Translator

Selasa, 26 Maret 2013

Terlempar Ke Dunia Luar



Ternyata hidup tanpa internet itu, ibarat hidup di pulau terpencil yang tak berpenghuni, dan hanya di temani sebiji buah kelapa, sebagai teman berbagi curhat. Komunikasi yang terjalinpun, cuma komunikasi satu arah, tak ada timbal balik alias tiada respon dari lawan bicara. Tragis!. Pasti. 

Seperti film “Cast Away”-nya Tom Hanks, dimana ia  terlempar keluar dari kehidupan normalnya. Hidup sebatang kara. Disuatu tempat – pulau terpencil tak berpenghuni, di negeri antah barantah, tanpa kawan terlebih lawan. Jauh dari jangkauan dunia luar. Sendiri. Sepi. Laksana kembali ke “Titik Nol “. Eeemmm ….., kayak judul bukunya Agustinus Wibowo aja ah! Merana. Hanya jiwa, dan sebuah biji kelapa yang menemaninya.  Sad.

Kamis, 14 Maret 2013

“ Selamat Pagi Bu “



Mengapa ada orang, yang memulai pagi hari, dengan wajah cemberut, asam, tak berseri ….. ?

Wajah tegang nan asam itu, saya dapatkan pada atasan saya di setiap perjumpaan di pagi hari. Saya tidak tau, apa yang menyebabkan ia begitu terlihat tegang di pagi hari. Apakah karena tugas-tugas kerjanya yang sebegitu berat, yang telah menantinya kah ? Hingga beban itu terasa melelahkannya, atau justru, mungkin Karena urusan keluarganya yang begitu ruwetnya, sehingga membuat hari-hari paginya begitu tidak berseri, penuh dengan kemurungan ?

Rabu, 06 Maret 2013

Gemuk atau Kurus



"Sudah saatnya, di kita ini (red:perusahaan), Boss-bossnya berbadanya gempal dengan perut membuncit".

“Hahaha … “, saya tertawa mendengar omongan sahabat saya ini. Menurut sahabat saya ini, Anies, tampaknya akan terasa cocok jika seseorang telah memiliki jabatan tertentu di perusahaan, memiliki postur tubuh gemuk. Saya sih kayanya kurang setuju deh, tapi sih emang gak menutup mata kalau melihat teman yang sudah menduduki jabatan tertentu dengan perut sedikit membuncit itu hihi … tampaknya cocok banget jadi boss.  Contohnya sih temen saya mas Bayu, dengan kulit putih dan perut sedikit membuncit, membuat ia tampak seperti boss muda atau setidaknya seperti  eksekutif muda berkarir bagus.

Senin, 04 Maret 2013

Bulan Kesehatan


Yang namanya mahluk hidup itu bisa sakit. Terlebih manusia. Resiko sakit itu lebih besar.

Mengutip perkataan pak Anas Urbaningrum, "Orang itu boleh sakit", ketika ia diwawancarain di salah satu statiun tipi swasta, perihal ketidak hadirannya dalam gelaran pembacaan dan penandatanganan pakta integritas partai Demokrat, bagai mengaminkan tulisan saya saja. Meski jawaban Anas ini seperti pin pin bo alias pinter pinter bodoh, karena pertanyaan jurusan ke Grogol jawaban ke Pasar baru (#hadeh nyasar dah) ini berbeda  konteks, tetapi tetap saja pokok pikirannya sama, "Sakit itu Bisa atau Boleh".