Translator

Selasa, 18 Desember 2012

Ketangkasan Si Jari dan Ketajaman Si Otak


Tulisan ini hanya menuruti keinginan si jari tangan saja yang begitu keukeuh untuk menulis, maka mengalahlah saya padanya. Saya turuti saja keinginannya. Ya, siapa tau ada manfaatnya, pikiran positip saya melontar keluar begitu saja dari otak saya tanpa berani saya tentang. Dan kemudian si otak-pun mengaminkan si jari.

Rabu, 12 Desember 2012

Saat Menanti My Daughter Di Kelas


Hari ini saya tidak masuk kerja, gara-garanya sih sepele saya terlambat bangun pagi. Akhirnya ketimbang saya harus mengejar keterlambatan dan ditambah terjebak macet dijalan saya memutuskan untuk tidak masuk kerja saja, bukan berniat bolos tapi tampaknya tidak masuk kerja adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.

Jumat, 07 Desember 2012

Kata Yang Membuat Semangat



Ketika saya membaca tulisan

“W
hen It’s Love …

A Friend Is Sweet When It’s New
But It’s Sweeter When It’s True
But You Know What … ?
It’s The Sweetest When It’s You”,

mendadak setelah membaca itu, saya menjadi sangat bersemangat dan bergembira.

Kamis, 29 November 2012

Kasih Tau ‘Gak Ya ?




“’Mba silahkan masuk, tolong alas kakinya dibuka”, suara perempuan dilobi praktek dokter 24 jam itu mempersilahkan saya masuk dan menyuruh saya membuka sepatu yang saya pakai, yang tanpa sengaja ikut nyelonong masuk juga karena saya tidak membaca tulisan “Harap Alas Kaki Dibuka” . Sayapun langsung membuka sepatu saya dan menghampirinya.

Senin, 26 November 2012

Siapa Bilang Sakit Gigi Lebih Enak Ketimbang Sakit Hati



"Daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa ..."

“rela “rela” “rela” aku “relakan” [2x] 



Itulah sepenggal lagu "Sakit Gigi"-nya  Maggy Z  yang ternyata itu tidak berlaku bagi

Rabu, 21 November 2012

Langkah Perempuan Itu Pendek

        Langkah Kakiku Panjang    .......... !!!                   * image 'mbah goole



Ini percakapan tanpa sengaja antara saya dan satu teman saya dibagian keuangan

Selasa, 13 November 2012

Aku Ini Siapa ?


Aku ini cuma seorang kuli - buruh pabrik krupuk - tapi sejak aku mengenal yang namanya blog kok gayaku jadi berubah total. Laiknya seorang pegawai kantoran aku sering menyebut tempat kerjaku dengan kata "kantor" ditulisan-tulisanku, padahal bagaimana bisa dibilang kantor jika kerjaku saja ditempat yang berpeluh karena kepanasan wajan penggoreng krupuk. Gaya bahasaku disetiap tulisanpun selalu menyebut diri dengan kata "saya" bukan menggunakan kata "aku" seperti kebiasaanku kalau bicara - ini supaya aku terlihat terpelajar saja pikirku. Namakupun kuganti dari Markonah Sokimut menjadi Marchia Diandra - biar gak malu-maluin pikirku lagi. Semuanya kubuat seolah aku ini orang terpelajar yang berpindidikan tinggi atau setidaknya seperti seorang yang mengenal bangku sekolahan padahal esempepun aku 'ra tamat.

