Translator

Jumat, 31 Mei 2013

Setoran Akhir Bulan


Tak terasa, tanggal sudah menginjakan kakinya di hari terakhir bulan Mei, tanggal Tiga puluh Satu - tanggal tua - tetapi duit pastinya lagi nomplok, karena biasanya orang sudah menerima gaji di tanggal-tanggal seperti ini. Dan di detik-detik terakhir bulan Mei ini pun, saya tak mau melewatkannya tanpa di temani satu postinganpun, meski setoran postinganpun belum ada (*so, yang mau di posting apa ya? lieur dewek) tetapi niat saya sudah jelas ingin memposting sesuatu, sesuatunya itu apa?  waah, terserah si jari saja, mau kemana ia membawa.

Rabu, 22 Mei 2013

Oh, Indahnya Jatuh Cinta



Ternyata,  pada orang yang sedang jatuh cinta, selalu ada “hal”, yang dapat diperbincangkan.

Kesan ini saya tangkap, pada dua orang teman kerja saya, ketika tanpa sengaja, saya melihat ada  cinta di mata mereka. Di setiap perjumpaan mereka, dimanapun itu, selalu ada komunikasi yang terjalin. Apa yang diperbincangkan? Entahlah, hanya mereka berdua yang tau. Lalu, mengapa? Ada yang salah?? Tidak, tidak ada yang salah sama sekali, karena jatuh cinta itu, bisa terjadi pada siapa saja, dan pada kalangan mana saja, bebas, lepas, bagai tanpa batas. Dan tiada yang pernah tau, kapan cinta itu datang menyapa,  atau bahkan pergi tanpa pesan. Karena cinta itu sejatinya adalah universal - Milik semesta alam. 

Selasa, 14 Mei 2013

Arti Filosofi Nama Marchia Diandra



Tulisan ini ditulis pada tanggal 28 Maret 2013. Ditulis untuk mengenang kembali detik-detik kelahiran buah hati kami tercinta “Marchia Diandra Gusti”  - We Love You My dear :)

 

Hari ini, Kembali ke empat tahun silam, tepatnya Hari Sabtu tanggal Dua puluh Delapan bulan Maret tahun Dua ribu Sembilan jam 11.45 siang, saat itu adalah kemenangan perjuangan saya, dimana saya akhirnya berhasil menjadi seorang perempuan yang sempurna.  Seorang perempuan, yang akhirnya bisa melahirkan seorang anak.  Rasa bahagia, bangga campur haru, berbaur menjadi satu. Sang Pelita keluarga kami, baru saja terlahir. Seorang perempuan lucu nan cantik, dengan berat hanya 2,3 kg dan panjang 47 cm, sangatlah mungil terlihat. Saya memandangi bayi mungil ini, yang dokter letakan di atas perut saya, ketika ia baru saja terlahir, “Kecil banget, kayak cecak”, guman hati saya takjub.