Translator

Jumat, 31 Juli 2015

Ketika Aku Bertemu Devil


Ketika aku marah...



Wajahku jelek!!!
Mukaku cemberut
Bibirku terkatup rapat
Garis wajahku mengeras
Bahasa tubuhku kasar
Hatiku gundah...
Panas
Sakit
Sedih

Galau melandaku!


Ketika aku tersenyum...

Sedikit demi sedikit hatiku tenang
Wajahku berseri
Senyum terlepas begitu saja
Ada kehangatan
Ada ketenangan
Ada rasa iklas


Ketika sisa marah masih sedikit bercokol...

Ada kemalasan untuk melanjutkan rasa marah
Tetapi...
Masih ada rasa kesal menari-nari di hatiku

Hai diriku...

Buat apa kamu marah
Biarlah semua terjadi
Pengharapan memang kadang lebih besar dari pada kenyataan
Terimalah!
Jangan mencerca
Jangan nelongso
Jangan merasa termiskin di dunia
Kamu tahu...
Kamu lebih baik dari apa yang kamu pikir
Mungkin kamu di dunia diciptakan Tuhan sebagai penebar bukan penuai.



Buat aku yang lagi menurunkan tensi ngambekku (efek dari rasa jelous gak dapet THR-an dari Boss)


Salam, 
Auntie "eMDi" Dazzling



2 komentar:

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)