Translator

Jumat, 28 Februari 2014

Dialog Cerdas



Sudah lama saya jarang bersosialita di pesbuk, penyebabnya macam-macam. Tapi semalam saya tergelitik membuka notifikasi pesbuk di jendela android hp saya yang datangnya dari grup komunitas Bisa Menulis (KBM), grup yang memang saya favoritkan sejak saya punya pesbuk.

Selasa, 25 Februari 2014

Suatu Hari




“Ri, gue ikut!” Kata saya waktu melihatnya berniat pergi ke luar kantor hendak mencari Alqur’an Alfatih di Megastarshop Tangcity suruhan ibu Boss, saya pikir kerjaan masih longgar daripada nyanun di ruangan sendiri nemenin Boss mendingan saya ikut window shopping aja bersamanya, dan anggukan setujupun segera saya dapatkan darinya, hahaiii …  teriak hati saya senang.

Rabu, 15 Januari 2014

Membuat Tema bukan Resolusi


Tahun baru 2014 baru saja dimulai, ada banyak resolusi tercipta. Dan tampaknya saya telat, jika baru membahasnya sekarang, tetapi setidaknya saya mencoba berbagi tulisan yang cukup inspiratif yang saya dapat dari email yang berasal dari Bapak Agus Setiawan founder Baca Kilat di tulisan perdana saya di tahun yang baru ini. Begini email beliau :

Senin, 09 Desember 2013

Gledek, Petir, Kilat, dan Thunder !


Jdeeerrr .....! Bunyi petir begitu keras membahana, saya menelungkupkan wajah di balik bantal dan guling untuk sedikit meringankan rasa takut yang merasuk.


                                                                          ***

Rabu, 13 November 2013

Hai Hai ... Siapa Dia ?



"Good site ( ) you've got here ...
It's difficult to find high-quality writing like yours nowadays.
I really appreciate individuals like you! Take care!"
                                          
    (Anonim)

                  
                                                                      ***

Jumat, 01 November 2013

Kerennya Sahabatku


"Kalau kau tidak bisa menemukan mujizat, jadilah mujizat."     # Nick Vujicic
                                                                                                            ***


Sahabat saya yang satu ini, Anissa,  keren sekali. Entah mengapa, Ia telah membuat saya takjub melihat kepiawaiannya dalam menerima telepon. Mungkin banyak orang berpikir "Aahh, kerjaannya receptionist mah mudah", tetapi kenyataannya tak semudah yang disangka. Jika dilihat secara selintas, memang pekerjaannya itu terlihat sangat sangat mudah. Angkat telpon, kemudian ber-"say halo selamat pagi/siang/sore" deelel. Titik. Tetapi apakah kemudahan yang terlihat itu benar-benar mudah? Oh, No! Tidak! Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Karena saya sendiri pernah mencobanya, dalam artian saya pernah menggantikan posisi receptionist dan itu tidak mudah, tentunya itu buat saya.