Translator

Senin, 06 Agustus 2012

Ketika Si Malas Menginap

Kemalasan lagi benar-benar menghampiri saya kembali untuk kali ini dan entah untuk kali kesekian saya kembali terlena dengan kemalasan ini. Kehadiran si malas ini berawal dari aktifitas kerja saya di kantor yang kejar tayang alias date line, padatnya pekerjaan saya ini membuat saya tidak bisa sama sekali meluangkan sedikit saja waktu untuk menulis padahal saya punya satu bahan tulisan yang menurut saya cukup menarik untuk saya tulis, karena jika saya mengingatnya saja itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga, ya ceritanya apalagi  jika bukan sekitar buah hati saya yang sedang lucu-lucunya itu yang baru saja saya masukan ke International Language Programs (ILP) dan itu sebenarnya bisa menjadi satu bahan tulisan buat saya di blog ini, tapi sayang di sayang saya belum juga bisa menuliskannya sampai dengan saat ini, terus kapan ya ? hehe kita tunggu saja semoga saya bisa segera berbagi cerita itu disini dan semoga otak saya masih bisa menguraikan cerita tersebut dengan runut  # insya Allah


Karena saat ini saya lagi kedatangan tamu istimewa yaitu si "malas", dan sebenarnya saya juga tidak mengudangnya secara pribadi untuk datang berkunjung dan tanpa saya duga ia sudah mengajukan diri untuk menginap selama beberapa lama,  katanya "saya mau menginap, dan entah untuk berapa lama saya akan menginap disini" bisiknya tanpa beban # Alamaak.  Sebenarnya saya kaget juga mengapa ia doyan sekali ngendon ditempat saya ini, apa karena tempatnya yang nyaman untuk ia bisa bersantai-santai disini atau saya yang terlalu menjadikan ia Raja jika ia sedang bertandang sehingga ia jadi betah dan ogah pulang # ah saya tidak tau  tapi dari semuanya ini jelas sekali saya jadi terikat olehnya dan belum bisa melepaskan diri darinya  # somebody help me !!


Maunya Bobo teyus  Zzzzz rrrrrr ......

Akibat kunjungan si malas inilah akhirnya saya benar-benar meruntuhkan Resolusi saya sendiri. Resolusi yang telah saya canangkan untuk tahun ini adalah minimal menghasilkan satu tulisan dalam satu minggu ya kalau bisa lebih akhirnya tak terpenuhi sama sekali, bahkan bulan Juli lalupun saya sama sekali tidak menghasilkan satu tulisanpun. Tragis. 


Jadi siapa sebenarnya yang harus disalahkan ? saya tidak tau. Puyeng ***.
Mungkin jawaban yang paling bijak adalah menunjuk hidung saya sendiri.


Salam
Cha2

Jumat, 29 Juni 2012

Selamat Datang Indonesia

Namanya Cha Cha usianya baru menginjak 3 tahun. Mengenal kata "Indonesia" baru sejak tahun dua ribu sebelas lalu waktu rame-rame ada pertandingan Sepak Bola Sea Games 2011. Awalnya saya terkejut waktu pertama kali mendengar ia berkata "Indonesia" sambil berteriak, tau darimana kata tersebut pikir saya saat itu. Sejak ia mengenal kata "Indonesia" hampir setiap hari ia meneriakannya dengan penuh semangat, teriakannya tersebut memaksa saya untuk memperhatikan tingkah lakunya yang lucu dan menggemaskan itu, ternyata setiap ia meneriakan kata Indonesia ia akan mengalungkan sebuah gantungan kunci motor milik ayahnya pada lehernya, selidik punya selidik ternyata ia melihat para officer sepak bola pada Sea Games 2011 di televisi yang pada dadanya tergantung kartu tanda pengenal yang mungkin dalam persepsi seorang Balita sama dengan gantungan kunci milik ayahnya. Jadi geli, Ah lucunya ini anak.

Setelah saya menjadi paham mengapa ia selalu meneriakan kata “Indonesia” sambil mengalungkan gantungan kunci tersebut, akhirnya saya mencoba untuk memberi pengertian padanya tentang kata Indonesia ini. Saya mencari formula yang mungkin mudah di pahami oleh seorang Balita dan saya menunjukan gambar bendera merah putih padanya. Ketika saya menunjukan padanya gambar bendera tersebut sambil berkata “Ini Indonesia” dengan cepat ia berkata “That’s a flag mom” katanya dengan mimik kurang mengerti mengapa saya mengatakan gambar bendera itu dengan kata Indonesia, memang sejauh ini saya mengajarkan gambar bendera dengan kata flag dan sekarang saya mengatakan bahwa flag itu Indonesia, ini yang membuat ia tidak paham.  “Iya sayang, it’s a flag - ini bendera” kata saya kemudian “Ini bendera Indonesia sayang” jelas saya dengan harapan ia bisa paham dengan penjelasan saya, beruntung saya melihat mimik wajahnya yang lucu itu tersenyum sambil berkata “Indonesia’s flag - Bendera Indonesia” teriaknya dengan riang. Anak yang cerdas hati saya bergumam bahagia.

Kejadian ini cukup menggelitik saya untuk lebih memperkenalkan kata Indonesia padanya, tapi dengan cara bagaimana saya belum tahu juga dan belum menemukan caranya.

Suatu hari kami akan menghadiri acara resepsi pernikahan seorang teman, saat itu saya dan suami memakai batik yang seragam dan sayapun telah mempersiapakan baju batik baru buat buah hati saya tercinta. Ketika kami tengah berdandan anak kami ini berkata “Mom, kok ayah and mommi bajunya sama” katanya sambil menunjuk kearah pakaian kami. Saya tersenyum padanya, kemudian segera menciumnya dan berkata “Ini pakaian orang Indonesia” kata saya dengan ringan dan tanpa saya duga ia berkata “Kok punyaku warnanya beda sih mom, tapi ada gambar flowernya” katanya lagi, saya hanya membalas dengan senyuman, dan tiba-tiba ia  bertanya lagi "Mom kalau flowernya Indonesia itu apa ?" tanyanya lagi dengan penuh  rasa penasaran. Saya terdiam tak bisa menjawab. "Nanti ya nak, kita cari di toko buku gambar bunganya orang Indonesia" kata saya berjanji untuk menghindari jawaban saya yang takut salah.

Setelah kejadian diatas tadi saya menjadi sadar bahwa pengetahuan saya akan Indonesia ini sangat minim sekali baik pengetahuan budaya, bahasa, alam, flora & faunanya maupun pariwisatanya sehingga ini cukup membuat saya malu hati.
karena anak saya inilah akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu bunga apa saja yang mewakili bangsa Indonesia ini, dan tak dinyana ternyata bunga-bunga tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bunga yang  adalah "Bunga Nasional" yang mewakili karakteristik bangsa Indonesia itu ternyata ini :

Bunga melati putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa
Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona dan
Bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka.

Waah saya merasa sangat beruntung memiliki buah hati yang cerdas, gara-gara dia sekarang saya menjadi tahu bunga nasional kita, malu kan kalau ada orang asing bertanya tentang "Bunga Nasional" bangsa kita dan saya tidak tahu jawabannya. Terimakasih ya sayang.

“Mom, aku gak mau nonton Magic English” katanya suatu hari. “Kenapa nak?” tanya saya penasaran, anak saya ini memang sejak kecil sudah saya perkenalkan dengan bahasa Inggris dengan cara saya menyetelkan CD atau DVD berbahasa Inggris atau menyediakan buku-buku berbahasa Inggris, bukan bermaksud agar ia tidak cinta Bahasa Ibu "Indonesia" tetapi semata-mata tujuan utama saya cuma satu agar ia mampu menguasai dua bahasa sekaligus tanpa kesulitan, anak Indonesia kan harus cerdas pikir saya saat itu.  “Aku maunya nonton Unyil aja” katanya kemudian,   “Kenapa begitu?” tanya saya lagi tambah penasaran, “Kata kakak Topan aku kan orang Indonesia, kalau orang Indonesia nontonya  Unyil” katanya lagi lebih panjang lebar. Saya tertegun. Bingung. Belajar bahasa Inggris bukan berarti tidak cinta pada bahasa sendiri, bagaimana cara yang tepat menjelaskannya pada anak sekecil dia - saya galau.

Ternyata kata Indonesia ini begitu menjadi lekat di hati anak saya, bukan saya tidak suka tetapi memang terlihat menjadi berlebihan. Setiap hari ia selalu ingin dibacakan buku bacaan yang berbahasa Indonesia, jika saya membacakan yang berbahasa Inggris ia akan menolaknya dan kemudian saya akan menuruti kemaunnya. Suatu hari ia membawa buku pada saya dan berkata "Mom, can you read this book ?", tanyanya sambil menyodorkan buku yang sehari kemarin baru saja saya membelinya di toko buku. "Ya", jawab saya. "Please baca mom", pintanya. Saya menuruti permintaannya dan membacakan isi buku yang bercerita tentang "Si Kancil dan Pak Tani". Sebenarnya ia sudah memiliki buku yang sama dengan versi bahasa Inggris tapi entah mengapa ia masih sangat antusias mendengar cerita "Si kancil dan Pak Tani" ini dalam versi bahasa Indonesia. Kecintaannya akan bahasa Indonesia ini membuat saya mulai membeli buku yang berbahasa Indonesia. Ternyata bahasa Indonesia itu mungkin sangat enak didengar ditelinganya, sehingga ia begitu terpesona dengan bahasa Ibu-nya sendiri bahasa Indonesia, hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Saya rasa orang yang Paling Indonesia dikeluarga kami ya dia. Ia yang membuat kami semua sadar akan kecintaan pada Ibu Pertiwi Indonesi. Momi bangga sama kamu nak.

Bulan Maret lalu kami sekeluarga pergi ke Singapore, ketika kami telah sampai di Changi Airport kami memasuki pemeriksaan passpor di Imigrasi, tibalah giliran saya, saya  memegang anak saya sambil menghampiri petugas imigrasi tanpa saya duga ia berteriak "Indonesia datang - Indonesia is coming" semua orang menengok ke arah kami memandang sambil tersenyum, anak saya berteriak dalam dua bahasa - bahasa Indonesia & bahasa Inggris - saya tersenyum , petugas imigrasipun tersenyum dan berkata "Selamat datang Indonesia" katanya dengan ramah. Ada setetes kebanggaan dalam hati saya bahwa anak saya bangga dengan Negerinya sendiri Indonesia. Selamat Datang Indonesia Kecilku bisik hati saya bangga.


Buat buah hatiku tercinta : Cha2



Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog “Paling Indonesia” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.org bekerjasama dengan Telkomsel area SUMALPUA ( Sulawesi Maluku Papua )

Jumat, 15 Juni 2012

Menyebar Uang

 
I'm broke! ya, saya lagi bokek saat saya teringat dengan solusi penangkal si bokek ini. Bertemu dengan yang namanya "bokek" memang sangat-sangat tidak nyaman, saya rasa setiap orang yang pernah mengalaminya pasti akan merasakan hal yang sama , tapi bagi yang tidak pernah mengalami mungkin tidak akan pernah tau bagaimana rasanya bokek. Gara-gara si bokek inilah saya menemukan solusi yang cukup jitu untuk menangkal kehadirannya. Solusinya seperti apa, yuk ikuti pengalaman saya.
 
Kehabisan uang seringkali datang tanpa saya duga, sebenarnya ini disebabkan ketidak disiplinan saya dalam mengelola keuangan. Kehadiran si bokek yang tidak diundang ini menyebabkan saya harus berfikir bagaimana cara menyelamatkan uang yang seharusnya cukup itu tetap pada posisinya dan tidak membuat saya menjadi kedodoran. Ketidak disiplinan ini berawal dari uang yang berada di satu lokasi saja yaitu di dompet belanja. Karena berada di satu lokasi maka uang tersebut menjadi terlihat cukup banyak padahal itu semua adalah uang untuk biaya hidup sehari-hari selama satu bulan penuh. Karena dirasa uang masih cukup atau masih ada biasanya naluri belanja atau makan-makan diluar itu cukup tinggi hingga tak terkontrol, nah kalau sudah demikian bisa dipastikan uang yang seharusnya cukup untuk satu bulan itu mendadak sudah habis hanya dalam dua atau tiga minggu saja. Setelah dua atau tiga minggu kemudian bisa ditebak saya kehabisan uang. Contoh yang pernah saya alami seperti yang satu ini  belum habis bulan uang sudah tidak ada # puyeng dewe
Kalau "bokek" otak jadi konslet, perut laper-ngitung salah! haduh

Jurus jitu penangkal bokek yang maksud saya diatas ini sebenarnya sudah pernah saya jalankan, tetapi karena ketidak konsistenan saya akhirnya jurus itu saya lupakan. Belakangan ini saya teringat kembali dengan jurus tersebut, jurus itu adalah jurus menyebar uang. Menyebar uang ?? kaget ? emm jangan salah, maksudnya disini adalalah menyimpan uang dibeberapa lokasi yang berbeda # Sssst bukan di Bank loh. Kebiasaan menyebar uang ini kisahnya berawal dari saya yang kehabisan uang. Suatu hari saya kehabisan uang, setengah tak percaya saya berusaha mencari-cari di dompet biasa saya menyimpan uang dan bahkan hingga mengubek-ubek isi tas dan hasilnya nihil tak ada uang yang tersisa di dompet maupun di tas saya tersebut, sadar bahwa saya benar-benar broke alias bokek mendadak kepala saya menjadi pusing tujuh keliling meski gak ada yang 'ngeplak ini kepala.

Nah kalau sudah gini, tinggal tanduk yang keluar

Karena kejadian diatas tadi, saya kemudian mulai berfikir untuk menyimpan uang dengan cara disebar di beberapa tempat. Saya menyebarnya di beberapa dompet berbeda # hehe biar aman. Uang yang sudah tersebar tersebut membuat saya melihat uang yang ada didompet hanya sedikit saja dan dengan kondisi seperti ini naluri belanja saya menjadi ter-rem dengan sendirinya. Dengan cara yang sederhana ini ternyata cukup jitu menyiasati hasrat belanja saya. Uang yang memang untuk biaya satu bulan itu menjadi cukup untuk satu bulan penuh dan saya tidak perlu takut bertemu si bokek lagi. Pokoknya say good bye deh buat si bokek.

Sssst  ... ada satu siasat jitu lagi simpanlah uang dengan mata uang yang bukan Rupiah didompet anda, dijamin uang akan tetap aman ditempatnya meskipun uang tersebut bisa ditukar dengan rupiah tapi biasanya kita malas untuk menukarkannya jika itu bukan untuk keperluan yang sangat penting so .. uang anda akan tetap aman ditempatynya. # ini rahasia loh , jangan bilang siapa-siapa ya !


Salam
Cha2

Senin, 21 Mei 2012

Kehilangan Yang Bukan Harga Diri



Sahabat,
Pernah merasakan kehilangan ?
Sudah bisa dipastikan, jawaban semua para sahabat pasti hampir sama "PERNAH".
Trus, yang kehilangan apa ya ?
Waahh jawabannya bisa dipastikan berbeda-beda.

"Kehilangan" sebuah kata yang kalau kita diijinkan bisa memilih, tidak mau atau jangan pernah terjadi pada diri kita. Yuk, kita coba membahasnya disini. 

Kehilangan dapat kita bagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Kehilangan Materi :
    Kehilangan harta benda/sesuatu barang
2. Kehilangan Immateri
    Kehilangan yang sifatnya bukan benda/barang tetapi bersifat rohani/spritual

Untuk memudahkan perbedaan dari kehilangan materi dan kehilangan immateri kita buat contoh sederhana dari keduanya, sebagai contoh :
1. Kehilangan materi : kehilangan uang, mobil, baju, kolor di jemuran atau sendal jepit de-el-el.
2. Kehilangan immateri : kehilangan akal sehat, kehilangan kepercayaan pada orang lain, kehilangan rasa percaya diri, sakit hati, patah hati  atau bahkan kehilangan harga diri de-el-el.
# semua juga sudah tau jeng (*hehe biarin)


Haiii didalam tas cuma ada diapers yang ada pup-nya loh ! * hiks rasain lo


Kehilangan materi termasuk kehilangan yang kadangkala kita bisa mentolerir-nya atau menerimanya dengan mudah meski pada awalnya pasti membuat kita merasa gondok juga sih. Terus bagaimana juga dengan kehilangan immateri ? apakah kita mudah menerimanya juga atau bahkan sulit untuk mentolerirnya ? yuk, kita lanjut.

Kehilangan immateri menurut saya lebih sulit kita menerimanya ketimbang kehilangan materi sendiri. Kehilangan immateri kaitannya erat dengan materi. Pengertian sederhananya adalah materi ada karena immateri ada atau sebaliknya immateri ada karena materi ada. Jadi keduanya saling berhubungan dan Immateri terkait erat dengan materi, karena Immateri memerlukan materi untuk bisa diungkapkan

Saya punya contoh cerita bagaimana keterkaitan immateri dan materi ini. Ini dia ceritanya ; cerita tentang persahabatan teman saya di sekolah menengah atas dulu. Sebutlah Lita dan Tuti mereka bersahabat cukup kental sejak sekolah dasar, menengah pertama hingga menengah atas . Persahabatan mereka bisa dibilang tak mungkin terpecahkan atau hancur oleh apapun juga, tapi apa itu benar ? pertanyaan tersebut kemudian terjawab setelah terciumnya ada perselingkuhan diantara mereka. Siapa yang berselingkuh ? hehe sebentar. Ini memang cerita klasik, ceritanya sama dari jaman kuda gigit besi hingga kuda gigit roti. Diawali dengan Lita yang mulai memiliki pacar sebutlah bernama Budi, ditengah hubungan pacaran yang manis itu ternyata ada orang ketiga diantara mereka, orang ketiganya ternyata adalah Tuti sendiri. Diam-diam Tuti menyusup diantara pasangan kekasih ini menggoda sang arjuna pujaan hati. Tak bisa dipungkiri Tuti menyukai Budi, dan ini tidak pernah disadari Lita. Persahabatan mereka yang awalnya ajib bener itu akhirnya menjadi hancur berantakan. # basi, sudah bisa ditebak !! (hehe tapi itu kenyataannya).

Kehilangan immateri sedang dirasakan Lita, karena ia sudah kehilangan cinta Budi dan kehilangan kepercayaan pada Tuti. Nah kehilangan immateri ini materinya adalah Budi/benda (Budi disini sifatnya sebagai benda/materi). So, sekarang kita sudah bisa melihat benang merah dari immateri dan materi, mengapa kehilangan immateri itu terkait erat dengan materi. # Paham kan ?!  (* sudah ! ) siiip deh, pintar semua.

Nah bagaimana dengan salah satu kehilangan immateri yang bernama "kehilangan harga diri" ?
Harga diri yang seperti apa sih atau yang bagaimana yang mesti kita pertahankan atau perjuangkan ?


Saya tunggu pendapat, tanggapan atau pengalaman sahabat blogger tentang yang satu ini.
Saya yakin masukan dari sahabat blogger bisa menambah wawasan kita semua.
Akhir kata saya ucapakan terimakasih. # asik, gue bisa serius juga neh.


Salam,
Cha2


Kamis, 26 April 2012

" Internetan dapat Uang "

 
" Umurku sudah 22 tahun kak, aku bingung menentukan masa depan " deretan kalimat ini masuk inbox hp saya, "ada apa lagi nih anak ?" tanya saya dalam hati. Kebiasaan dari salah satu teman pesbuk saya ini memang demikian, ia akan tiba-tiba mengirim sms bertubi-tubi pada saya jika ia sedang ada atau dalam masalah. Tapi saat itu saya tidak serta merta menjawab, saya juga bingung jawaban tepat seperti apa yang harus saya berikan. Setelah berfikir cukup lama saya akhirnya membalas sms-nya dengan kalimat singkat saja "jangan bingung! ada apa?" balas saya.

Dari percakapan awal diatas tadi, akhirnya teman saya ini bercerita pokok permasalahan yang sedang ia hadapi.  Ia bercerita bahwa ia mempunyai masalah yang belum terselesaikan dengan orang tuanya. "Masalah apakah itu ?" tanya saya kemudian. "Semua orang menentang semua yang saya kerjakan", katanya "mereka menganggap kalau kegemaran saya akan komputer ini tidak ada manfaatnya" urainya lagi, "jadi?" tanya saya, "ya, orang tuaku menganggap semua kegiatanku dengan komputer itu tidak ada manfaatnya dan hanya sebuah kesia-siaan saja, ini yang menyebabkan aku dengan orang tuaku mempunyai masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini" ujarnya lebih gamblang.

"I got it ...". Ya, saya mengerti sekarang, mengapa teman saya ini selalu bilang bahwa ia masih mempunyai persoalan yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan orang tuanya. Saya sebagai orang yang dituakan oleh teman saya ini # emang udah tua juga sih hiks mencoba melihat persolan dengan lebih bijak # maksudnya sok bijak, halah !  mencoba melihat dari sisi orang tuanya, apa yang menyebabkan orang tuanya tidak berkenan dengan semua kegiatannya itu. "Mungkin karena orang tuamu belum melihat hasil dari apa yang kamu kerjakan" kata saya mencoba menjawab kegelisahannya, dan kemudian sayapun mencoba menyelipkan kisah kesuksesannya Bill Gate menjadi seorang milyuner berawal dari kesukaanya akan dunia komputer diantara jawaban-jawaban yang saya berikan padanya. 

Gimana caranya ya  ???
Sahabat, rasanya tidak bijak jika jawaban yang diberikan hanya berasal dari saya, sedangkan saya sendiri masih sangat awam dan gaptek dalam dunia komputer/internet. Jadi saya rasa pertanyaan-pertanyaan teman saya tersebut, akan menjadi afdol jika dijawab oleh orang yang lebih berkompeten seperti anda para sahabat blogger.

Pertanyaan teman saya itu saya coba tuangkan disini, mengingat banyak diantara sahabat yang bisa mendapatkan uang dengan komputer/internet , sehingga dengan urun rembuk sahabat semoga kegelisahan teman saya ini bisa terjawab, ini dia pertanyaannya :
  1. Apakah orang yang gemar bermain komputer/internet itu pemalas ?
  2. Apakah dengan komputer/internet kita bisa mendapatkan uang ?
  3. Dengan cara bagaimana kita bisa mendapatkan uang dari berinternetan ?

