Translator

Jumat, 15 September 2017

"Mintalah, Maka Semua Kamu Dapat"


SAYA SUKSES - THE SECRET


           
"Jin aku mau keliling dunia!"
 
 
Datangnya lebih awal. Di luar dugaan. Semesta telah bekerja begitu cepat buat saya. Ini adalah pelajaran berharga bagi siapa pun juga. Jika kekuatan pikiranmu (Citra) sangat kuat dan terjaga di otakmu dengan baik, maka segala keinginanmu itu akan MENJADI.

Rahasia "Semesta" ini belum lama saya ketahui lewat Bpk. Budi, Direktur di perusahaan di mana saya bekerja. Beliau bilang, hidup itu hukumnya tarik menarik. "Kamu tau pengarang The Secret?" tanyanya. "Gak tau pak," jawab saya. "Masa kamu enggak tau, Itu buku sudah lama," omongnya lagi. "Waduh pak, saya gak tau, tapi rasanya saya pernah dengar filmnya sih ada," jawab saya sambil tersenyum malu. "Coba kamu searching deh siapa pengarang The Secret," katanya lagi. 
 
Segera saya searching. Mencari tahu, siapa pengarang buku The Secret ini.
Dalam beberapa detik saja mbah google telah menyodorkan sederet data yang berhubungan dengan The Secret. Sekali pandang saya langsung mengklik keponakannya mbah google, si Om Wikipedia. Begini om Wiki bilang,

The Secret adalah Buku karya Rondha Byrne yang di liris pada tahun 2006, salah satu buku laris yang didasarkan pada film sebelumnya dengan nama yang sama. Hal ini didasarkan pada hukum tarik-menarik dan mengklaim bahwa berpikir positif dapat membuat dan mengubah hidup, seperti kekayaan meningkat, kesehatan, dan kebahagiaan.

Buku ini telah terjual lebih dari 21 juta salinan dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, namun tetap menarik banyak kontroversi, serta yang diparodikan dalam program beberapa TV.

deel deh, masih panjang lagi.

Gara-gara saya membaca inilah saya segera searching buku ini, tujuannya apalagi kalau bukan download ebook nya. Beruntung saya mendapatkan ebook yang bentuknya PDF yang rasanya lebih nyaman gitu membacanya ketimbang versi lainnya (tapi saya juga enggak ngerti versi lainnya, yang saya tau saya pernah download ebook yang bacanya agak sulit gitu). Setelah mendownload ebook tersebut saya langsung membacanya. Dan anda tau tidak? Saya begitu terpesona dengan buku ini. Saya seperti baru saja menemukan harta karun yang selama ini terpendam tepat di depan saya. Puji Tuhan, saya bersyukur menemukan buku ini, karena saya merasa menjadi manusia baru. Seorang yang lebih memilih lebih berpikir positif ketika menemukan sesuatu yang tidak baik. Saya mencoba menjaga citra positif ini terus-menerus agar semesta memberikan bahkan menambahkan hal-hal yang sifatnya positif.

Terus terang saya tidak bisa menceritaknnya secara detail isi The Secret dalam tulisan ini, tetapi saya mencoba memberikan gambaran yang telah begitu mempengaruhi jiwa dan pandangan saya akan hidup. Inti dari buku ini adalah hukum tarik menarik. Jadi, jika anda memikirkan sesuatu dan anda menginginkannya, dengan hukum tarik menarik ini, anda hanya disuruh untuk MEMINTANYA dan SEMESTA-lah yang akan MEMBERINYA pada anda. Bagaimana caranya semesta bekerja memenuhi permintaan anda itu bukan tugas anda. Tugas anda hanya MEMPERCAYAINYA dan rasakan bahwa anda telah MENERIMANYA.

Hanya segitu?
 
Iya hanya dengan meminta, mempercayai, dan anda akan menerima.

Gak percaya ah, masa gampang amat!
 
Ya, memang mudah! Gampangnya seperti ini :

Ingat kisah Aladdin? 
 
