Translator

Rabu, 27 Juni 2018

Fase Kehidupan Baru


Pernah kepikiran gak, tiba-tiba saja lagi jalan-jalan ada orang yang menawari suatu tawaran menarik, yang ternyata tawaran tersebut adalah 'sesuatu' yang kita idamkan atau kita mimpikan sejak dulu?

Iya, pernah kepikiran seperti itu?

Kalau saya pribadi sih sering! 

Entah kenapa otak saya selalu 'menciptakan' adegan-adegan yang saya inginkan. Sebagai contoh, saya sering tuh ngebayangin ada orang tua kaya raya terus tiba-tiba ketemu saya, eehh dia menyukai saya - dalam artian bukan cinta lho - ia menganggap saya sebagai anaknya, terus saya dikasih mobil bagus deh! Hahhahaa.... itu sih maunya.

Atau, saya juga pernah kepikiran ketemu orang bule terus saya berbincang dengannya, kemudian ia bertandang ke rumah saya, ngobrol pakai bahasa Inggris, di scene itu bahasa Inggris saya oke banget! haha... itu mungkin mimpi saya yang belum tercapai ya, hingga saya sering punya pikiran seperti itu.

Ada juga saya kepikiran bisa keliling dunia, home stay bersama orang bule. Ngobrol cas cis cus Inggris, ah sedap banget!

Atau, saya ditawari menulis novel oleh sebuah penerbit papan atas, kemudian novel saya booming, lalu dibuat film, dan saya diundang diberbagai acara sebagai narasumber dari novel saya tersebut. Ah, sedap lagi!  ngayal boleh, tapi, jangan sombong deh!

Masih banyak "adegan2" dalam pikiran saya yang sering bersliweran dan berulang-ulang, persis kaset lawas yang disetel terus-menerus.

Oya, satu lagi, saya sering banget punya pikiran kalau my daughter ikut pertukaran pelajar, pertukaran pelajarnya ke Inggris, lalu orang tua ikut mendampingi. Dan, yang mendampingi anak saya itu tentu saja saya sendiri, hahaha itu emang mimpi besar saya.

Jika kelak dari pikiran-pikiran saya itu ada yang terwujud, apakah itu suatu kebetulan? Atau hidup memang rangkaian kebetulan-kebetulan yang sebenarnya sudah terangkai sejak kita ada?

Atau mungkin it's coincidence itu sebenarnya bukan coincidence sesungguhnya alias bukan kebetulan yang sebenarnya, tetapi mungkin itu merupakan hasil rangkaian passion hidup kita dari sejak dulu. Ya mungkin, sejak passion itu lahir dalam diri kita. 

Ngomong-ngomong, saya baru saja membaca artikel di metrotvnews.com tentang seorang perempuan berusia 56 tahun bernama Nicola Griffin yang didapuk menjadi  model di majalah Sports Illustrated Swimsuit Edition. Wow! Keren banget!

Bukan karena menjadi modelnya yang 'wow' itu, tetapi kesempatan yang datangnya tiba-tiba dan justru di usia yang tidak muda lagi, itu yang membuat saya takjub. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah lewat setengah abad itu ia justru mendapat tawaran pekerjaan yang menakjubkan. Begini ceritanya, ketika ia bersama dua anak kembarnya sedang mengantre di sebuah Bank lokal, tiba-tiba, seorang Sales Promotion Girl (SPG) produk rambut menawarinya melakukan tes dan pemotretan untuk program kampanye yang akan dilakukan perusahaan tersebut. Tawaran ini menjadi gerbang baginya untuk menjadi seorang model. Dan setelah itu, tawaran-tawaran lain pun berdatangan padanya. 

Apakah ini sebuah kebetulan?

Saya rasa tidak, karena ternyata jauh sebelumnya ketika ia remaja ia sering mengeksplorasi pakaian, make up, menjajal dunia modeling, fashion show lokal dan melakukan pemotretan untuk produk renda Nottingham serta mengagumi David Bowie dan Bryan Ferry. Menurut saya, ini merupakan mata rantai dari passionnya yang terwujud justru di usia senjanya. Bisa dibilang sebenarnya kesempatan yang ia dapat sesuai dengan passionnya sejak muda. Secara tidak sadar sebenarnya si  Nicola Griffin ini sudah mempunyai passion di dunia ini, dan passion inilah yang menggiringnya mendapatkan pekerjaan menjadi seorang model. Misal ia tidak mempunyai passion di dunia modeling bisa dipastikan ia akan menolak tawaran yang ia dapatkan ini. Tetapi, karena pada dasarnya jiwanya berada di situ, maka ia mau menyambut tawaran itu dengan suka cita. Saya percaya, alam akan mendukung kita jika kita berada tepat di tempat yang tepat. Sama seperti alam mendukung Nicola Griffin mewujudkan mimpi masa mudanya.
 