Assiikk banget nih kalau bisa begini ... !!!

Semoga dengan urun rembuk dari para sahabat blogger semua, kegelisahan teman saya ini bisa terjawab dan akhir kata saya ucapkan terimakasih atas partisipasinya.       # hiks kok jadi serius banget ya ?


Note : Asli di tunggu urun rembuknya ya, tengkiu.


Salam

Jumat, 20 April 2012

Muda itu Pilihan


"Idiih kamu kok tua banget sih, Cha !"  kata boss finance saya. "Masa sih ?" tanya hati saya tak percaya sambil melirik kearah kaca kecil depan komputer untuk memastikan kata-katanya tersebut. Setelah sekilas melirik, ada keyakinan untuk meng-amin-kan kata-katanya. Tapi hati kecil saya menolak untuk meng-iya-kan. Gak mungkin. Itu bukan aku. Tolak hati saya.

Omongan sekilas dari boss finance ini cukup membuat saya memperhatikan raut wajah saya di depan kaca dengan seksama, kemudian berlanjut ke arah rambut.  # heh, tampaknya memang saya sudah mulai tua, karena saya melihat ada beberapa rambut putih muncul ketika saya mencoba meneliti rambut. "Waaahhh saya sudah tua" , teriak hati saya.
   
Dulu                               Sekarang
                              
Kata-kata boss finance ini sempat saya lontarkan pada pasangannya saya, bukannya menolak pendapatnya boss saya tersebut, Ia malah bilang "Lah iyalah, liat aja rambut kamu itu diiket kaya nenek-nenek aja, bukannya dirawat !", tambahnya tanpa merasa bersalah sedikitpun. haduh, bukannya memuji malah menambah arti kejelekan diriku. # halah, kumaha ieu.


Tua itu pasti tapi berjiwa muda itu pilihan. Menjadi tua itu adalah hukum alam tapi memiliki jiwa muda itu pilihan saya 


Daripada semua komplain pada saya, saya harus mulai berbenah diri. Dimulai dengan memperhatikan penampilan saya. Yang pertama harus saya lakukan adalah memperbaiki diri alias merawat tubuh jasmani dulu supaya saya terlihat lebih menarik dan tetap segar dan enak diliat tentunya meski sudah tua # hehe ngaku tua juga akhirnya. Tapi apakah kemudian saya harus berpakaian seperti anak muda juga ?  oh no, saya tidak harus seperti itu. Saya harus tetap menjadi seorang wanita dewasa yang tidak perlu mendadak berpakaian seperti ABG saja # itu namanya ganjen ah. Oya, tentunya saya harus memperbaiki spiritual saya juga, sehingga saya lebih baik tidak hanya secara fisik tetapi jiwa juga. Berjiwa muda berarti SEMANGAT muda. Semangat itulah yang harus saya miliki, sehingga saya bisa hidup dengan jiwa muda.


Buat para sahabat yang punya jiwa muda ... chayooo !!


NB : Yang muda belum tentu punya jiwa muda loh

Salam

Senin, 09 April 2012

Mimpi itu Doa


Malam itu * Selasa 27-03-12 tanpa sengaja saya menonton acara penghargaan "Panasonic Gobel Awards 2012" di salah satu stasiun tv swasta. Saat itu sedang dibacakanlah salah satu penghargaan untuk kategori "Lifetime Achievement Award Panasonic Gobel Awards 2012" yang diberikan kepada Karni Ilyas (Bang One). Dalam sambutannya Karni Ilyas bercerita akan mimpinya dimasa kecil  -- Ia yang hanya seorang piatu dan berasal dari desa kecil, saat itu Ia mempunyai mimpi menjadi wartawan --  "Mimpi saya cuma satu, menjadi wartawan", katanya, dan jika kelak Ia harus meninggalkan dunia fana ini dan seumpama Ia diberi kesempatan kedua untuk hidup, keinginannya tetap satu ingin menjadi wartawan dan " Mimpi itu Doa" urai beliau. --


Mimpi itu doa. Saya merasa mendapatkan pencerahan dengan kata-kata beliau ini. Dengan memiliki mimpi itu berarti doa buat kita untuk mencapai apa yang kita impikan. Saya jadi teringat dengan mimpi-mimpi saya sendiri, dan saya jadi sadar,  bahwa jika kita punya mimpi artinya kita punya doa untuk mimpi tersebut. Sebuah pencerahan Bang One  * terimakasih banyak.


Sahabat, jika sahabat pernah bermimpi kejatuhan bulan yang katanya artinya akan mendapat rejeki yaitu lahirnya seorang anak atau bermimpi bertemu ular yang katanya artinya akan mendapatkan jodoh atau mungkin mimpi kejatuhan durian rontok yang katanya akan mendapat rejeki nomplok  # padahal kejatuhan durian yang bener itu bonyok hehe !!  nah kalau yang itu semua,  namanya mimpi si bunga tidur bukan mimpi seperti yang dimaksud diatas hehehe. Mimpi disini sama dengan cita-cita, jika kita punya mimpi maka raihlah mimpi itu karena sahabat sudah memiliki doa untuk mencapai itu. Dengan memiliki mimpi sebenarnya seluruh raga dan jiwa kita dengan sendirinya mengarah ke impian tersebut untuk pencapainya.


                                         Hidup itu harus punya mimpi, sehingga hidup lebih hidup.


Kekuatan mimpi itu sungguh luar biasa. Mimpi itu seperti doa yang tidak terputus.


Sahabat,
Apakah kita masih punya mimpi ?
Apakah mimpi-mimpi itu sudah tercapai ?
Atau apakah belum tercapai ?
Jawabannya semuanya berpulang dari kekuatan mimpi tersebut, mimpi-mimpi kita bisa terwujud karena mimpi itu doa dan kekuatan mimpi sama dengan kekuatan doa .


Milikilah mimpi sehingga kita punya doa untuk mencapainya.
Mengutip kata inspiratif dan bijak dari  Martin Luther King, Jr.  " I Have A Dream "  --   saya punya mimpi.
Jangan pernah berhenti bermimpi.
Semua berawal dari mimpi.


Salam


Kamis, 22 Maret 2012

Wisdom

" A wise man will make more opportunities than he find "  -  orang yang bijak akan mencari lebih banyak tantangan dari pada yang pernah ia temukan. Kata-kata ini ada di kalender meja boss saya dan saya sudah pernah membacanya sejak kalender ini bertengger di mejanya diawal tahun 2012. Baru hari ini, saya kembali lagi membacanya dan mulai merenungkan kedalaman arti dari kalimat bijak ini. Apakah saya termasuk orang yang bijak ? tanya saya dalam hati , tapi rasanya saya jauh sekali dari yang namanya bijak atau belum jika saya memang ingin menuju ke sana. Bagaimana saya bisa memiliki salah satu dari kategori orang bijak tersebut ?  pertanyaan tersebut keluar dari otak saya dan memenuhi otak saya.

                          Sebuah tantangan baru ... mungkin hanya dengan ini cewek bisa luluh

Sahabat, ternyata salah satu kategori dari orang bijak adalah menyukai tantangan-tantangan baru dan mungkin masih banyak lagi kategori-kategori lainnya yang harus dimiliki untuk menjadi seorang bijak. Jika salah satu kategorinya adalah seperti disebutkan diatas, bagaimana dengan anda dan saya ? apakah kita sudah memiliki salah satu kategori itu -  menyukai tantangan-tantangan baru dalam hidup selain tantangan yang pernah kita temui - jawabannya ada pada diri kita masing-masing, tinggal apakah kita mau menjadi bagian dari salah satu kategori orang bijak atau tidak, hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab.

Selamat merenung.

Note : saya percaya, banyak diantara sahabat memiliki kategori ini.


Kamis, 15 Maret 2012

Stop Press !!!

Hari ini saya bete banget, dari pagi sampe siang gini aja cemberut terus. Sampe-sampe office boy sempat kena semprot saya juga # idih gak banget sih gue, maaf ya mas. Selidik punya selidik kebetean saya  berawal dari semprotan pagi hari dari boss saya. Sebenarnya masalahnya bukan karena kerjaan saya yang salah, tapi karena prosedur mengharuskan saya menunggu berkas untuk di approval dulu dari divisi lain. Seandainya boss saya mau konsekwen dengan peraturan yang ada,  pastinya ia enggak bakalan nyemprot saya dan tidak seharusnya ia main potong kompas seperti begini, gak mau ikuti prosedur yang ada tapi ya sudahlah namanya juga boss.

                                   Daripada marah-marah  ...  mendingan makan bubur ,  enak !

Penyesalan saya sebenarnya bukan karena semprotan di pagi hari ini, tapi saya menyesal telah mengijinkan rasa kesal tersebut sehingga membuat mood saya benar-benar jelek banget, muka saya tekuk terus # kaya kertas origami aja dan sikap saya menjadi tidak terkontrol # maluin banget. Tapi saya sekarang sudah feeling better-lah, setelah meminta maaf sama mas office boy yang sempet kena semprot saya dan menyadari diri telah diperalat oleh rasa kesal saya. Untuk selanjutnya saya berharap rasa kesal bisa saya manage sebaik mungkin.

Buat teman-teman yang merasa aneh melihat sikap saya hari ini, saya minta maaf ..........  # maafin gue ya hehe.


Jumat, 09 Maret 2012

Cerita yang tersisa

Tadi pagi saat saya melintas di jalan yang biasa saya lewati jika saya berangkat bekerja, ada sebuah bendera kuning kecil bertengger di pinggir jalan tersebut perlambang ada seseorang yang berpulang ke Rahmattullah. Saya tertegun, siapa gerangan tanya saya dalam hati.

Tujuh tahun lalu saya mengenal seorang nenek tua yang berusia sekitar ... emm berapa ya ??? saya juga tidak tau persisnya, tapi menurut pengakuannya sih dia berusia sekitar seratus tahunan, entah benar atau tidak jika usianya sebegitu saya tidak terlalu mempersoalkannya, tapi jika menurut saya sendiri ya mungkin usianya berkisar sekitar delapan puluh tahunan.
Perkenalan saya dengan nenek ini, dimulai ketika saya mulai tertarik untuk  berbincang-bincang dengannya. Diawali dengan kunjungan saya yang pertama kemudian berlanjut menjadi kunjungan rutin. Dalam setiap pertemuan si nenek selalu bercerita tentang masa lalunya. Pernah suatu hari dia bercerita akan masa mudanya, menurut pengakuannya dia dulunya adalah seorang juru masak di rumah seorang taipan asal Jepang, karena kehandalannya dalam memasak sang majikan membawanya serta ketika ia pulang ke negerinya. Di Jepang ia dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga tetapi tugas utama dia adalah memasak emm semacam jadi chef , dan masih banyak lagi cerita-cerita lainnya yang si nenek ceritakan kepada saya dengan penuh antusias.

Dari hari ke hari nenek ini juga menjadi cukup dekat dengan saya ,dan menjadi akrab dengan kehidupan saya saat itu. Entah karena saya yang sedikit berlebihan dalam memperhatikannya atau entahlah yang jelas dia sudah menganggap saya ini anaknya. Oya, nenek ini hidup sebatang kara tanpa sanak dan keluarga, ia tinggal disebuah rumah kontrakan yang jika dilihat sangat kurang layak huni, karena kondisi rumahnya yang sudah sangat jelek dan reot *maaf bukan bermaksud menghina  dan ia tidak dikenai biaya seperserpun untuk rumah tinggal ini atas  belas kasihan si empunya kontrakan. Intensitas pertemuan yang semakin sering itu membuat si mbah (biasa saya memanggilnya demikian)  ini semakin akrab saja dengan saya, bahkan ia tidak segan-segan meminta sesuatu yang ia butuhkan pada saya dan  dengan rela hati pula saya memenuhinya sepanjang saya mampu memberinya *bukan sombong. Hingga suatu hari, ketika saya kembali mengunjunginya , berkatalah ia pada saya dalam bahasa Jawa (si mbah ini tidak bisa bahasa Indonesia) yang notabene saya sendiri tidak bisa bicara bahasa Jawa tapi sekedar mengerti saja , begini kira-kira jika saya artikan ke dalam bahasa Indonesia :  "nak kita ke rumah pak RT yu ! " katanya pada saya, "mau apa mbah ?"  saya balik bertanya padanya, "saya mau bilang pada pak RT kalau kamu itu anakku"  kata si mbah lagi, "trus mbah ?"  tanya saya penasaran, "ya aku mau bilang sama pak RT kalau kamu itu anakku terus aku mau ikut tinggal dengan kamu",  katanya lagi menjelaskan lebih detail maksud ajakannya tersebut. Saya terdiam.Tak berdaya menolak.

Setelah kejadian si mbah berkeinginan tinggal bersama saya ini, membuat saya berfikir untuk menjauh dari si mbah. Awalnya saya mulai mencari alternatif jalan lain jika saya berangkat bekerja supaya saya tidak bertemu si mbah, dan setelah saya menemukan jalan alternatif tersebut, hampir dua tahun kemudian setelah kejadian itu saya tidak pernah menemui si mbah kembali. Pernah beberapa kali saya melewati rumahnya hanya untuk mengetahui keadaannya, dan supaya si mbah tidak mengenali saya kadang blazer yang saya kenakan saya coba untuk menutupi wajah saya (sebenarnya saya tidak tega sama sekali) dan beberapa kali juga ia tetap mengenali saya, bahkan ia akan berteriak begini : Jayantiii ... itu kayonya Yanti yo, teriaknya (bukan menghentikan langkah, saya malah berjalan lebih kencang lagi. Jahatnya saya !!). Sebenarnya nama saya juga bukan Jayanti atau Yanti tapi entah karena apa si mbah ini kalau memanggil saya ya itu tadi Jayanti atau Yanti, meskipun saya sudah bilang padanya bahwa nama saya bukan itu # ah mbah buat geli saya saja.  Dan setelah sekian lama tidak bertemu dengan si mbah lagi, akhirnya si mbah hampir tidak mengenali saya lagi. Selamat, kata saya dalam hati saat itu. Setelah saya rasa si mbah sudah tidak mengenali saya lagi, akhirnya saya putuskan untuk lewat depan rumahnya kembali. Dan si mbah memang benar-benar tidak mengenali saya lagi karena matanya yang semakin rabun  #maaf kan saya 'mbah !

Mungkin sahabat menganggap saya tidak punya hati, tapi sebentar saya masih punya alasan mengapa saya menghindarinya. Alasan utama saya adalah :
                                Saya belum mampu membiayai orang
  (ini adalah hal paling buruk dalam hidup, tidak bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan)
Mungkin juga sahabat bertanya , mengapa saya tidak berterus terang  saja pada pada si mbah, maaf saya sudah sangat mengerti sifat si mbah  : 
                                            Ia akan memaksa
                                                                           (ini hal yang tidak bisa saya tolak)
Dan asal sahabat tau, pada saat itu saya juga hidup sendiri dan masih ngekost pula, mana mungkin saya bisa menampung si mbah ini. Jika saya masih bisa memberi sedikit saja rejeki saya pada si mbah, itu juga bukan karena saya berlebihan tapi karena saya mencoba untuk menyisihkannya buat si mbah.

Sahabat saya akui saya telah salah dalam mengambil sikap. Tidak seharusnya saya menjauhi si mbah ini ,  saya telah salah ambil langkah. Semoga jika sahabat menemui hal semacam ini, jangan pernah menghindar mungkin masih ada  jalan lain yang lebih baik.

Dan hari ini, ketika saya melewati rumahnya kembali  ada bendera kuning kecil bertengger, ya itu adalah tanda kepergian si mbah ke Rahmattulah. Dan pada hari ini juga saya baru tau nama si mbah, yang ternyata bernama "Saliyem" (selama saya dekat dengannya saya tidak pernah menanyakan namanya # teganya saya!)

Maafkan semua kesalahan saya mbah.
Selamat Jalan mbah, semoga dilapangkan jalannya.Amin.


Rabu, 29 Februari 2012

Si Bodoh dan Si Stupid


Judul kok ngono amat sih, itu kan artinya sama ? . Begitu kira-kira sahabat membaca judul postingan ini. Tapi biarin aja ya , sekali-kali saya pengen mengekpresikan isi cerita disini dengan judul diatas, nyambung 'enggak nyambung sak sak ne  #artinya apa tuh sok jawanis banget sih hehe.

Saya jadi tertawa sendiri , waktu mengingat-ingat kejadian lucu masa lalu. Saya pernah punya pengalaman yang bisa dibilang bodoh bin stupid, tapi bukan stupid yang ini ya # kalau ini sih orangnya cerdas  bin pinter # ,   yang bisa bikin geli sendiri . Pengalaman ini mungkin bisa, atau bahkan, pernah terjadi pada siapapun, termasuk para sahabat. 

Kejadian-kejadian konyol ini , sebenarnya sama saja dengan membuka aib sendiri, tapi segala sesuatu menjadi layak diperbincangkan kalau itu sudah menjadi buah bibir #  hihi infoteinment mode on :D . Tanpa banyak berbasa-basi, saya tampilkan saja aib saya itu disini (hihi aib kok dibuka-buka ya ? biarin wee !) :

  •  situasinya : Di kedai tukang sate ; mau memesan sate 
·      Ketika saya tiba, saya melihat si tukang sate sedang mengupil, karena sepi sayapun segera memesan : "Bang upil-nya 15 tusuk" kata saya dengan lantang. Hah! tukang sate mengerutkan dahi tanda gak setuju ( atau mungkin dia malu kali ya ke-gep sedang asik ngupil oleh saya  # hiiiii yang jelas, saya juga muaalll bang hehe )

  • situasinya : Di kamar tidur seorang teman perempuan ; sedang bertandang 
·     Lagi asik mendengarkan musik di kamar, telpon berdering di dalam kamar tersebut, karena tidak ada si empunya rumah ,sayapun berinisiatif mengangkatnya, terdengar suara seorang laki-laki dari ujung telpon “ Dari siapa ya mas ? “ tanya saya,  “Dari Lani sahut suara dari sebrang telpon, “Mas ini perempuan atau laki-laki ya” tanya saya lagi ( ini jelas banget pertanyaan bodoh, udah jelas mas itu buat laki-laki ) , “Laki-laki-lah mba” terdengar suara bernada kesal dari si pemilik suara, yang katanya bergender laki-laki tapi memiliki nama perempuan tersebut (hihi maaf ya mas, abis saya bingung suaranya sih cowo tapi namanya itu loh … idiiihh rumpi deh!  Atau jangan-jangan nama lengkapnya Andre TauLANI  hehe gak tau juga ah )

  • situasinya : Di Rumah Sakit  Ibu dan Anak ; sedang menjenguk teman yang melahirkan
·     Sambil duduk terkantuk-kantuk, telinga saya sempat menangkap nama-nama pasien yang dipanggil seorang suster manis ; “ Anak Gede Agung, Anak Doni Nugraha”,  begitu nama-nama pasien tersebut dipanggil. Setelah beberapa lama si suster kembali memanggil nama-nama pasien “Anak Rassya Kinanti, Anak Ni Luh Paksi” terdengar suara suster manis tersebut memanggil. #Loh kok nama depan semua pasien hampir sama ya, pakai ANAK semua, apa itu nama orang Bali ? begitu otak saya bertanya .  Belum sempat pertanyaan tersebut saya lontarkan pada teman saya, saya akhirnya tersenyum-senyum sendiri #Lah ini kan RSIA, pantes aja nama depan semua pasien sama  pakai ANAK , yang artinya menunjukan identitas anak-anak, hihi dasar stupid banget sih saya ini. Malu ah, tutup muka.

  • situasinya : Di Jalan ; sedang mencari alamat seorang teman
·  Setelah beberapa lama saya mencari-cari dan tidak juga menemukan alamat yang saya cari, akhirnya saya putuskan untuk bertanya saja,  beruntung, saya melihat seorang perempuan yang sedang berjalan kaki. Saya menghampirinya dan segera bertanya : " Bu, kalau jalan Gendut dimana ya ?" tanya saya. Bukannya menjawab , ibu ini malah marah - marah pada saya dan pergi tanpa menjawab pertanyaan saya tersebut. Saya terkesima, kaget campur bengong, setelah sadar sayapun tertawa terpingkal-pingkal, pantas saja si ibu marah,  ternyata pertanyaan saya tersebut, membuat si ibu tersinggung (maaf, si ibu ini jelalah badannya over weight alias gendut, maaf !) #padahal yang saya cari memang jalan Gendut beneran kok, aahh ibu  sensi gitu sih , maaf hehe.

  • situasinya : Di Gedung Bioskop ; Lagi nonton film romantis
·    Film sudah dimulai,  dan suasana rasanya semua terbawa romantis. Sepasang kekasih yang duduk di depan saya terdengar sedang berbincang, saking seriusnya mereka bicara , tanpa mereka sadari telah mengganggu penonton lain , terutama saya yang posisi duduknya tepat di belakang mereka, jadilah saya penonton utama mereka. Karena saya sangat merasa terganggu , akhirnya saya putuskan untuk menegur "Mas, mba,  maaf suaranya 'enggak kedengeran" kata saya dengan hati-hati. Tanpa saya duga, mereka berbalik ke arah saya, dan dengan pandangan mata marah mereka menjawab "Ini urusan pribadi !, mba 'gak usah ingin dengar suara kami , dan 'gak usah ikut campur" katanya. Hah! mata saya melotot lah wong yang saya maksud suara di film yang jadi 'gak kedengaran bukan suara mereka kok.  # Idiiih kepedean amat sih ni orang, dodol hehe.


Nah itu adalah sedikit pengalaman-pengalaman lucu saya, yang
pernah di putar dalam salah satu scene hidup saya.
Sahabat pastinya pernah mengalami hal-hal lucu juga dalam hidup,
hayulah bercerita, saya mau dengar juga.

SAYA SUKSES - THE SECRET

The Secret - Rhonda Byrne Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga ...