SAYA SUKSES - THE SECRET

The Secret - Rhonda Byrne Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga ...