Translator

Jumat, 14 September 2012

Ibu Lebih Terluka


Kemarin ketika saya baru saja pulang kerja saya mendapati paha anak saya memar biru kehitaman maka bertanyalah saya padanya, "De, kakimu kenapa ?" dengan polosnya Ia menjawab "dicubit _ _ _ _ " jawabnya tanpa beban. Saya tersentak. Apa betul orang yang saya yakin sangat mengasihi anak saya itu tega menyakitinya. Hati saya penuh tanya. Kesedihan seketika menyelimuti  saya saat itu juga, jujur saya menangis ketika saya mandi setelah pulang kerja malam itu, ada penyesalan dalam hati mengapa saya harus bekerja sehingga saya tidak bisa mengurus anak saya sendiri. Hati saya dipenuhi penyesalan dan bersedih. Ya, ibu mana yang tidak bersedih melihat anaknya dilukai meski tidak parah tetapi tetap tidak ikhlas menerimanya. Siapa sangka orang yang masih dalam kategori keluarga itu tega melakukannya meski mungkin saat itu Ia khilaf melakukannya tetap saja hati saya pedih tidak bisa menerima perlakuannya terhadap anak saya itu. Sesak rasanya hati ini. Dan malam itu saya tidur dengan dipenuhi pikiran yang bermacam-macam.

Esoknya saya pergi bekerja dengan masih dipenuhi pikiran tentang perlakuan sebutlah pakde panggilannya pada anak saya. Saya menduga mungkin saat itu pakde lagi bad mood dan anak saya yang notabenenya memang anak yang aktif dan tidak bisa diam itu tidak menurut padanya sehingga mungkin inilah yang menyebabkan pakde tega mencubitnya dan menurut perkiraan saya cubitannya itu pasti sangat keras sehingga meninggalkan bekas memar yang sanga nyata.

Kesedihan saya mungkin cuma satu karena saya merasa kecewa dengan perlakuannya pada anak saya. Keyakinan akan kasih sayangnya pada anak saya menjadi saya sangsikan. Saya takut ketika bad mood-nya muncul maka anak saya akan terluka kembali. Kejadian ini menjadi beban di hati saya dan ini cukup berat bagi saya.


Kejadian seperti ini sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya, saya tau pakde sangat menyanyagi anak saya tapi akibat perlakuannya tersebut ini yang melukakan hati saya. Anak disakiti ternyata ibu lebih terluka. Ketika si anak sudah dengan sangat mudah melupakannya bahkan Ia tidak merasa sakit hati sama sekali berbeda sengan si ibu hatinya masih terluka - bukan dendam - tapi tak taulah namaya cuma rasa luka itu tampaknya berbekas dalam dan tidak mudah sembuh.

Mungkin ini hanyalah sepenggal cerita riak kehidupna keluarga kecil saya. Saya yang dalam hati kecil saya kalau boleh memilih lebih memilih mengurus anak saya sendiri ketimbang bekerja tetapi karena keadaan memaksa saya harus tetap bekerja. Saya sadar saya harus bekerja membantu suami saya untuk kelangsungan hidup keluarga kami. Sangat kekurangan memang kami tidak, tetapi saya ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak semata wayang kami. Hidup dijaman sekarang memang membutuhkan dana yang tidak sedikit jika hanya salah satu yang bekerja dengan gaji yang standar saja saya rasa akan sangat tidak cukup terlebih jika kita menginginkan pendidikan yang cukup baik bagi anak biayanya akan menjadi sangat mahal, jadi jalan satu-satunya adalah saya tetap bekerja untuk kepentingan anak kami kelak.

Satu kata buat my beloved daughter "maafkan mommy".

Disini ijinkan saya untuk memajang foto puteri tercintaa saya itu, supaya anda pembaca bisa mengenal lebih dekat puteri saya tercinta, dan ini dia fotonya :

I'll always love you my babe
You always make me happy 





Salam,
Cha2

Jumat, 07 September 2012

Minuman Penghangat Keluarga

Foto koleksi pribadi*
Susu ! ya, benar banget ini memang gambar susu bukan kopi atau wedang jahe dan siapapun orangnya akan sangat mudah menebaknya termasuk kalian semua  hehe.  Tapi susu apakah itu ?  hayo coba tebak ?!

Susu memang menjadi minuman favorit keluarga besar saya jika kami sedang berkumpul. Gak aneh ah!, emang tidak ada yang aneh semuanya wajar-wajar saja berkumpul bersama sambil menikmati segelas susu hangat. Tapi susu apakah itu ? hebaattt ... jawabannya 100% bener susu sapi dan bukan susu kuda liar apalagi susu wanita liar bukan banget hehe maaf. Kebiasaan minum susu bersama ini sudah seperti menjadi tradisi saja, kebiasaan ini dimulai entah sejak kapan yang jelas kegiatan ini menjadi sangat mengasikan karena diselingi canda tawa bersama sambil meneguk susu yang masih hangat dan  ditemani cemilan special bukan roti loh tapi tahu goreng setengah matang yang masih hangat plus rawit hijau segar dan jadilah tahu hot molotot  ... waahh pokoknya maknyus top markotob deh rasanya.

Terus apa sih yang menjadikan acara minum susu bersama ini menjadi istimewa dan terasa special ? jawabannya adalah karena kami semua meminum susu murni segar - susu hasil perahan dari peternakan sapi - yang berasal dari sekitar kawasan Lembang Bandung. Eh sebentar, sebenarnya sekarang saya sedang berada dimana ya  hayo ?? ya, saya ada di daerah sekitar Bandung tepatnya sih saya berada di Cimahi-Bandung.

Di kota Cimahi-Bandung inilah ada satu rumah peninggalan oran tua kami, dimana jika libur panjang tiba biasanya kami semua kakak beradik serta cucu-cucu dari almarhum orang tua kami yang tinggal menyebar di kota yang berlainan ini akan berkumpul, dan pada kesempatan inilah acara minum susu bersama ini digelar. Suasana hangat dari acara minum susu bersama ini akan bertambah hangat dengan kehadirnya my beautiful daughter yang tingkah polahnya lucu dan menggemaskan kami semua.

Kisah acara minum susu bersama ini akan saya wakilkan dengan foto-foto seorang gadis kecil yang bergaya dengan susunya. Ya , modelnya siapa lagi kalau bukan my beautiful daughter.

Dan inilah dia si "Minuman Penghangat Keluarga" itu bergaya bersama - putri cantik-ku  * hehe yang memuji cantik siapa lagi kalau bukan emaknya sendiri.

My Beautiful daughter berpose dengan si "Minuman Penghangat Keluarga" susu murni *
















Salam,
Cha2


Note : Foto-foto jepretan my niece *Meri Kristiani



Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...