Anggap Anda adalah Aladdin si Tuan dan Jin adalah si Hamba. Anda tinggal meminta sesuatu kepada Jin, kemudian Jin akan memenuhi permintaan Anda. Cara bagaimana Jin bekerja memenuhi permintaan anda, itu jangan anda pikirkan, karena itu bukan tugas anda. Tugas anda hanya MEMINTA, dan MEMPERCAYAI-nya dan biarlah si Jin bekerja dan MEMBERI semua permintaan anda. Jadi anggaplah SEMESTA itu JIN dan ANDA itu TUAN. Percaya atau tidak itu terserah anda, karena semesta bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh anda. Jika berpikir negatif tentang sesuatu maka semesta akan menarik lebih banyak lagi hal negatif. Jika anda berpikir positif maka semesta akan menarik lebih banyak lagi hal-hal positif.


TUGAS semesta hanya MENAMBAH. Entah positif atau negatif.



Sekarang semua ada di depan anda; mau jadi apa, mau punya apa, anda yang menentukan, dan semesta yang menarik hal-hal yang anda pikirkan itu. DISADARI atau TANPA ANDA SADARI.


Ingin lebih tahu lengkapnya, baca saja bukunya. Menarik dan menguatkan.


Semoga tulisan ini menginspirasi. Amin.



Note : tulisan ini sudah mengendap lama sejak tgl. 22/09/2016 di box email keluar, ditujukan dari dan buat saya sendiri dengan alamat email berbeda  (Dari : Yuliana R. <marchia.diandra@gmail.com>  Ke : <marchia.diandra@yahoo.com>)
 


 
 
Salam,
Auntie "eMDi" Dazzling




Selasa, 20 Juni 2017

Musim Mudik 2017

Musim Mudik 2017
Musim Mudik 2017 *Google



Ini adalah hari-hari terakhir orang bekerja. Bahkan banyak sudah yang mudik jauh-jauh hari. Untuk yang mudik, selamat jalan selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Amin.

Dan kemarin, tiba-tiba saja saya diberi sebuah gelas berlabel nama saya dari tempat kerja, dengan tulisan :




HAPPY IED 2017 
di satu sisi, dan satu sisi lainnya


Don't wait,
     Life goes
Faster
      Than
You think


- Yuliana R. -




Saya melirik ke arah kaca kecil yang bersandar di sebuah printer Epson di depan saya. Tatapan saya langsung mengarah tepat di atas ubun-ubun kepala. Rambut yang dulu hitam pekat sekarang mulai dihiasi rambut putih yang mencuat di antara si hitam. 


Ternyata benar, hidup itu lebih cepat daripada saya berpikir. Baru saja menyadari saya sudah tua, nyatanya hidup lebih cepat mengambil masa muda daripada kesadaran saya.


Dan, ternyata saya sudah tua. 


Ingin kembali ke masa muda, karena banyak hal tertunda dan hanya menunggu. Meski itu tak mungkin. Telat Miss!



Note : Jangan pernah menunda, karena waktu tidak pernah menunggu.





Jakarta, 21 Juni 2017



Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling










    

Selasa, 30 Mei 2017

Selendang Pemberian Ibu

 





Bulan lalu, ibu memberiku sehelai selendang berwarna merah cerah. Ia bilang, kelak suatu hari selendang itu diperlukanku, ketika aku mencoba menolak pemberiannya itu. Tapi, ternyata omongan ibu itu betul, selendang pemberiannya ternyata paling sering aku pakai ke mana saja daripada pasmina-pasminaku. Ia selalu berada tak jauh dari tubuhku. Kadang ia melindungiku dari dingin, dengan menutup pundakku, atau kadang ia hanya berslempangan saja di leherku dengan bebasnya.

Entah mengapa, memakai selendang pemberian ibu rasanya nyaman sekali. Aku serasa dekat dengannya, meski nyatanya hanya selendang pemberiannya saja yang dekat denganku. Tarno, pacarku yang orang keturunan Jawa Lampung itu pun sempat memuji, katanya selendangnya cantik, secantik si pemakai. Dipuji oleh pacar seperti itu siapa yang tidak senang. Dan, gara-gara  ini pula aku dan pacarku semakin dekat dan mesra.

