Translator

Selasa, 03 Mei 2011

Keluargaku


Tiba-tiba saja aku teringat masa kecilku, yang kuhabiskan di kota Bandung. Aku berasal dari keluarga besar ya... benar-benar "Big Family", anggota keluarga kami seperti kesebelasan sepak bola saja, seluruhnya ada sebelas anak dan ditambah kedua orang tuaku menjadi tiga belas orang (hehehe ... coba bayangkan sejenak betapa ramainya rumah kami dengan jumlah anggota keluarga yang sebegitu banyak).

Aku anak kesepuluh dari sebelas bersaudara, yang tertua kakak laki-laki selebihnya perempuan dan satu adikku laki-laki, jadi kami diapit oleh dua orang laki-laki.
Ya, keluarga kami layaknya asrama putri dengan dua pengawal  ... hehehe.

Ayahku adalah seorang anggota Militer Angkatan Udara dengan pangkat Letda.
Ayahku tipe seorang pendiam,manut dan tidak banyak protes. Ia seorang yang sangat jujur dan baik hati, bahkan karena kepolosannya ada saja orang yang memanfaatkan kebaikannya, kalau sudah begitu biasanya kami anak-anaknya - maksudku kakak-kakakku - karena aku masih kecil saat itu akan ribut membahas kepolosan ayah kami yang kami anggap sebagai kebodohan. Sebenarnya mereka bukan tidak suka ayah berbuat baik pada orang lain, yang menjadi persoalan karena orang yang memanfaatkan ayah itu biasanya  sangat merugikan pihak ayah (baik bentuk materi & immateri) dan setelah itu merekapun tidak ada ucapan terimakasihnya, kalau ingat itu, aku juga ikut gemes deh sama kebaikan ayah. Tapi itulah ayahku, seorang jujur dan  penuh kasih.

Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa yang luar biasa, karena beliau bisa mengurus keluarga besar kami dengan sangat baik (sungguh aku sangat kagum sama beliau hingga detik ini). Ibuku seorang tipikal tegas, bahkan ibu saat itu kami kategorikan ibu galak. Padahal sih kalau sekarang, aku baru mengerti dari semua maksud tindakan ibu, ibu menginginkan anaknya mandiri dalam hidup, thanks mom.

Anggota keluarga kami memiliki tempat lahir yang berbeda-beda  - sesuai ayah bertugas saat itu tentunya - ada yang lahir di Yogyakarta, Kalijati, Makasar,dan tentunya kota Bandunglah yang paling banyak - kota terakhir ayah bertugas - dan tentunya disitu juga aku lahir.

Hidup dan dibesarkan dengan dua orang yang memiliki karakter yang berbeda membuatku belajar mengenal perbedaan sifat dari mereka. Sifat tulus dan lemah lembut kudapat dari ayahku, sedangkan sifat tegas,cerdas & tajam dalam berfikir kudapat dari ibuku, sungguh dua sifat yang sangat bagus jika aku miliki semuanya itu.

Saat ini kedua orang tuaku sudah berpulang ke haribaan. Aku rindu kalian, ayah ibu. Semoga kami anak-anakmu bisa mengambil sisi baik dari kalian berdua. Amin



Salam,
eMDi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...