Translator

Kamis, 14 Maret 2013

“ Selamat Pagi Bu “



Mengapa ada orang, yang memulai pagi hari, dengan wajah cemberut, asam, tak berseri ….. ?

Wajah tegang nan asam itu, saya dapatkan pada atasan saya di setiap perjumpaan di pagi hari. Saya tidak tau, apa yang menyebabkan ia begitu terlihat tegang di pagi hari. Apakah karena tugas-tugas kerjanya yang sebegitu berat, yang telah menantinya kah ? Hingga beban itu terasa melelahkannya, atau justru, mungkin Karena urusan keluarganya yang begitu ruwetnya, sehingga membuat hari-hari paginya begitu tidak berseri, penuh dengan kemurungan ?

Saya tidak tau, jawabannya !?  Yang saya hanya bisa tangkap sekilas dari sikapnya ialah, “pagi yang tak berseri”. 

Sebenarnyalah, ia adalah seorang yang berhati lembut. Ia mudah sekali jatuh kasian pada orang-orang yang berkesusahan. Ia bak seorang ‘good Samaritan’ – seorang yang murah hati – dermawan. Dan sejatinyalah kesangaran itu, bukanlah milik wajahnya yang sesungguhnya. Wajahnya sesungguhnya, cantik nan rupawan. Dan wajah paginya yang sangar itu, mungkin hanyalah emosi sesaatnya yang tak bisa ia selimutinya dengan baik. 

Dan seperti pagi-pagi sebelumnya, di pagi ini pun, wajah itu terlihat tegang nan galak.

Saya sebagai bawahannya, tidak sepatutnyalah menambah kegelisahannya. Saya hanya tertegun, tak berani menyapa, meski itu sekedar ucapan “selamat pagi” atau sapaan “hallo” saja. Saya hanya terdiam, menunggu salju es itu mencair dengan sendirinya. Satu hal yang biasa saya lakukan, hanyalah membuatkannya secangkir teh manis hangat, dengan harapan, minuman itu bisa membuat hatinya menjadi hangat, dan tidak sedingin seperti sebelumnya. Breaking the ice – memecah ketegangan, itu saja.

Dan, saya merasakan gunung es itu akan mencair  seiring siang menyapa. Senyum, tawa, candanyapun kemudian keluar begitu saja, bagai muntahan lahar yang tak dapat di bendung. Jika sudah begini, saya hanya tersenyum dalam hati, ikut berbahagia dan merasa tenang. “Oh, gunung es itu sudah mencair”, batin saya.

Kadang saya berimajinasi, bagaimana jika ia adalah benar-benar si gunung es yang beku nan dingin, yang tidak mudah mencair. Bagai gunung es di pegunungan Himalaya nun jauh disana itu? “Hiiii …”, Saya  bergidik membayangkannya. “Brrrrrrrreerrr ….”, dingin.

Jika ia sedingin gunung es itu, apalah arti secangkir teh hangat yang biasa saya suguhkan buatnya itu ? Itu sama saja dengan setitik air tawar yang dituangkan ke air laut. Tidak ada artinya, tidak ada pengaruhnya. Yang ada, si air tawar malah berubah menjadi asin, seasin air laut. 

Tetapi, ternyata atasan saya ini, hanyalah laksana secuil es batu yang mudah mencair. Jangankan es batu itu di siram air hangat, dibiarkan saja, ia sudah mencair dan meleleh kemana-mana, membasahi semua sudut, menguap, dan mengering.

Gambaran itu, hanyalah pandangan sepihak saya saja, bukan dari sudut pandang orang lain. Karena, jika mendengar bisik-bisik dari orang lain, mereka menggambarkan : ia laksana macan saja, galak nan menakutkan. Tapi bukankah, macan itu ‘MAnis CANtik’ ?!. Memang, ia terkadang terlihat galak. Tetapi saya tau, kegalakannya itu akan mudah mencair, bagai secuil batu es tadi, yang sedetik kemudian mencair, tinggal basah yang tersisa.

Dan, sayapun yakin,  disudut terdalam hatinya, ia adalah seorang yang berhati lembut, hati seorang ibu yang mencintai anak-anak dan keluarganya dengan setulus hati. Hati yang lembut nan peka. Satu harapan, semoga kelembutannya itu saja yang tersirat, di setiap pagi hari menyapa. Dan tersenyumlah bu, karena pagi berseri menyapamu …

Ada satu kerinduan yang selalu ingin terucap. Rindu menyapanya  di pagi hari. Dan, kerinduan itu laksana ibu hamil Sembilan bulan, yang menantikan si jabang bayi segera terlahir, tetapi takut untuk menghadapi kelahirannya. Tetapi, tanda-tanda kelahiran itu tampaknya sudah mulai terasa. Mules yang semakin menghebat, dan mules itu rasanya sudah di ambang  batas bertahan, dan sebentar … , eeuuuuhhhhh   brrroooooll ….

“Selamat pagi bu …” 

Ucapan itu terlahir juga  :) plong

Have a nice day.

Tapi bu, jangan sering-sering jadi batu es, lihat tuh jadi pada becek semua  *hehe just kidding


Note : Tulisan ini hanya hasil rekayasa saja, jika ada kesamaan cerita,tokoh,kejadian itu bukan karena kesengajaan, melainkan disengaja hehe . Salam : Peace,Love and Gaul 
Oya, nampaknya saya besok mulai di karantina (hihi kaya animal aza), mungkin bisa sampe satu bulan. Tapi sih semoga masih bisa ngenet hehe. Sampe ketemu lagi ya :)



My Note : Sapalah pagi dengan berseri, karena pagi akan menyapamu pula dengan wajah berserinya :)


Salam,
Auntie Dazzling

18 komentar:

  1. Ohh ini fiksi, kirain... btw mbak, bosnya mirip banget ma saya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetunya itu non fiksi, note-nya saja yang bercanda :)

      Hapus
  2. saya belum kerja, semoga pas kerja bosnya asyik.

    BalasHapus
  3. kalau bos saya kaya es batu, saya mo jadi cendol aja, kan seger tuh diminum siang-siang...

    BalasHapus
  4. yang harus kita lakukan adalah senantiasa bersyukur saat menyambut hari yang baru, karena kita sudah diberi kesempatan oleh Sang Khaliq untuk menikmatinya...maka tersenyumlah :-)

    BalasHapus
  5. selamat pagi bunda....

    Thanks for visit my blog....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siang dewi, hehe maklum ini siang sekarang.
      Thanks juga sudah berkunjung :)

      Hapus
  6. memang agak berat untuk memulai dari kita terlebih dulu yang negor :( hehehe.. tapi iia pasti besar lah manfaatnya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan gak mau negor, justru pengennya neor duluan :)

      Hapus
  7. Oalah, Akoh berpikir ini atas Kak Marchia beneran, ternyata fiksi. Dikerangkeng kenapa Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi Koh, sebenernya itu kisah nyata :)

      Hapus
  8. ceritanya lagi nahan boker yah? :P

    BalasHapus
  9. Hihi, Nuel ada2 aja, pasti bacanya pas bagian belakang doang hadeuh! :)

    BalasHapus
  10. umh kalo saya mau jd bos yg kayak es batu jg, biar nanti ada bawahan cewek saya yg jadi sirupnya yg membuat saya jadi manis hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisa-bisa, jadinya es sirup seger deh :)

      Hapus

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...