Translator

Senin, 30 Januari 2012

Rejeki sama dengan keajaiban


Dengan penuh semangat saya membuka internet untuk mengecek gaji saya, sudah tanggal segini pikir saya pastilah gaji sudah masuk rekening, maklum saja tanggal sudah memasuki tanggal 27, sebuah tanggal yang menandakan tanggal tua alias tanggal cekak ... have no money ..... sudah gak tahan menunggu transferan gaji, ibarat orang hamil sudah sembilan bulan dan sedang mules-mulesnya menunggu kelahiran si jabang bayi !!

Dengan penuh keyakinan saya mengisi data yang diperlukan untuk membuka account rekening saya, ini dia data yang harus saya isi :

Silakan memasukkan USER ID Anda
Please enter Your USER ID    : saya isi bla bla bla
Silakan memasukkan PIN Internet Banking Anda
Please enter Your Internet Banking PIN : saya isi bla bla bla


Langkah selanjutnya saya membuka informasi rekening dilanjut informasi saldo, dengan terkejut saya melihat dengan jelas nilai rupiah yang ada di saldo saya, jumlahnya hanya jumlah terendah dari batas uang yang harus disisakan di bank, saya mengeryitkan dahi, benar jumlah uang tidak berubah tetap cuma segitu (hah, emang dengan mengernyitkan dahi uang jadi berubah !!).



Kecewa. ya itu perasaan yang mendera saya saat itu. Haduh uang tak punya ,rekeningpun nyaris collapse. Kekurangnyamanan segera menghampiri saya, otak saya berfikir jalan satu-satunya untuk mencukupi satu minggu kedepan adalah bongkar celengan anak saya (hahaha ... jadi malu, maaf ya nak itu juga kan uangya mommy yang ditabung), besarnya jumlah uang celengan itu lumayanlah karena seingat saya jika saya menyuruh "nyelengin" pada buah hati saya rupiah lima puluh ribuanlah yang dicelengin, dan acara tabung menabung itu cukup sering frekwensinya.

Sepertinya cuma itu jalan yang tepat ,daripada harus menghutang uang sama teman atau kepada kasir di kantor - gak ah - bukan karena gengsi tapi memang bukan kebiasaan saya untuk berhutang (kecuali kepepet kali ya hehehe).

Esok harinya, saya masuk kerja seperti biasa. Gaji jangan tanya belum masuk rekening juga, uang celengan masih utuh belum dibongkar. Masih aman. Hari itu ada salah satu teman dari devisi marketing mampir ke kantor kami, tiba-tiba Ia menghampiri saya dan dengan tanpa  diduga sedikitpun juga sang teman menyodorkan sejumlah uang berwarna merah kepada saya, sontak saya kaget buat apa mba ? tanya saya ragu, ya buat kamu jawabnya singkat, Uang apa nih mba ? masih dengan mimik tak percaya saya bertanya lagi, itu buat kamu eemm saya dapet tender kemarin dan saya ingin berbagi saja sama kamu.  Wouw ... saya terkejut !.

Rasanya ini seperti sebuah keajaiban saja.   Keajaiban itu datangnya tidak pernah diduga tetapi selalu tepat waktu.

Menurut saya "Rejeki itu sama dengan Keajaiban"
Terimakasih ya Allah ... my Lord.





Kamis, 26 Januari 2012

Resolusi



Katanya suka baca, tapi kenapa sekarang tidak menyediakan waktu khusus untuk membaca "buku",  jadi mulai saat ini : Sediakan waktu khusus untuk baca "buku" minimal 1 jam, bukan hanya surfing di "internet" saja atau cuma menghabiskan waktu untuk nonton televisi.


Katanya suka menulis, tapi kenapa tidak dibuktikan untuk produktif menulis, meskipun hanya menulis "satu" kejadian "kecil" dalam hidup, kan menulis tidak perlu harus menulis sesuatu yang "wah" atau menulis sesuatu yang "special" (inikan bukan nasi goreng special pake telor hehehe) , jadi mulai saat ini : Sediakan waktu untuk menulis minimal "satu tulisan" dalam satu minggu , pokoknya jangan hanya membiarkan "ide" menguap begitu saja dari otak.


Intinya yang namanya "lazy" itu harus dibuang .... buang .... buang ... titik.


Itu dulu resolusi yang harus saya buat, dan semoga saya konsisten menjalankannya. Amin


Note : ini komplain diri saya PADA diri saya sendiri.

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...