Translator

Selasa, 23 Oktober 2012

CALISTUNG



* Ba Bi Bu Be Bo .. Ca Ci Cu Ce Co .. Da Di Du De Do .. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 !!



Lagi kepikiran mencari cara bagaimana mengajarkan anak saya membaca dengan mudah dan menyenangkan, tanpa harus ia terbebani dengan semua kegiatan belajar yang akan saya coba rancang ini. Ya, memang sampai saat ini saya masih mencari formula yang tepat bagaimana menyusupkan belajar membaca ini disela-sela bermainnya sehingga ia akan tetap merasa exciting dalam bermain dan belajar tersebut.

Dijaman sekarang ini mungkin tidak sulit mendaftarkan anak untuk mengikuti bimbingan belajar membaca dan menulis, terlebih untuk saat ini sudah banyak bertebaran tempat bimbingan belajar membaca dan menulis bagi para Balita. Terus terang, saya tidak ingin mendaftarkan anak saya yang usianya masih terbilang sangat muda itu yaitu 3,5 tahun ke tempat-tempat bimbingan tersebut, sebaliknya saya sangat ingin mengajarkannya sendiri.
 
Kata "CALISTUNG" alias Membaca-Menulis-Berhitung pada masa ini sudah menjadi fenomena. Kata ini menjadi sangat tidak asing lagi bagi para orang tua khususnya di Indonesia. Disadari atau tidak memang ada tekanan yang membuat kita orang tua lebih mengutamakan anak belajar "Membaca-Menulis-Berhitung" diusia yang masih dini - ketimbang mencari cara bagaimana mengembangkan daya kreatifitas atau imajinasi si anak.

Sudah bukan rahasia lagi jika di sekolah dasar (SD) saat ini ketika ada penerimaan murid ajaran baru akan diadakan pengetesan terlebih dahulu kepada calon murid sebelum mereka bisa masuk di sekolah tersebut,  inilah yang mungkin membuat ketakutan besar para orang tua. Takut jika anak tidak bisa melewati tes tersebut sehingga si anak tidak diterima di SD tersebut, misalnya.
Asal tau saja bahwa masalah tes ini memang sifatnya pengetesan sekitar Calistung, nah ini yang membuat orang tua was was.

Pengalaman anak tetangga saya ketika ia hendak masuk SD dan ia harus menghadapi tes seperti itu cukup membuat saya kaget, karena ternyata ketika si anak menghadapi guru pengetes ia sangat ketakutan sehingga tubuhnya gemetaran ketika ia mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru tersebut dan ia menjawab dengan bibir bergetar ketakutan dan mata mau menangis. Tragis.

Ya, saya sangat prihatin dengan gaya pengetesan semacam itu, saya berfikir apa gunanya guru jika baru masuk kelas satu SD saja si anak sudah dituntut lancar baca, menulis dan berhitung. Mengutip pendapat bapak Isa Alamsyah dari Komunitas Bisa! (maaf saya kesulitan mengunduh dan menemukan tulisan beliau yang ditulis sekitar tahun 2010) kira-kira begini intinya "Sebuah alat akan dikatakan bagus jika yang dimasukan perak dan bisa menghasilkan emas, tetapi jika yang dimasukan emas dan yang keluar adalah emas juga artinya alat itu tidak bagus - alat itu biasa saja alias standar -  karena ia mengeluarkan hal yang sama yaitu emas", dalam artian jika anak sudah pintar lalu dimasukan ke sekolah yang katanya bagus maka bukan sekolahnya yang bagus tetapi memang sejak awal si anak sudah pintar tetapi jika anak belum bisa apa-apa kemudian dimasukan ke sekolah yang katanya sekolahnya biasa-biasa saja tetapi kemudian menghasilkan anak-anak yang pintar maka inilah yang dinamakan sekolah bagus. Pengertian sederhananya - anak belum bisa calistung kemudian  bisa calistung. Dan sejatinyalah sekolahlah yang akan mengubah anak dari yang kualitasnya perak menjadi berkualitas emas - ini namanya sekolah bagus mengubah dari yang tidak bisa menjadi bisa.
 