Suatu hari, kami pergi berjalan-jalan ke kebun teh. Hawa yang dingin membuat kami saling merapatkan diri lebih dekat. Tarno mengikat kami berdua dengan selendang, dengan tali simpul yang dibuat asal-asalan. Tak berapa lama hujan rintik turun, kami mencari saung untuk berteduh. Kami memilih saung yang jaraknya dekat-dekat saja. Sampai di saung, tali simpul selendang aku buka, selendang  kugelantungkan di leherku. Kulihat Tarno merebahkan badan, aku hanya duduk sambil memeluk kakiku. Tanpa aku duga Tarno menarikku, aku terjatuh dengan posisi tubuh menindihnya. Wajahku tepat berada di atas wajahnya. Dalam sekejap ia mengulum bibirku, tangannya mencoba masuk ke dalam kemejaku. Aku berontak dan mencoba menjauhkan tubuhku darinya. Tapi tangannya lebih kuat dariku, satu tangan menahan tubuhku, dan satunya bergerilya dalam bh-ku. Sekarang posisiku bukan di atasnya, tapi sebaliknya ia berada di atasku. 

Ada sesosok devil sedang tertawa di matanya.  

Tiba-tiba aku teringat ibu. Selendang kutarik, hanya dalam hitungan detik sudah berada di leher Tarno. Sekarang matanya melotot, lidahnya menjulur, Tarno terbujur kaku di atasku.  

Tawa sang devil sirna dari mata Tarno.

Dan, sekarang ia bersamaku.



 ***
300 Kata


Note : Hahhaha niatnya ingin ikutan #MondayFF, tapi gak jadi.




 Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling


Senin, 29 Mei 2017

Berbuat Baik Ala Gusdur








"Saat kamu berbuat baik, orang tidak akan bertanya apa agamamu" 
-  Gus Dus  - 



 




Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling



 

Rabu, 01 Maret 2017

I Proud of My Daughter




video

                                                       A Letter From Mom and Dad :)


A Letter from Mom and Dad

...My child,

When i get old, i hope you understand and have patience with me.
In case i break a plate, or spill soup on the table because i'm loosing my eyesight, i hope you don't yell at me.
Older people are sensitive.
...Always having selfpity when you yell.
When my hearing gets worse and i can't hear what you're saying, i hope you don't call me "Deaf!"
Please repeat what you said or write it down.
I'm sorry, my child.
...I'm getting older .
When my knees get weaker, i hope you have the patience to help me get up.
Like how i used to help you while you were little, learning how to walk.
Please bear with me.
When i keep repeating my self like a broken record, i hope you just keep listening to me.
Please don't make fun of me, or get sick of listening to me.
Do you remember when you were little and you wanted a ballon?
You repeated youself over and over until you got what you wanted.
...Please also pardon my smell.
I smell like an old person.
Please don't force me to shower.
My body is weak.
Old people get sick easily when they're cold.
I hope i don't gross you out.
Do you remember when you were little?
I used to chase you around because you didn't want to shower.
I hope you can be patient with me when i'm always cranky.
It's all part of getting old.
You'll understand when you're older.
And if you have spaare time, i hope we can talk even for a few minutes.
I'm always all by my self all the time.
And have no one to talk to.
I know you're busy with work.
Even if you're not interested in my stories, please have time for me.
Do you remember when you were little?
I used to listen to your stories about your teddy bear.
When the time comes and i get ill and bedridden, i hope you have the patience to take care of me.
I'm sorry if i accidentally wet the bed or make a mess.
I hope you have the patience to take care of me during the last few moments of my life.
I'm not going to last much longer, anyway.
When the time of my death comes, i hope you hold my hand and give me the strength to face the death.
And don't worry...
When i finally meet our Creator...
I will whisper in his ear to BLESS you.
Because you loved your Mom and Dad.
Thank you so much for care.

We love you.
with much love,

Mom and Dad



Gara-gara puisi di atas, putri saya menangis sesegukan. Saya memeluk dan menciumnya. Ada rasa haru dan bangga akan kepekaan yang dimilikinya, di usianya yang baru akan menginjak 8 tahun pada tanggal 28 maret 2017 ini. Ini bukan tangisan biasa! Tangisan ini seolah curahan hatinya pada saya. Curahan cintanya yang besar pada Mom dan Daddy-nya. Puisi berbahasa Inggris ini saya bacakan terjemahannya padanya, diluar dugaan ia langsung menangis terharu. Tangisannya mengisyaratkan kepekaannya terhadap sesuatu yang menyentuh hati. Saya terharu campur bangga.

Thank you so much "The apple of my eye!". Tangisanmu adalah gambaran hatimu yang penuh cinta terhadap kedua orang tuamu.


Love you,
Mommy and Daddy.



Note : Puisi ini dari pertama saya membaca sampai hari ini masih sama ; "Very touching", meski berkali-kali membacanya.




Jakarta, 01 Maret 2017




Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling




Selasa, 07 Februari 2017

Doodle For Me ?



Yes! Hari ini saya cukup dibuat surprise oleh Google, gara-garanya waktu mau ngeklik Google Doodle ada tulisan ucapan selamat Ultah buat saya. Hahaha... rupanya hari ini tidak ada Doodle khusus yang dibuat Google, jadi Doodle hari ini rasanya spesial buat saya deh kayaknya haha kepedean   tapi sih kemungkinan Doodle kali ini dibuat khusus bagi mereka yang berulang tahun tepat di tanggal 07 pebruari ini. 

Horeeeee... terima kasih Google! Karena saya termasuk salah satu dari mereka itu. Thanks a lot, ya.

Dan, Google Doodle kali ini adalah, taraaaa...


Selamat Ultah Yuliana!

Kamis, 12 Januari 2017

Small Move, Big Change


Resolusi 2017

Resolusi Absurb

Memasuki tahun 2017 ini, seperti biasa setiap orang mempunyai resolusi baru. Entah itu resolusi yang benar-benar baru atau hanya pengulangan saja, karena resolusi tahun sebelumnya gatot alias gagal total. Demikian juga dengan saya, setiap memasuki tahun yang baru rasanya tidak afdol jika tidak punya resolusi untuk tahun yang baru tersebut. Sayang, resolusi tinggal resolusi, karena selebihnya hampir 90% resolusi saya gagal maning-gagal maning justru di hitungan hari saja. Entah mungkin resolusi itu terlalu absurb untuk dilaksanakan atau sebab lainnya.

Akhir tahun 2016 kemarin di bulan Desember, saya mengikuti webinar bedah buku "Small Move, Big Change" yang dipandu oleh mas Agus Setiawan dari Aquarius Learning. Saya merasa beruntung sekali karena pembahasan ini terkait dengan resolusi yang selalu gagal. Mengapa resolusi itu selalu gagal? Itu disebabkan resolusi itu dianggap sebagai suatu ancaman oleh otak reptil kita (kalau tidak salah ya), sehingga otak reptil membentuk semacam pertahanan diri. Ini yang mengakibatkan mengapa resolusi kita cepat atau selalu gagal bahkan hanya hitungan hari atau bulan saja. Ya karena itu tadi, resolusi kita dianggap suatu ancaman yang membahayakan diri kita, sehingga otak reptil membentuk suatu pertahanan menolak resolusi yang dianggap sebagai ancaman tersebut.

Micro Resolusi

Sebagai contoh, ada seorang ibu yang menderita suatu penyakit dan oleh dokter disarankan untuk olahraga lari selama setengah jam setiap hari. Dezziigg! Si ibu rasanya seperti ditonjok saja mendengar saran dokter tersebut. Si ibu yang hobinya nonton sinetron tv tersebut belum apa-apa sudah merasa terancam dengan saran dokter tersebut. Gila lari setengah jam setiap hari itu enggak gampang bray! Sebagai seorang yang tidak pernah olahraga saran dari dokter ini dianggap sangat memberatkannya, dan otak reptilnya segera meresponnya sebagai ancaman. Andai si ibu mengikuti langsung saran sang dokter, bisa dipastikan program olahraganya pasti hanya akan bertahan hanya beberapa hari atau pekan saja, selebihnya bisa ditebak program itu akan berakhir berantakan. 

Dalam bedah buku "Small Move, Big Change" ini kita diajarkan bagaimana mencapai sebuah resolusi. Rahasianya, sssttt... kita hanya perlu membuat resolusi itu menjadi micro resolution. Seperti contoh saran lari setengah jam buat si ibu di atas, ia membuat micro resolusinya yaitu berlari ditempat selama satu menit saja. Satu menit?  Iya, cukup satu menit. Sambil menonton tv ia lari di tempat selama satu menit. Lari yang cuma satu menit ini ia lakukan tanpa beban. Jelas tanpa beban, karena satu menit dianggap si otak reptil bukan ancaman, menjadikan aktifitas berlari ini dijalani dengan mudah tanpa beban. Ia tetap bisa menonton tv dan lari satu menit sekaligus. Karena lari satu menit ini akhirnya menjadi sebuah kebiasaan, dan suatu kebiasaan dengan sendirinya berjalan sendiri tanpa diperintah oleh otak. Karena satu menit sudah berhasil, ia menambah jam terbang larinya sedikit demi sedikit, hingga tanpa disadari ia bisa melakukan lari ditempatnya bukan hanya setengah jam bahkan hingga satu jam. Sesuatu yang dulu mustahil itu, sekarang bisa dilakukannya dengan mudah karena micro resolusinya.




Ada contoh lain dari : Small Move, Big Change ini. Seorang ibu suatu hari diberi bunga anggrek. Ketika ia menerima bunga itu ia merasa sangat senang. Ia meletakkan bunga tersebut di atas sebuah meja, dipandanginya bunga tersebut. Lalu ia melihat bunga tersebut, "Bunganya sudah cantik, tapi taplaknya kok jelek." Segera ia mengganti taplak mejanya. Dipandanginya lagi bunga dan meja tersebut. "Oh, bunga dan taplaknya sudah bagus, temboknya kok kusam ya," pikirnya lagi. Lalu dicatnya dinding rumahnya, hingga sekarang rumahnya menjadi lebih bersih dan terang. Ia memandangi bunga, taplak, dinding rumahnya, semuanya sudah perfect. Sekarang ia memandang ke cermin, ia melihat wajah kusut seorang perempuan tua dengan pakaian lusuh. Segera ia tersadar, lalu ia pergi mengunjungi salon. Dipotongnya rambutnya, difacial wajahnya, lalu ia membeli beberapa pakaian baru. Sekarang ia menatap dirinya dicermin. Seorang perempuan tua dengan wajah ceria dan penuh semangat dengan pakaian yang menambah kecantikan wajah tuanya. Ia tersenyum bahagia. Sekarang ia merasa hidupnya lebih bersemangat. Bunga yang cantik dengan taplak dan dinding rumah yang bersih dan cerah, dengan seorang perempuan tua yang dipenuhi wajah ceria dan bersemangat, membuat rumah tua yang tadinya kusam seperti tidak ada kehidupan itu, sekarang berubah penuh dengan semangat dan kecerian hidup. Hanya dengan melakukan perubahan-perubahan kecil, semua menjadi berubah.


Ya, itulah small move, big change. Lakukan perubahan kecil, maka perubahan besar  terjadi.

Terima kasih buat mas Agus Setiawan yang sudah memberikan pencerahan dengan webinar bedah buku "Small Mpove, Big Change" akhir tahunnya. Semoga ini bisa bermanfaat bagi setiap orang. Amin


Note : Belum terlambat juga kalau saya sekarang mau membuat resolusi tahun 2017, tepatnya micro resolusi. Menulis selama setengah jam, waktunya setengah jam sebelum jam istirahat kantor (pukul. 11.30 wib). 






Jakarta, 12 Januari 2017



Salam, 
Auntie 'eMDi' Dazzling