Mengenal dunia internetpun itu karena ketidaksengajaan juga, waktu itu bossku di pabrik menyuruhku nge-fax satu lembar surat buat mitra kerjanya ke warnet yang letaknya agak jauh dari pabrik - kata bossku sih bilang "Sana Onah ke warnet yang dekat kelurahan situ jaraknya deket kok ora jauh" aku sih sigap saja berangkat namanya juga perintah boss. Waktu sampai di warnet situasinya terlihat sepi, setelah aku minta si mas penjaga warnet ngefax surat si boss terus aku melihat-lihat komputer yang dipajang berjejer sambil tanya-tanya sama si mas penjaga warnet, nah dari situ aku mengenal yang namanya dumay si "dunia maya". Awalnya aku diajarin karo si mas penjaga warnet buat pesbuk  katanya jaman sekarang kita harus bisa terhubung dengan dunia luar nah dengan pesbuk inilah koe bakalan punya konco banyak jelasnya padaku.
Akhirnya dari situ aku jadi rajin ke warnet deket kelurahan itu, beruntung si mas penjaga warnet ini baik tenan - selain aku dibuatin pesbuk aku juga dibuatin imel *tak pikir imel pacarnya Angga koncoku di pabrik krupuk tapi iki bedo kata si mas warnet, dan yang paling membuat aku seneng adalah waktu si mas warnet buatin aku blog terus si mas warnet tanya sama aku " kalau blognya 'ta kasih nama "Warna Warni Ceritanya MyeMDi" gimana mba ?" tanya mas penjaga warnet, aku cuma menganggukan kepala tanda setuju dan tersenyum bahagia *assiiik wes dadi 'wong kota saiki aku teriak hatiku girang.

* Image pinjem 'mbah google
Gara-gara blog inilah aku jadi mulai sombong, aku dah merasa paling pinter diantara konco-koncoku di pabrik bagian goreng krupuk iki, terus aku sering ngarang-ngarang cerita nyeleneh ke konco-koncoku padahal konco-koncoku itu  kur tak apusi wae. Tulisanku yang cupu-cupu itupun malah membuatku tambah gede sirahe wae, kadang kuceritakan apa yang telah kutulis pada salah satu teman karibku Anise Solehah dan dengan kepolosannya ia mendengarkan semua yang kuceritakan dengan penuh perhatian dan rasa penasaran. Kadang aku mengarang-ngarang cerita padanya kubilang padanya kalau pengarang buku "Anu" yang judul bukunya "Anu" itu adalah temanku di dunia maya dan dengan keluguannya pula ia percaya sama aku padahal ia baru 'ta apusi.

Tapi belakangan ini aku merasa asing dengan diriku sendiri. Aku merasa tak mengenal diriku yang bernama Onah ini. Pernah aku bilang karo sahabatku Anise Solehah "Nis, enakan jadi koe ya kejujuran dan kesolehanmu gak luntur" kataku padanya, ia malah membalas "jadi koe juga enak, koe saiki pinter internet, lah aku ?" balasnya. Iya, Anise Solehah bener saiki aku sedikit 'ra gaptek tapi aku merasa banyak kehilangan. Kehilangan apa sajakah ? pikirku dalem. Aku ini Siapa ? tanya hatiku. Aku inget saiki, aku wes keilangan duit buat ngenet, terus yang paling aku nyesel aku wes keilangan kejujuran. Nah iki sing penting. Ah aku nyesel 'wes kehilangan hal yang hakiki. Sekarang aku sadar, aku mau jadi diri sendiri saja jadi Markonah Sokimut gadis kampung sing sekolahe 'ra tamat esempe tapi aku jujur. Jujur dalam segala hal.

Welcome back Markonah Sokimut.


Salam,
Cha2




Selasa, 23 Oktober 2012

CALISTUNG



* Ba Bi Bu Be Bo .. Ca Ci Cu Ce Co .. Da Di Du De Do .. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 !!



Lagi kepikiran mencari cara bagaimana mengajarkan anak saya membaca dengan mudah dan menyenangkan, tanpa harus ia terbebani dengan semua kegiatan belajar yang akan saya coba rancang ini. Ya, memang sampai saat ini saya masih mencari formula yang tepat bagaimana menyusupkan belajar membaca ini disela-sela bermainnya sehingga ia akan tetap merasa exciting dalam bermain dan belajar tersebut.

Dijaman sekarang ini mungkin tidak sulit mendaftarkan anak untuk mengikuti bimbingan belajar membaca dan menulis, terlebih untuk saat ini sudah banyak bertebaran tempat bimbingan belajar membaca dan menulis bagi para Balita. Terus terang, saya tidak ingin mendaftarkan anak saya yang usianya masih terbilang sangat muda itu yaitu 3,5 tahun ke tempat-tempat bimbingan tersebut, sebaliknya saya sangat ingin mengajarkannya sendiri.
 