Bukan saya menentang jika anak-anak usia dini ini diperkenalkan dengan Calistung karena saya sendiri sedang mengarah kesana, tetapi sebaiknyalah cari cara bagaimana pengajaran yang menarik bagi anak dengan bermain yang dalam bermain itu diselipkan belajar Calistung. Caranya bagaimana, tinggal kita sebagai orang tua yang mendesignnya dengan tepat bagi anak kita dan buatlah metode sesederhana mungkin dan mudah dimengerti dan dipahami oleh anak.

Yang menjadi pertanyaan :
1. Apakah tepat jika anak diperkenalkan "Calistung" di usia mereka yang sangat dini ini ?
1. Apakah tepat jika sekolah dasar sekarang menerapkan sistem "tes" terlebih dulu sebelum menerima murid baru ?  Apakah anda setuju atau tidak ?
2.  Jika anda setuju,  "tes" seperti bagaimana yang tepat ?
3. Apakah sahabat punya cerita seputar belajar Calistung ini ? jika ya, mohon di sharing


Sahabat, mungkin ini adalah sebuah bentuk kegelisahan saya terhadap diri sendiri dan terhadap pendidikan di Indonesia saat ini, dan untuk itu saya menunggu partisipasi para sahabat blogger untuk memberi saran pendapat sesuai kasus diatas. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.



Note : Ssst ...  tampaknya saya sudah menemukan metode buat anak saya.
         Doakan saya semoga berhasil.


Salam,
Cha2



Jumat, 12 Oktober 2012

Ada apa dengan Cinta ?


Huuuaah sudah memasuki tanggal dua belas dibulan Oktober tapi tidak ada satu postingpun yang saya publish di blog tercinta ini ....  sebenarnya " Ada apa dengan Cinta ?"  # sorry menyebut diri dengan Cinta dompleng judul film sebentar hehe
Apa si Cinta sedaaang maaf sibuk atau sedang lazy atau mungkin ada excuse yang lainnya ? ah rasanya tak perlu dibahas pembaca pasti sudah mafhum tanpa perlu penjelasan, iya kan ?

Sebenarnya Cinta mempunyai beberapa draft tulisan tapi sampai saat ini semua tulisan masih gantung belum ada yang ditulis sampai dengan tuntas sehingga tidak bisa di publish. Padahal layaknya sebuah hubungan bahwa hubungan yang digantung itu 'gak enak karena tidak jelas mau kemana arahnya demikian juga tulisan-tulisan di draft ini menjadi tidak jelas akan kemana akhir dari tulisannya  # ah jadi nelongso sendiri

Mungkin Cinta memerlukan sedikit waktu lebih longgar untuk bisa menulis dengan tenang tanpa ada gangguan ketimbang mesti mencuri-curi waktu luang untuk menyelesaikan sebuah tulisan pada jam-jam kerja kantor. Eh Cinta korupsi waktu ya ? enggak juga ah habis mau bagaimana lagi ? permasalahannya adalah karena  Cinta 'gak punya Laptop, atau PC atau mungkin gadget canggih lainnya yang bisa memungkinkan Cinta bisa menuangkan semua ide yang ada di otak tanpa menunggu waktu istirahat kerja dan menuliskannya cukup diwaktu senggang dimalam hari. Tapi sayang yang terjadi tidak demikian Cinta mesti tak tik tak tik ngetik tulisan tersebut di jam-jam istirahat dan sedikit di waktu senggang kerja. # widih kok jadi kaya ngeluh sih, maaf .

Dari semua ini Cinta jadi pengen segera memiki PC, Laptop atau gadget canggih lain yang bisa membantu Cinta memuluskan jalan untuk Cinta bisa menulis dengan tenang tanpa terburu-buru atau tanpa mencuri-curi waktu kerja.

Sahabat bagi yang bersediakan menyumbangkan dana untuk memuluskan jalan Cinta untuk segera membeli Laptop,PC atau gadget silahkan mengirimkan sumbangan kesini, atas nama :

Nama                : Cinta Menulis
No. Rekening    : BCA Cab. Mana Aje 1002501

Buat para donatur matur nuwun atas kesediaan merelakan sedikit rejekinya pada Cinta buat yang gak nyumbang ya ora opo-opo Cinta matur nuwun juga karena sudah membaca tulisan Cinta ini dan akhir kata dari Cinta "Njalug pangampurane sing akeh yo"


Note : Maaf yang belakang cuma bercanda bukan beneran hehehe


Salam,
MyeMDi