Translator

Senin, 21 Mei 2012

Kehilangan Yang Bukan Harga Diri



Sahabat,
Pernah merasakan kehilangan ?
Sudah bisa dipastikan, jawaban semua para sahabat pasti hampir sama "PERNAH".
Trus, yang kehilangan apa ya ?
Waahh jawabannya bisa dipastikan berbeda-beda.

"Kehilangan" sebuah kata yang kalau kita diijinkan bisa memilih, tidak mau atau jangan pernah terjadi pada diri kita. Yuk, kita coba membahasnya disini. 

Kehilangan dapat kita bagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Kehilangan Materi :
    Kehilangan harta benda/sesuatu barang
2. Kehilangan Immateri
    Kehilangan yang sifatnya bukan benda/barang tetapi bersifat rohani/spritual

Untuk memudahkan perbedaan dari kehilangan materi dan kehilangan immateri kita buat contoh sederhana dari keduanya, sebagai contoh :
1. Kehilangan materi : kehilangan uang, mobil, baju, kolor di jemuran atau sendal jepit de-el-el.
2. Kehilangan immateri : kehilangan akal sehat, kehilangan kepercayaan pada orang lain, kehilangan rasa percaya diri, sakit hati, patah hati  atau bahkan kehilangan harga diri de-el-el.
# semua juga sudah tau jeng (*hehe biarin)


Haiii didalam tas cuma ada diapers yang ada pup-nya loh ! * hiks rasain lo


Kehilangan materi termasuk kehilangan yang kadangkala kita bisa mentolerir-nya atau menerimanya dengan mudah meski pada awalnya pasti membuat kita merasa gondok juga sih. Terus bagaimana juga dengan kehilangan immateri ? apakah kita mudah menerimanya juga atau bahkan sulit untuk mentolerirnya ? yuk, kita lanjut.

Kehilangan immateri menurut saya lebih sulit kita menerimanya ketimbang kehilangan materi sendiri. Kehilangan immateri kaitannya erat dengan materi. Pengertian sederhananya adalah materi ada karena immateri ada atau sebaliknya immateri ada karena materi ada. Jadi keduanya saling berhubungan dan Immateri terkait erat dengan materi, karena Immateri memerlukan materi untuk bisa diungkapkan

Saya punya contoh cerita bagaimana keterkaitan immateri dan materi ini. Ini dia ceritanya ; cerita tentang persahabatan teman saya di sekolah menengah atas dulu. Sebutlah Lita dan Tuti mereka bersahabat cukup kental sejak sekolah dasar, menengah pertama hingga menengah atas . Persahabatan mereka bisa dibilang tak mungkin terpecahkan atau hancur oleh apapun juga, tapi apa itu benar ? pertanyaan tersebut kemudian terjawab setelah terciumnya ada perselingkuhan diantara mereka. Siapa yang berselingkuh ? hehe sebentar. Ini memang cerita klasik, ceritanya sama dari jaman kuda gigit besi hingga kuda gigit roti. Diawali dengan Lita yang mulai memiliki pacar sebutlah bernama Budi, ditengah hubungan pacaran yang manis itu ternyata ada orang ketiga diantara mereka, orang ketiganya ternyata adalah Tuti sendiri. Diam-diam Tuti menyusup diantara pasangan kekasih ini menggoda sang arjuna pujaan hati. Tak bisa dipungkiri Tuti menyukai Budi, dan ini tidak pernah disadari Lita. Persahabatan mereka yang awalnya ajib bener itu akhirnya menjadi hancur berantakan. # basi, sudah bisa ditebak !! (hehe tapi itu kenyataannya).

Kehilangan immateri sedang dirasakan Lita, karena ia sudah kehilangan cinta Budi dan kehilangan kepercayaan pada Tuti. Nah kehilangan immateri ini materinya adalah Budi/benda (Budi disini sifatnya sebagai benda/materi). So, sekarang kita sudah bisa melihat benang merah dari immateri dan materi, mengapa kehilangan immateri itu terkait erat dengan materi. # Paham kan ?!  (* sudah ! ) siiip deh, pintar semua.

Nah bagaimana dengan salah satu kehilangan immateri yang bernama "kehilangan harga diri" ?
Harga diri yang seperti apa sih atau yang bagaimana yang mesti kita pertahankan atau perjuangkan ?


Saya tunggu pendapat, tanggapan atau pengalaman sahabat blogger tentang yang satu ini.
Saya yakin masukan dari sahabat blogger bisa menambah wawasan kita semua.
Akhir kata saya ucapakan terimakasih. # asik, gue bisa serius juga neh.


Salam,
Cha2