Kata "CALISTUNG" alias Membaca-Menulis-Berhitung pada masa ini sudah menjadi fenomena. Kata ini menjadi sangat tidak asing lagi bagi para orang tua khususnya di Indonesia. Disadari atau tidak memang ada tekanan yang membuat kita orang tua lebih mengutamakan anak belajar "Membaca-Menulis-Berhitung" diusia yang masih dini - ketimbang mencari cara bagaimana mengembangkan daya kreatifitas atau imajinasi si anak.

Sudah bukan rahasia lagi jika di sekolah dasar (SD) saat ini ketika ada penerimaan murid ajaran baru akan diadakan pengetesan terlebih dahulu kepada calon murid sebelum mereka bisa masuk di sekolah tersebut,  inilah yang mungkin membuat ketakutan besar para orang tua. Takut jika anak tidak bisa melewati tes tersebut sehingga si anak tidak diterima di SD tersebut, misalnya.
Asal tau saja bahwa masalah tes ini memang sifatnya pengetesan sekitar Calistung, nah ini yang membuat orang tua was was.

Pengalaman anak tetangga saya ketika ia hendak masuk SD dan ia harus menghadapi tes seperti itu cukup membuat saya kaget, karena ternyata ketika si anak menghadapi guru pengetes ia sangat ketakutan sehingga tubuhnya gemetaran ketika ia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru tersebut dan ia menjawab dengan bibir bergetar ketakutan dan mata mau menangis. Tragis.

Ya, saya sangat prihatin dengan gaya pengetesan semacam itu, saya berfikir apa gunanya guru jika baru masuk kelas satu SD saja si anak sudah dituntut lancar baca, menulis dan berhitung. Mengutip pendapat bapak Isa Alamsyah dari Komunitas Bisa! (maaf saya kesulitan mengunduh dan menemukan tulisan beliau yang ditulis sekitar tahun 2010) kira-kira begini intinya "Sebuah alat akan dikatakan bagus jika yang dimasukan perak dan bisa menghasilkan emas, tetapi jika yang dimasukan emas dan yang keluar adalah emas juga artinya alat itu tidak bagus - alat itu biasa saja alias standar -  karena ia mengeluarkan hal yang sama yaitu emas", dalam artian jika anak sudah pintar lalu dimasukan ke sekolah yang katanya bagus maka bukan sekolahnya yang bagus tetapi memang sejak awal si anak sudah pintar tetapi jika anak belum bisa apa-apa kemudian dimasukan ke sekolah yang katanya sekolahnya biasa-biasa saja tetapi kemudian menghasilkan anak-anak yang pintar maka inilah yang dinamakan sekolah bagus. Pengertian sederhananya - anak belum bisa calistung kemudian  bisa calistung. Dan sejatinyalah sekolahlah yang akan mengubah anak dari yang kualitasnya perak menjadi berkualitas emas - ini namanya sekolah bagus mengubah dari yang tidak bisa menjadi bisa.
 
Bukan saya menentang jika anak-anak usia dini ini diperkenalkan dengan Calistung karena saya sendiri sedang mengarah kesana, tetapi sebaiknyalah cari cara bagaimana pengajaran yang menarik bagi anak dengan bermain yang dalam bermain itu diselipkan belajar Calistung. Caranya bagaimana, tinggal kita sebagai orang tua yang mendesignnya dengan tepat bagi anak kita dan buatlah metode sesederhana mungkin dan mudah dimengerti dan dipahami oleh anak.

Yang menjadi pertanyaan :
1. Apakah tepat jika anak diperkenalkan "Calistung" di usia mereka yang sangat dini ini ?
1. Apakah tepat jika sekolah dasar sekarang menerapkan sistem "tes" terlebih dulu sebelum menerima murid baru ?  Apakah anda setuju atau tidak ?
2.  Jika anda setuju,  "tes" seperti bagaimana yang tepat ?
3. Apakah sahabat punya cerita seputar belajar Calistung ini ? jika ya, mohon di sharing


Sahabat, mungkin ini adalah sebuah bentuk kegelisahan saya terhadap diri sendiri dan terhadap pendidikan di Indonesia saat ini, dan untuk itu saya menunggu partisipasi para sahabat blogger untuk memberi saran pendapat sesuai kasus diatas. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.



Note : Ssst ...  tampaknya saya sudah menemukan metode buat anak saya.
         Doakan saya semoga berhasil.


Salam,
Cha2



Jumat, 12 Oktober 2012

Ada apa dengan Cinta ?


Huuuaah sudah memasuki tanggal dua belas dibulan Oktober tapi tidak ada satu postingpun yang saya publish di blog tercinta ini ....  sebenarnya " Ada apa dengan Cinta ?"  # sorry menyebut diri dengan Cinta dompleng judul film sebentar hehe
Apa si Cinta sedaaang maaf sibuk atau sedang lazy atau mungkin ada excuse yang lainnya ? ah rasanya tak perlu dibahas pembaca pasti sudah mafhum tanpa perlu penjelasan, iya kan ?

Sebenarnya Cinta mempunyai beberapa draft tulisan tapi sampai saat ini semua tulisan masih gantung belum ada yang ditulis sampai dengan tuntas sehingga tidak bisa di publish. Padahal layaknya sebuah hubungan bahwa hubungan yang digantung itu 'gak enak karena tidak jelas mau kemana arahnya demikian juga tulisan-tulisan di draft ini menjadi tidak jelas akan kemana akhir dari tulisannya  # ah jadi nelongso sendiri

Mungkin Cinta memerlukan sedikit waktu lebih longgar untuk bisa menulis dengan tenang tanpa ada gangguan ketimbang mesti mencuri-curi waktu luang untuk menyelesaikan sebuah tulisan pada jam-jam kerja kantor. Eh Cinta korupsi waktu ya ? enggak juga ah habis mau bagaimana lagi ? permasalahannya adalah karena  Cinta 'gak punya Laptop, atau PC atau mungkin gadget canggih lainnya yang bisa memungkinkan Cinta bisa menuangkan semua ide yang ada di otak tanpa menunggu waktu istirahat kerja dan menuliskannya cukup diwaktu senggang dimalam hari. Tapi sayang yang terjadi tidak demikian Cinta mesti tak tik tak tik ngetik tulisan tersebut di jam-jam istirahat dan sedikit di waktu senggang kerja. # widih kok jadi kaya ngeluh sih, maaf .

Dari semua ini Cinta jadi pengen segera memiki PC, Laptop atau gadget canggih lain yang bisa membantu Cinta memuluskan jalan untuk Cinta bisa menulis dengan tenang tanpa terburu-buru atau tanpa mencuri-curi waktu kerja.

Sahabat bagi yang bersediakan menyumbangkan dana untuk memuluskan jalan Cinta untuk segera membeli Laptop,PC atau gadget silahkan mengirimkan sumbangan kesini, atas nama :

Nama                : Cinta Menulis
No. Rekening    : BCA Cab. Mana Aje 1002501

Buat para donatur matur nuwun atas kesediaan merelakan sedikit rejekinya pada Cinta buat yang gak nyumbang ya ora opo-opo Cinta matur nuwun juga karena sudah membaca tulisan Cinta ini dan akhir kata dari Cinta "Njalug pangampurane sing akeh yo"


Note : Maaf yang belakang cuma bercanda bukan beneran hehehe


Salam,
MyeMDi


Jumat, 14 September 2012

Ibu Lebih Terluka


Kemarin ketika saya baru saja pulang kerja saya mendapati paha anak saya memar biru kehitaman maka bertanyalah saya padanya, "De, kakimu kenapa ?" dengan polosnya Ia menjawab "dicubit _ _ _ _ " jawabnya tanpa beban. Saya tersentak. Apa betul orang yang saya yakin sangat mengasihi anak saya itu tega menyakitinya. Hati saya penuh tanya. Kesedihan seketika menyelimuti  saya saat itu juga, jujur saya menangis ketika saya mandi setelah pulang kerja malam itu, ada penyesalan dalam hati mengapa saya harus bekerja sehingga saya tidak bisa mengurus anak saya sendiri. Hati saya dipenuhi penyesalan dan bersedih. Ya, ibu mana yang tidak bersedih melihat anaknya dilukai meski tidak parah tetapi tetap tidak ikhlas menerimanya. Siapa sangka orang yang masih dalam kategori keluarga itu tega melakukannya meski mungkin saat itu Ia khilaf melakukannya tetap saja hati saya pedih tidak bisa menerima perlakuannya terhadap anak saya itu. Sesak rasanya hati ini. Dan malam itu saya tidur dengan dipenuhi pikiran yang bermacam-macam.

Esoknya saya pergi bekerja dengan masih dipenuhi pikiran tentang perlakuan sebutlah pakde panggilannya pada anak saya. Saya menduga mungkin saat itu pakde lagi bad mood dan anak saya yang notabenenya memang anak yang aktif dan tidak bisa diam itu tidak menurut padanya sehingga mungkin inilah yang menyebabkan pakde tega mencubitnya dan menurut perkiraan saya cubitannya itu pasti sangat keras sehingga meninggalkan bekas memar yang sanga nyata.

Kesedihan saya mungkin cuma satu karena saya merasa kecewa dengan perlakuannya pada anak saya. Keyakinan akan kasih sayangnya pada anak saya menjadi saya sangsikan. Saya takut ketika bad mood-nya muncul maka anak saya akan terluka kembali. Kejadian ini menjadi beban di hati saya dan ini cukup berat bagi saya.


Kejadian seperti ini sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya, saya tau pakde sangat menyanyagi anak saya tapi akibat perlakuannya tersebut ini yang melukakan hati saya. Anak disakiti ternyata ibu lebih terluka. Ketika si anak sudah dengan sangat mudah melupakannya bahkan Ia tidak merasa sakit hati sama sekali berbeda sengan si ibu hatinya masih terluka - bukan dendam - tapi tak taulah namaya cuma rasa luka itu tampaknya berbekas dalam dan tidak mudah sembuh.

Mungkin ini hanyalah sepenggal cerita riak kehidupna keluarga kecil saya. Saya yang dalam hati kecil saya kalau boleh memilih lebih memilih mengurus anak saya sendiri ketimbang bekerja tetapi karena keadaan memaksa saya harus tetap bekerja. Saya sadar saya harus bekerja membantu suami saya untuk kelangsungan hidup keluarga kami. Sangat kekurangan memang kami tidak, tetapi saya ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak semata wayang kami. Hidup dijaman sekarang memang membutuhkan dana yang tidak sedikit jika hanya salah satu yang bekerja dengan gaji yang standar saja saya rasa akan sangat tidak cukup terlebih jika kita menginginkan pendidikan yang cukup baik bagi anak biayanya akan menjadi sangat mahal, jadi jalan satu-satunya adalah saya tetap bekerja untuk kepentingan anak kami kelak.

Satu kata buat my beloved daughter "maafkan mommy".

Disini ijinkan saya untuk memajang foto puteri tercintaa saya itu, supaya anda pembaca bisa mengenal lebih dekat puteri saya tercinta, dan ini dia fotonya :

I'll always love you my babe
You always make me happy 





Salam,
Cha2

Jumat, 07 September 2012

Minuman Penghangat Keluarga

Foto koleksi pribadi*
Susu ! ya, benar banget ini memang gambar susu bukan kopi atau wedang jahe dan siapapun orangnya akan sangat mudah menebaknya termasuk kalian semua  hehe.  Tapi susu apakah itu ?  hayo coba tebak ?!

Susu memang menjadi minuman favorit keluarga besar saya jika kami sedang berkumpul. Gak aneh ah!, emang tidak ada yang aneh semuanya wajar-wajar saja berkumpul bersama sambil menikmati segelas susu hangat. Tapi susu apakah itu ? hebaattt ... jawabannya 100% bener susu sapi dan bukan susu kuda liar apalagi susu wanita liar bukan banget hehe maaf. Kebiasaan minum susu bersama ini sudah seperti menjadi tradisi saja, kebiasaan ini dimulai entah sejak kapan yang jelas kegiatan ini menjadi sangat mengasikan karena diselingi canda tawa bersama sambil meneguk susu yang masih hangat dan  ditemani cemilan special bukan roti loh tapi tahu goreng setengah matang yang masih hangat plus rawit hijau segar dan jadilah tahu hot molotot  ... waahh pokoknya maknyus top markotob deh rasanya.

Terus apa sih yang menjadikan acara minum susu bersama ini menjadi istimewa dan terasa special ? jawabannya adalah karena kami semua meminum susu murni segar - susu hasil perahan dari peternakan sapi - yang berasal dari sekitar kawasan Lembang Bandung. Eh sebentar, sebenarnya sekarang saya sedang berada dimana ya  hayo ?? ya, saya ada di daerah sekitar Bandung tepatnya sih saya berada di Cimahi-Bandung.

Di kota Cimahi-Bandung inilah ada satu rumah peninggalan oran tua kami, dimana jika libur panjang tiba biasanya kami semua kakak beradik serta cucu-cucu dari almarhum orang tua kami yang tinggal menyebar di kota yang berlainan ini akan berkumpul, dan pada kesempatan inilah acara minum susu bersama ini digelar. Suasana hangat dari acara minum susu bersama ini akan bertambah hangat dengan kehadirnya my beautiful daughter yang tingkah polahnya lucu dan menggemaskan kami semua.

Kisah acara minum susu bersama ini akan saya wakilkan dengan foto-foto seorang gadis kecil yang bergaya dengan susunya. Ya , modelnya siapa lagi kalau bukan my beautiful daughter.

Dan inilah dia si "Minuman Penghangat Keluarga" itu bergaya bersama - putri cantik-ku  * hehe yang memuji cantik siapa lagi kalau bukan emaknya sendiri.

My Beautiful daughter berpose dengan si "Minuman Penghangat Keluarga" susu murni *
















Salam,
Cha2


Note : Foto-foto jepretan my niece *Meri Kristiani



Senin, 06 Agustus 2012

Ketika Si Malas Menginap

Kemalasan lagi benar-benar menghampiri saya kembali untuk kali ini dan entah untuk kali kesekian saya kembali terlena dengan kemalasan ini. Kehadiran si malas ini berawal dari aktifitas kerja saya di kantor yang kejar tayang alias date line, padatnya pekerjaan saya ini membuat saya tidak bisa sama sekali meluangkan sedikit saja waktu untuk menulis padahal saya punya satu bahan tulisan yang menurut saya cukup menarik untuk saya tulis, karena jika saya mengingatnya saja itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga, ya ceritanya apalagi  jika bukan sekitar buah hati saya yang sedang lucu-lucunya itu yang baru saja saya masukan ke International Language Programs (ILP) dan itu sebenarnya bisa menjadi satu bahan tulisan buat saya di blog ini, tapi sayang di sayang saya belum juga bisa menuliskannya sampai dengan saat ini, terus kapan ya ? hehe kita tunggu saja semoga saya bisa segera berbagi cerita itu disini dan semoga otak saya masih bisa menguraikan cerita tersebut dengan runut  # insya Allah


Karena saat ini saya lagi kedatangan tamu istimewa yaitu si "malas", dan sebenarnya saya juga tidak mengudangnya secara pribadi untuk datang berkunjung dan tanpa saya duga ia sudah mengajukan diri untuk menginap selama beberapa lama,  katanya "saya mau menginap, dan entah untuk berapa lama saya akan menginap disini" bisiknya tanpa beban # Alamaak.  Sebenarnya saya kaget juga mengapa ia doyan sekali ngendon ditempat saya ini, apa karena tempatnya yang nyaman untuk ia bisa bersantai-santai disini atau saya yang terlalu menjadikan ia Raja jika ia sedang bertandang sehingga ia jadi betah dan ogah pulang # ah saya tidak tau  tapi dari semuanya ini jelas sekali saya jadi terikat olehnya dan belum bisa melepaskan diri darinya  # somebody help me !!


Maunya Bobo teyus  Zzzzz rrrrrr ......

Akibat kunjungan si malas inilah akhirnya saya benar-benar meruntuhkan Resolusi saya sendiri. Resolusi yang telah saya canangkan untuk tahun ini adalah minimal menghasilkan satu tulisan dalam satu minggu ya kalau bisa lebih akhirnya tak terpenuhi sama sekali, bahkan bulan Juli lalupun saya sama sekali tidak menghasilkan satu tulisanpun. Tragis. 


Jadi siapa sebenarnya yang harus disalahkan ? saya tidak tau. Puyeng ***.
Mungkin jawaban yang paling bijak adalah menunjuk hidung saya sendiri.


Salam
Cha2

Jumat, 29 Juni 2012

Selamat Datang Indonesia

Namanya Cha Cha usianya baru menginjak 3 tahun. Mengenal kata "Indonesia" baru sejak tahun dua ribu sebelas lalu waktu rame-rame ada pertandingan Sepak Bola Sea Games 2011. Awalnya saya terkejut waktu pertama kali mendengar ia berkata "Indonesia" sambil berteriak, tau darimana kata tersebut pikir saya saat itu. Sejak ia mengenal kata "Indonesia" hampir setiap hari ia meneriakannya dengan penuh semangat, teriakannya tersebut memaksa saya untuk memperhatikan tingkah lakunya yang lucu dan menggemaskan itu, ternyata setiap ia meneriakan kata Indonesia ia akan mengalungkan sebuah gantungan kunci motor milik ayahnya pada lehernya, selidik punya selidik ternyata ia melihat para officer sepak bola pada Sea Games 2011 di televisi yang pada dadanya tergantung kartu tanda pengenal yang mungkin dalam persepsi seorang Balita sama dengan gantungan kunci milik ayahnya. Jadi geli, Ah lucunya ini anak.

Setelah saya menjadi paham mengapa ia selalu meneriakan kata “Indonesia” sambil mengalungkan gantungan kunci tersebut, akhirnya saya mencoba untuk memberi pengertian padanya tentang kata Indonesia ini. Saya mencari formula yang mungkin mudah di pahami oleh seorang Balita dan saya menunjukan gambar bendera merah putih padanya. Ketika saya menunjukan padanya gambar bendera tersebut sambil berkata “Ini Indonesia” dengan cepat ia berkata “That’s a flag mom” katanya dengan mimik kurang mengerti mengapa saya mengatakan gambar bendera itu dengan kata Indonesia, memang sejauh ini saya mengajarkan gambar bendera dengan kata flag dan sekarang saya mengatakan bahwa flag itu Indonesia, ini yang membuat ia tidak paham.  “Iya sayang, it’s a flag - ini bendera” kata saya kemudian “Ini bendera Indonesia sayang” jelas saya dengan harapan ia bisa paham dengan penjelasan saya, beruntung saya melihat mimik wajahnya yang lucu itu tersenyum sambil berkata “Indonesia’s flag - Bendera Indonesia” teriaknya dengan riang. Anak yang cerdas hati saya bergumam bahagia.

Kejadian ini cukup menggelitik saya untuk lebih memperkenalkan kata Indonesia padanya, tapi dengan cara bagaimana saya belum tahu juga dan belum menemukan caranya.

Suatu hari kami akan menghadiri acara resepsi pernikahan seorang teman, saat itu saya dan suami memakai batik yang seragam dan sayapun telah mempersiapakan baju batik baru buat buah hati saya tercinta. Ketika kami tengah berdandan anak kami ini berkata “Mom, kok ayah and mommi bajunya sama” katanya sambil menunjuk kearah pakaian kami. Saya tersenyum padanya, kemudian segera menciumnya dan berkata “Ini pakaian orang Indonesia” kata saya dengan ringan dan tanpa saya duga ia berkata “Kok punyaku warnanya beda sih mom, tapi ada gambar flowernya” katanya lagi, saya hanya membalas dengan senyuman, dan tiba-tiba ia  bertanya lagi "Mom kalau flowernya Indonesia itu apa ?" tanyanya lagi dengan penuh  rasa penasaran. Saya terdiam tak bisa menjawab. "Nanti ya nak, kita cari di toko buku gambar bunganya orang Indonesia" kata saya berjanji untuk menghindari jawaban saya yang takut salah.

Setelah kejadian diatas tadi saya menjadi sadar bahwa pengetahuan saya akan Indonesia ini sangat minim sekali baik pengetahuan budaya, bahasa, alam, flora & faunanya maupun pariwisatanya sehingga ini cukup membuat saya malu hati.
karena anak saya inilah akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu bunga apa saja yang mewakili bangsa Indonesia ini, dan tak dinyana ternyata bunga-bunga tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Bunga yang  adalah "Bunga Nasional" yang mewakili karakteristik bangsa Indonesia itu ternyata ini :

Bunga melati putih (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa
Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona dan
Bunga padma raksasa (Rafflesia arnoldii) sebagai puspa langka.

Waah saya merasa sangat beruntung memiliki buah hati yang cerdas, gara-gara dia sekarang saya menjadi tahu bunga nasional kita, malu kan kalau ada orang asing bertanya tentang "Bunga Nasional" bangsa kita dan saya tidak tahu jawabannya. Terimakasih ya sayang.

“Mom, aku gak mau nonton Magic English” katanya suatu hari. “Kenapa nak?” tanya saya penasaran, anak saya ini memang sejak kecil sudah saya perkenalkan dengan bahasa Inggris dengan cara saya menyetelkan CD atau DVD berbahasa Inggris atau menyediakan buku-buku berbahasa Inggris, bukan bermaksud agar ia tidak cinta Bahasa Ibu "Indonesia" tetapi semata-mata tujuan utama saya cuma satu agar ia mampu menguasai dua bahasa sekaligus tanpa kesulitan, anak Indonesia kan harus cerdas pikir saya saat itu.  “Aku maunya nonton Unyil aja” katanya kemudian,   “Kenapa begitu?” tanya saya lagi tambah penasaran, “Kata kakak Topan aku kan orang Indonesia, kalau orang Indonesia nontonya  Unyil” katanya lagi lebih panjang lebar. Saya tertegun. Bingung. Belajar bahasa Inggris bukan berarti tidak cinta pada bahasa sendiri, bagaimana cara yang tepat menjelaskannya pada anak sekecil dia - saya galau.

Ternyata kata Indonesia ini begitu menjadi lekat di hati anak saya, bukan saya tidak suka tetapi memang terlihat menjadi berlebihan. Setiap hari ia selalu ingin dibacakan buku bacaan yang berbahasa Indonesia, jika saya membacakan yang berbahasa Inggris ia akan menolaknya dan kemudian saya akan menuruti kemaunnya. Suatu hari ia membawa buku pada saya dan berkata "Mom, can you read this book ?", tanyanya sambil menyodorkan buku yang sehari kemarin baru saja saya membelinya di toko buku. "Ya", jawab saya. "Please baca mom", pintanya. Saya menuruti permintaannya dan membacakan isi buku yang bercerita tentang "Si Kancil dan Pak Tani". Sebenarnya ia sudah memiliki buku yang sama dengan versi bahasa Inggris tapi entah mengapa ia masih sangat antusias mendengar cerita "Si kancil dan Pak Tani" ini dalam versi bahasa Indonesia. Kecintaannya akan bahasa Indonesia ini membuat saya mulai membeli buku yang berbahasa Indonesia. Ternyata bahasa Indonesia itu mungkin sangat enak didengar ditelinganya, sehingga ia begitu terpesona dengan bahasa Ibu-nya sendiri bahasa Indonesia, hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Saya rasa orang yang Paling Indonesia dikeluarga kami ya dia. Ia yang membuat kami semua sadar akan kecintaan pada Ibu Pertiwi Indonesi. Momi bangga sama kamu nak.

Bulan Maret lalu kami sekeluarga pergi ke Singapore, ketika kami telah sampai di Changi Airport kami memasuki pemeriksaan passpor di Imigrasi, tibalah giliran saya, saya  memegang anak saya sambil menghampiri petugas imigrasi tanpa saya duga ia berteriak "Indonesia datang - Indonesia is coming" semua orang menengok ke arah kami memandang sambil tersenyum, anak saya berteriak dalam dua bahasa - bahasa Indonesia & bahasa Inggris - saya tersenyum , petugas imigrasipun tersenyum dan berkata "Selamat datang Indonesia" katanya dengan ramah. Ada setetes kebanggaan dalam hati saya bahwa anak saya bangga dengan Negerinya sendiri Indonesia. Selamat Datang Indonesia Kecilku bisik hati saya bangga.


Buat buah hatiku tercinta : Cha2



Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Blog “Paling Indonesia” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri.org bekerjasama dengan Telkomsel area SUMALPUA ( Sulawesi Maluku Papua )

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...