Ini dia Nicola Griffin


Sekarang, saya mau mencoba berandai-andai.

Waktu saya remaja, saya sangat suka dengan membaca dan menulis cerpen, meski cerpen yang saya tulis itu hanya dinikmati oleh diri sendiri atau paling tidak dibaca oleh kakak perempuan saya yang usianya sedikit di atas saya atau oleh teman sekolah saya yang suka cengar-cengir sendiri membaca tulisan saya yang mereka anggap lucu. Maklum, waktu usia remaja tulisan-tulisan asal saya itu biasanya berkategori lucu dan bodoh. Menulis tentang orang bule yang tidak bisa berbahasa Indonesia dan orang Indonesia yang gak bisa bahasa Inggris, ceritanya tentu saja saya plintar-plintir dibuat lucu. Kadang pula saya terinspirasi dari novelnya Hilma Hariwijaya si penulis "Lupus" yang sedang top-topnya saat itu. Atau, saya membuat cerpen remaja setelah membaca cerpen di majalah Anita-Cemerlang misalnya, hahaha itu memang majalah tahun jebot sukebot tapi di situlah saya mulai tertarik menulis cerpen. Saya pernah menulis sebuah cerpen remaja, menurut saya sih sudah okay banget, tapi tiba-tiba kakak perempuan saya bilang, "Nih cerpen bahasanya bagus banget tapi ceritanya terlalu ringan," katanya. Mendengar pendapatnya saya hanya senyum-senyum saja, habis jaman dulu belum tahu bagaimana caranya membuat sebuah cerita. Coba kalau dulu saya sudah tahu tehnik menulis cerpen/novel, aahh rasa-rasanya hidup saya bak 1000 tahun saja. Saya juga pernah menulis sebuah cerpen kemudian saya kirim ke salah satu majalah, cerpennya saya ketik lho, jaman dulu kan belum ada komputer seperti sekarang. Eeh tunggu punya tunggu, kabar cerpen saya itu bagai ditelan bumi saja, tak ada kabar berita dari si penerbit, atau mungkin alamat rumah saya nyelip entah ke mana. Singkat cerita, saya melupakan cerpen saya itu, meski ada juga tersisa rasa galau, tapi gak sampai putus asa juga sih. Suatu hari saya membaca cerpen di majalah yang saya lupa nama majalahnya, rasanya cerita di majalah itu sama persis dengan cerpen yang pernah saya kirim ke satu majalah itu. "Sial, nih cerita sama bener dengan cerita gue," sungut hati saya. Meski hati saya tercabik-cabik tapi saya tak bisa berkutik, lha wong jaman dulu masih bingung gimana caranya menanyakan hal seperti itu ke si penerbit/majalah, meski rasanya itu cerita saya, tapi saya gak punya bukti otentik. Kan setelah saya ketik itu cerita, saya kirim cerita itu tanpa difoto copy terlebih dahulu, gak kepikiran ketik pakai double-an karbon dulu kek atau bagaimana gitu, pokoknya naif, bodoh bin stupid banget deh saya. Males banget ya ngomongin kebodohan masa lalu, meski saat ini masih bodoh juga hahaha. Oya seingat saya, waktu jaman SD dulu saya juga pernah menulis cerpen yang ceritanya agak aneh bin weird gitu, tentang seorang perempuan yang tubuhnya berubah ditumbuhi bulu, tapi saat itu saya belum pernah nonton film Wolf, besar kemungkinan inspirasinya menulisnya bukan dari situ, entah dari mana ide cerita konyol tersebut.

Dari hal-hal di atas, saya juga gemar bahasa Inggris. Sayang, Inggris saya jeblok. Kepingin ikutan kursus takut bilang sama nyokap, jangan-jangan bukan diberi ijin ikut kursus bahasa, yang ada malah dimarahi. Hahaha... maklum saja, saat itu biaya kursus untuk kantong ortu saya tergolong mahal, apalagi biaya hidup hanya nyokap yang tanggung karena ayah saya sudah tiada, jadilah saya belajar bahasa Inggris memakai jurus warisan guru bahasa Inggris saya, menghapal setiap kata-kata baru yang saya temui. Misal, jika saya pergi ke sekolah saya akan melewati beberapa gedung bioskop, nah guru saya bilang, "Coba kamu lihat judul film yang diputar hari ini, apa judul filmnya," katanya suatu hari, "Lalu kamu artikan judul film tersebut. Jika kamu tidak tahu artinya kamu lihat kamus apa arti judul film itu," petuahnya lagi panjang lebar pada kami murid-muridnya yang mendengarkannya sambil mengangguk-angguk tanda setuju, meski pada akhirnya bisa dipastikan hanya satu-dua murid saja yang melaksanakan petuahnya, salah satunya tentunya saya. Pada masa itu cinema paling sering memutar film luar berbahasa Inggris. Ketika saya di dalam bus DAMRI menuju sekolah SMAN 4 Bandung yang letaknya di jalan Gardujati itu, saya akan memilih duduk di sebelah kanan karena letak bioskop rata-rata sebelah kanan, jika saya harus duduk di sebelah kiri maka kepala saya akan tetap menengok ke arah kanan. Jadi, jika sekarang posisi kepala saya sedikit miring ke kanan enggak lurus, mungkin itu akibat saya terlalu banyak mengamalkan petuah guru saya, hahaha gak deng becanda. ^-^

Nah, dari rangkaian cerita saya di atas bisa ditarik benang merahnya dong, bahwa passion saya adalah MENULIS dan BAHASA INGGRIS. Meski begitu, sampai saat ini saya enggak jago-jago juga nulis maupun ngomong Inggris ckckc kemana saja sih bu?

Karena sekarang saya sedang berandai-andai ngayal dulu ya  jadi boleh dong saya mewujudkan semua impian saya itu. glek :)

Minggu lalu saya mendapat tawaran gratis home stay di negri Inggris bersama anak perempuan saya yang cantik dan cerdas itu, dan satu kejutan besar lainnya adalah saya mendapat tawaran menulis dari penerbit besar. "Yes, my dream come true!" teriak hati saya girang tiada tara. Seperti si ibu Nicola Griffin itu yang mimpinya terwujud justru di usia senjanya, saya pun mendapatkan tawaran-tawaran ini justru di usia saya yang ENGGAK muda lagi ini. Semua mimpi-mimpi saya itu terwujud. Wouw that's amazing! bim salabim abrakadabra

Tapi cerita barusan di atas itu baru khayalan saya saja belum kenyataan, kenyataan sesungguhnya tinggal selangkah di depan saya loh, hehe... hopefully i will. Make a wish, sist!

Andai saat ini semua passion saya bisa terwujud dan saya mempunyai kesempatan seperti si ibu bule itu, saya rasa itu memang destiny - takdir gue gitu - dan mungkin itu adalah rangkaian dari coincidence dan passion saya tentunya. Passion dan coincidence  itu tepat bertemu di satu titik yang dinamakan Destiny dan alam mendukung itu.

Itu fase kehidupan baru saya. Semoga. Amin. 



Note : Tulisan ini diambil dari : Blog saya yang lain "Surat dari Auntie Dazzling"





Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


Selasa, 26 Juni 2018

Lazy to Do Anything



Wakwauuwwwww


Itu kata yang tepat untuk rasa yang tidak baik ini.

Kira-kira enaknya kita kasih emoji gimana ya?

Kalau gini ?











Atau gini aja deh, biar si malas kesel terus buru-buru deh ngejauh and kabuuurrr.














Hahaha, terserah aja deh! Intinya kalau lagi malas melakukan sesuatu mendingan :

1. Nulis
2. Nulis
3. Nulis
4. Baca
5. Baca
6. Baca


Dijamin deh yang tadinya males ngerjain sesuatu, yang ada cuma nulis-nulis dan baca-baca doang hahaha



Note : Buatlah si malas gak betah lama-lama numpang tidur di rumah. Go out Lazy!!



 Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


 



Jumat, 22 Juni 2018

Mimpi-mimpi Gue



Pinjem kata-katanya eyang Walt Disney  (gambar : credit google)
Haha,

Hari ini gue cuma pengen nulis mimpi-mimpi gue di sini. Harapan terbesar : Mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. 

Sombong amat!

Eeiit, ini bukan sombong! Ini adalah Dream. Mimpi. Dan, mimpi itu harus diwujudkan.

Mimpi lo ketinggian!

Gak apa-apa. Punya mimpi memang harus tinggi, bray! Jangan kecil-kecil. Kecil-kecil mah bukan mimpi, tapi itu mah receh. Haha, maaf ya buat yang enggak berani punya mimpi. Bagi gue, gue harus punya mimpi dulu. Biar alam mencatatnya dan mengabulkan mimpi-mimpi gue tersebut. Dengan mimpi pula gue jadi punya tujuan. 

Tujuannya?

Jelas! Tujuannya mewujudkan mimpi!

Sampai di sini paham? Gue yakin kalian semua sudah pada paham. 

Catet!

1. Mimpi 1 : Around The World

Caranya : Go abroad dulu ke negara-negara tetangganya Indonesia : Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam. Lanjut agak jauhan lagi : Maladewa, Nepal, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Mianmar, India, Jepang, Korea. Hmmm, Korea-nya,Korea Selatan aja ah, kalo ke Korea Utara skip aja dulu. Boleh ditambahin China, dan  Hongkong (eemm sebenarnya, Hongkong bagian bagian dari Cina juga kan?) Ok. Yups! After that, bisa ke Autralia, lalu negara-negara di Eropa, Amerika dan Afrika. Kenyataannya, negara mana dulu yang menjadi tujuan, itu bebas saja. Sesuai ke mana arah mata angin menuju, ke situ saya akan melangkah #jiaahh, itu sih slogan uang kaget. Biarin wew! Tidak ada pakem ke mana harus lebih dulu. Yang ada, ke negara mana saat itu gue dapat tiket promo, hehe 😃
Tunggu gue di sana ya  💓

2. Mimpi 2 : Punya Karya Tulis alias "Buku Sendiri"

Caranya : Mulai menulis! Terserah deh menulis apa, mau cerpen, novel atau malah menulis biografi. Biar tulisan gue enak dibaca, sebaiknya gue kudu belajar menulis dari mba Ari Kinoysan Wulandari, Nah kalo mau bisa nulis biografi, kayaknya gue harus nyantri nulis ke pakarnya menulis biografi, seperti : Mas Anang YB. 
Tunggu terbit buku gue ok  💓

3. Mimpi 3 : Punya Rumah yang "Home Sweet Home"

Caranya : Belum tahu! Mungkin dimulai dengan punya pohon uang dulu. Nah, punya pohon uangnya bagaimana? Ini sedang tahap penjelajahan, bagaimana dapat pohon uang. Sekarang kan jamannya Millineal, segalanya serba canggih, jadi gue harus banyak belajar bertranformasi dari konvensional ke digital. Belakangan gue mulai searching mendapatkan pohon uang yang sesuai dengan selera gue. Sempet kecantol Bukareksa di Bukalapak.com, terus ke koinworks.com. Sebenernya dari 2 tempat ini juga ada hasilnya, cuma kalau modalnya kecil, untungnya kecil bingiiitt hehe
Jadi? Ya, itu dulu deh kumpulin duit dari pohon-pohon uang tadi.
Gue tunggu elo semua di "our castle"  welcome  👐 

4. Mimpi 4 : Punya Mobil Idaman

Nah, kalo yang satu ini sebenernya sudah kesampaian, cuma pengen ganti mobil saja jadi mobil baru gitu. Gue pernah nulis mimpi gue yang satu ini di sini. Saat itu gue yakin banget paling lama akhir tahun 2017 gue udah punya mobil baru, tapi kenyataannya gue gak bisa beli atau nyicil, yang ada my hubby dapet aventaris mobil baru dari perusahaan di akhir tahun 2017. Mobilnya asli baru, langsung diantar ke rumah dari dealer. Mungkin ini adalah jawaban Tuhan juga atas doa dan mimpi gue tadi. Meski mobil itu datangnya enggak langsung ke gue, tapi tetep itu adalah salah satu mimpi gue yang sudah Tuhan genapi. Gue sih bersyukur aja meski belum punya mobil baru milik sendiri, tapi Tuhan sudah kasih mobil aventaris tadi buat kita sekeluarga. Yey, thanks God 💖


Bagaimana dengan mimpi-mimpi lainnya?

haha, pastinya gue masih harus tetap punya mimpi, dan mulai merealisasikannya satu-persatu.

Bagaimana dengan kalian semua?

Yuk, mulai merancang mimpi.



Jika kita punya mimpi :

Alam mendukung
&
Tuhan menggenapi



Hasil gambar untuk gambar orang menggapai mimpi





Note : Hidupkan mimpimu, biar hidup lebih hidup 💓


Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling



Kamis, 08 Maret 2018

Hari Perempuan Internasional 2018


Hari ini, 8 Maret 2018 halaman Google menampilkan Doodle unik. Entah lah apa itu namanya. Cerita bergambar kah? Sempat cari tau dan dapat info dari Kompas.com ternyata Doodle hari ini yang memperingati "Hari Perempuan International 2018" ini temanya  Serial Narasi Visual yang Interaktif hasil karya dari 12 Seniman. Mungkin seniman perempuan ya, soalnya kan tentang Hari Perempuan International. 

Yang penasaran Klik di sini 

Kalau kita ngeklik doodle hari ini, yang muncul narasi visual yang bercerita kisah-kisah perjuangan seorang perempuan. Narasinya sendiri beragam, ada yang berdasarkan pengalaman personal, sosok tertentu, maupun peristiwa yang berdampak pada kehidupan kaum perempuan sehari-hari. Setiap seniman menceritakan kisah yang unik, namun temanya Universal.

Untuk memudahkan saya mengingat siapa saja seniman-seniman yang berkontribusi di doodle ini, saya menuliskannya di sini. Just Chek it out.

1. Usia dan Tahapan  (Chihiro Takeuchi)
2. Tanah Air  (Saffa Khan)
3. Cinta  (Laerte)
4. Kotak  (Francesca Sanna)
5. Kemenangan Ntsoaki  (Karabo Poppy Moletsane)
6. Percaya  (Philippa Rice)
7. Aarthi yang Luar Biasa  (Isuri)
8. Menit  (Tillie Walden)
9. Berbagi Kebaikan  (Tunlaya Dunn)
10. Di Atas Atap  (Kaveri GopalaKrishan)
11. Nov 1989  (Anna Haifisch)
12. Bibiku yang Bahagia  (Esteli Meza)

Menurut saya kamu perlu penasaran, seberapa unik kah doodle 08 Maret 2018 ini. Lebih baik klik langsung ke sini. Dijamin kalian bakalan punya wawasan dan pengalaman baru. 

Gak percaya? 

Buktikan!



Note : Perempuan itu punya berjuta makna.



Jakarta, 08 Maret 2018


Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling


              👩
Adapun konsep doodle-Hari Perempuan Internasional ini unik, berbeda dari yang sudah-sudah. Google menggandeng 12 seniman untuk membuat serial narasi visual yang interaktif dan apik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Perempuan Internasional, Google Pasang "Doodle" Unik", https://tekno.kompas.com/read/2018/03/08/06271407/hari-perempuan-internasional-google-pasang-doodle-unik.
Penulis : Fatimah Kartini Bohang
Editor : Reska K. Nistanto
diperingati setiap 8 Maret. Google turut merayakannya dengan memasang doodle pada laman mesin pencari. Adapun konsep doodle-Hari Perempuan Internasional ini unik, berbeda dari yang sudah-sudah. Google menggandeng 12 seniman untuk membuat serial narasi visual yang interaktif dan apik. Narasinya sendiri beragam, ada yang berdasarkan pengalaman personal, sosok tertentu, maupun peristiwa yang berdampak pada kehidupan kaum perempuan sehari-hari. Anda bisa membaca 12 narasi terkait Hari Perempuan Internasional dengan berkunjung ke laman mesin pencari Google. Selanjutnya klik doodle untuk membaca 12 kisah berbeda dengan gaya visual yang berbeda pula. “Setiap seniman menceritakan kisah yang unik, tetepi temanya universal,” begitu tertulis pada laman Google Doodle, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (8/3/2018). Google berharap perpaduan visual dan teks yang kuat pada serial doodle-nya kali ini bisa meningkatkan ikatan emosi, empati, dan semangat sesama kaum perempuan di Hari Perempuan Internasional. Lantas, seperti apa awal-mula Hari Perempuan Internasional? Pada 8 Maret 1857, seorang buruh perempuan dari pabrik tekstil melakukan demonstrasi di New York, Amerika Serikat. Ia menyuarakan keluhan dan harapan, di antaranya terkait upah buruh perempuan yang dinilai masih di bawah rata-rata. Keberaniannya dalam berpendapat menginspirasi perempuan-perempuan lain. Pada 1917, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai hari libur nasional di Soviet. Lalu pada 1977, perayaan Hari Perempuan Internasional diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak kaum hawa dan mewujudkan perdamaian dunia. PenulisFatimah Kartini Bohang EditorReska K. Nistanto Tag: Google Doodle doodle hari perempuan internasional Berita Terkait Tahun Baru Imlek, Google Rayakan dengan "Doodle" Anjing Kamera Pintar Google Lens Disebar ke Semua Android Yuk, Jalan-jalan Gratis ke Disneyland Via Google Maps Komentar Ada 0 komentar untuk artikel ini Kompas.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Terkini Lainnya Snapchat Dikabarkan Bakal Mem-PHK 100 Pegawai Snapchat Dikabarkan Bakal Mem-PHK 100 Pegawai e-Business 08/03/2018, 10:49 WIB Ponsel Android Bakal Jadi Mouse dan Keyboard Komputer? Ponsel Android Bakal Jadi Mouse dan Keyboard Komputer? Software 08/03/2018, 09:42 WIB Pendiri Microsoft Temukan Bangkai Kapal Induk Perang Dunia II Pendiri Microsoft Temukan Bangkai Kapal Induk Perang Dunia II e-Business 08/03/2018, 09:37 WIB Tumblr Punya 'Safe Mode', Mengapa Tetap Diblokir? Tumblr Punya "Safe Mode", Mengapa Tetap Diblokir? Internet 08/03/2018, 08:06 WIB Hari Perempuan Internasional, Google Pasang 'Doodle' Unik Hari Perempuan Internasional, Google Pasang "Doodle" Unik Internet 08/03/2018, 06:27 WIB Balita Bikin iPhone Orang Tua Terkunci 47 Tahun Balita Bikin iPhone Orang Tua Terkunci 47 Tahun Gadget 07/03/2018, 19:44 WIB Yuk, Jalan-jalan Gratis ke Disneyland Via Google Maps Yuk, Jalan-jalan Gratis ke Disneyland Via Google Maps Internet 07/03/2018, 18:21 WIB Ada 360 Akun Tumblr Berbau Asusila yang Ditemukan Kominfo Ada 360 Akun Tumblr Berbau Asusila yang Ditemukan Kominfo Internet 07/03/2018, 17:48 WIB Bos Xiaomi “Pastikan” Gelang Pintar Mi Band 3 Bos Xiaomi “Pastikan” Gelang Pintar Mi Band 3 Gadget 07/03/2018, 17:13 WIB Tumblr Diblokir di Indonesia, Ini Penjelasan Kominfo Tumblr Diblokir di Indonesia, Ini Penjelasan Kominfo Internet 07/03/2018, 16:43 WIB Pengguna Aktif WeChat Dekati WhatsApp Pengguna Aktif WeChat Dekati WhatsApp Software 07/03/2018, 16:13 WIB 8 Pengembang Game Indonesia Ikuti Pameran di AS 8 Pengembang Game Indonesia Ikuti Pameran di AS e-Business 07/03/2018, 15:14 WIB iPhone 6S Dipasangi Baterai Baru, Sekencang Apa? iPhone 6S Dipasangi Baterai Baru, Sekencang Apa? Gadget 07/03/2018, 14:34 WIB Kamera Pintar Google Lens Disebar ke Semua Android Kamera Pintar Google Lens Disebar ke Semua Android Gadget 07/03/2018, 12:37 WIB BlackBerry Tuduh Facebook, WhatsApp, Instagram Jiplak BBM BlackBerry Tuduh Facebook, WhatsApp, Instagram Jiplak BBM e-Business 07/03/2018, 10:14 WIB Load More Terpopuler 1 Ini Dia 10 Smartphone dengan Kamera Terbaik Dibaca 69.635 kali 2 "Penemu" Bitcoin Dituntut Rp 140 Triliun Dibaca 64.120 kali 3 Promo iPhone 5S Seharga Rp 700.000 Bikin Rusuh Dibaca 59.693 kali 4 Kamera Pintar Google Lens Disebar ke Semua Android Dibaca 52.389 kali 5 Galaxy S9 Rebut Mahkota Ponsel Layar Terbaik dari

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Perempuan Internasional, Google Pasang "Doodle" Unik", https://tekno.kompas.com/read/2018/03/08/06271407/hari-perempuan-internasional-google-pasang-doodle-unik.
Penulis : Fatimah Kartini Bohang
Editor : Reska K. Nistanto
diperingati setiap 8 Maret. Google turut merayakannya dengan memasang doodle pada laman mesin pencari. Adapun konsep doodle-Hari Perempuan Internasional ini unik, berbeda dari yang sudah-sudah. Google menggandeng 12 seniman untuk membuat serial narasi visual yang interaktif dan apik. Narasinya sendiri beragam, ada yang berdasarkan pengalaman personal, sosok tertentu, maupun peristiwa yang berdampak pada kehidupan kaum perempuan sehari-hari. Anda bisa membaca 12 narasi terkait Hari Perempuan Internasional dengan berkunjung ke laman mesin pencari Google. Selanjutnya klik doodle untuk membaca 12 kisah berbeda dengan gaya visual yang berbeda pula. “Setiap seniman menceritakan kisah yang unik, tetepi temanya universal,” begitu tertulis pada laman Google Doodle, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (8/3/2018). Google berharap perpaduan visual dan teks yang kuat pada serial doodle-nya kali ini bisa meningkatkan ikatan emosi, empati, dan semangat sesama kaum perempuan di Hari Perempuan Internasional. Lantas, seperti apa awal-mula Hari Perempuan Internasional? Pada 8 Maret 1857, seorang buruh perempuan dari pabrik tekstil melakukan demonstrasi di New York, Amerika Serikat. Ia menyuarakan keluhan dan harapan, di antaranya terkait upah buruh perempuan yang dinilai masih di bawah rata-rata. Keberaniannya dalam berpendapat menginspirasi perempuan-perempuan lain. Pada 1917, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai hari libur nasional di Soviet. Lalu pada 1977, perayaan Hari Perempuan Internasional diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak kaum hawa dan mewujudkan perdamaian dunia. PenulisFatimah Kartini Bohang EditorReska K. Nistanto Tag: Google Doodle doodle hari perempuan internasional Berita Terkait Tahun Baru Imlek, Google Rayakan dengan "Doodle" Anjing Kamera Pintar Google Lens Disebar ke Semua Android Yuk, Jalan-jalan Gratis ke Disneyland Via Google Maps

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Perempuan Internasional, Google Pasang "Doodle" Unik", https://tekno.kompas.com/read/2018/03/08/06271407/hari-perempuan-internasional-google-pasang-doodle-unik.
Penulis : Fatimah Kartini Bohang
Editor : Reska K. Nistanto

Rabu, 07 Februari 2018

Dilan 1990


Ini adalah hutan rindu, sungai yang mengalir, dan laut yang berdebur


Iqbal jago buat baper kaum hawa *gue maksudnya?!


Film Dilan 1990 yang tayangnya dimulai tgl. 25 Januari 2018, total hari ke-13 penontonnya sudah mencapai sudah mencapai 4.166.000 penonton. Keren!

Kalau kamu tanya, Sudah nonton? Saya sih sudah. Mau lagi malah. Gak bosen? Gak tuh. Mau dan mau lagi. Seperti candu.

Film yang diadaptasi dari novel laris karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku 1990 memang film biasa. Boleh dibilang biasa banget. Tapi, tapi, tapi, dibalik biasa ini ternyata punya potensi tersembunyi yang luar biasa. Bisa jadi, ini semua berkat delivery actingnya Iqbal Ramadhan (Dilan) dan Vanessa Pricilla (Milea Adnan Hussein) yang cukup ciamik, yang mampu buat baper semua yang nonton.

Film yang dibintangi oleh Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, yang didapuk memerankan sosok Dilan dan Vanessa Pricilla (Milea Adnan Hussein) itu memang bisa dibilang 'fenomenal'. Bayangin aja, film yang bercerita tentang romansa anak SMA ini ternyata tidak hanya bisa dinikmati oleh anak-anak abg saja, tapi tante-tante sampe emak-emak kekinian pastinya tau, dan kalo ditanya "Sudah nonton Dilan 1990?" bisa dipastikan jawabannya : "SUDAH!"


Waktu baca novelnya ceritanya sih biasa aja, tapi entah mengapa pengen cepet-cepet habisin tuh novel. Ringan. Menarik. Quote-nya bikin baper. Tokoh Dilan dibuat cukup sempurna oleh Pidi Baiq. Leluncon-lelunconnya sebenernya enggak terlalu baru, yang buat kesengsem sama ini novel mungkin kata-kata Si Dilan yang boleh dibilang 'sesuatu' banget. Bisa dijadiin panduan buat cowok-cowok yang lagi gebet cewek. 

Sekedar pelengkap tulisan, di bawah ini ada sinopsisnya (haha, kayaknya udah enggak 'ngehit' lagi ya, secara novel ini sudah duluan booming sejak awal terbit. Tapi, biarin deh, siapa tahu ada yang belum tau isi ceritanya. So, cekidot.


Sinopsis Novel Dilan- Cinta, walaupun sudah berlalu sekian lama, tetap saja, saat dikenang begitu manis.
Milea, dia kembali ke tahun 1990 untuk menceritakan seorang laki-laki yang pernah menjadi seseorang yang sangat dicintainya, Dilan.
Laki-laki yang mendekatinya (milea) bukan dengan seikat bunga atau kata-kata manis untuk menarik perhatiannya. Namun, melalui ramalan seperti tergambarkan pada penggalan cerita berikut :
“Aku ramal, nanti kita bertemu di kantin." – Dilan -hlm. 20
Tapi, sayang sekali ramalannya salah. Hari itu, Miela tidak ke kantin karena ia harus membicarakan urusan kelas dengan kawan-kawannya. Sebuah cara sederhana namun bikin senyum dipilih Dilan untuk kembali menarik perhatian dari Milea. Dian mengirim Piyan untuk menyampaikan suratnya yang isinya :
“Milea, ramalanku, kita akan bertemu di kantin. Ternyata salah. Maaf, tapi ingin meramal lagi : besok kita akan bertemu." – Dilan – halaman. 22
Tunggu, besok yang dimaksud oleh dilan itu adalah hari minggu. Ngga mungkin, kan mereka bertemu? Namun, ternyata ramalannya kali ini benar. Dilan datang ke rumah Miela untuk menyampaikan surat undangannya yang isinya :
Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagiPenyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada : Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu." – Dilan – hlm. 27
Hal-hal yang sederhana ini nyatanya dapat membuat Milea tersenyum, dan perlahan mulai menaruh perhatiannya kepada Dilan. Sampai-sampai, sebentar dia lupa, ada Beni yaitu pacarnya yang berada di Jakarta.
Milea tak mau kehilangan Dilan. Baginya, Dilan seperti sesuatu yang selalu dapat membuat hari-harinya penuh warna. Tapi, dia tampak sangat jahat pada Dilan, karena dia mau untuk menerima perhatian dari Dilan, padahal dia sudah ada yang memiliki.
Sampai pada waktu milea memutuskan hubungannya dengan beni, pacarnya di jakarta. Ia cowok yang sangat emosian dan manja. Karena suatu hal yang ga perlu dijelaskan. Semenjak itu hubugan Dilan dan Milea semakin erat saja. 

Selanjutnya, tonton filmnya deh atau baca  novelnya, biar berasa dunia milik "Aku dan Dilan", eh salah! 💔




Jakarta, 23 Maret 2018

Maaf, ini tulisan baru sempat diposting, ngendon di draft kelamaan. Kemaren-kemaren gue kemana ya? #jedotin jidat


Note : Selesaikanlah selalu tulisanmu, hingga menjadi sebuah bacaan. Jangan biarkan tulisan itu terbengkalai di draft! (ingetkan diri)


Info : Sampai hari ke-39 film Dilan tembus sampai 6.243.703 penonton. Two Thumbs buat semua. 







Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling




 

SAYA SUKSES - THE SECRET

The Secret - Rhonda Byrne Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga ...