Translator

Senin, 07 November 2011

Utamakan yang Utama









"Shalat dulu" itu kalimat yang keluar dari mulut teman saya Anies Cavalera, ketika saya tanya jam berapa dia mulai memasak.
Gak nyambung  ???  nanti dulu ...........

Siang itu, saya dan beberapa teman (Anies,Anyi,Anita & Aan ... hehehe gak sadar kok namanya berawalan A semua) makan siang bersama di kantor. Saat itu, teman saya yang bernama Anies membawa beberapa jenis masakan. Kami berlima makan siang dengan lahap, sampai-sampai kami kekurangan nasi (waah ini sih pada "lapar" atau memang pada "rakus"  hehehe gak atu ah!).
Disela-seala kenikmatan makan siang inilah, keluar pertanyaan dari saya yang menanyakan "jam berapa sih dia mulai memasak ?", teman saya ini menjawab dengan penuh keyakinan , "gue masak setelah Shalat Dulu (Shalat subuh maksudnya), baru deh gue mulai melakukan aktifitas lainnya".










Sebuah jawaban yang tidak pernah saya duga sebelumnya.

Tadinya saya pikir, sambil menunggu datangnya adzan subuh dia memasak dulu, kemudian mandi dan baru shalat, ternyata perkiraan saya itu meleset.
Prinsip teman saya "pekerjaan akan menjadi lebih mudah dan cepat terselesaikan" jika dikerjakan setelah dia melakukan shalat terlebih dahulu, jika tidak menurutnya semua pekerjaan menjadi berantakan  ......   (setuju banget ***)

Saya jadi teringat dengan sebuah semboyan "Ora et Labora  .... Berdoa dan Bekerja", rasanya teman saya ini mempunyai prinsip yang sama dengan semboyan ini  (saya juga :D).
Disini saya seperti diingatkan Tuhan melalui teman saya ini, untuk lebih mengutamakan-Nya daripada melakukan hal-hal lainnya.
Sebuah pencerahan.
Ada keyakinan, jika kita mengutamakan Tuhan, Tuhan ada menjadi *garda kita.


Sebuah pelajaran berharga disela-sela makan siang.








* garda : Pengawal /Pelindung







Salam


























9 komentar:

  1. utamkanlah yg utama. shalat mah yg kedua aja bro yg pertama sahadat haha

    BalasHapus
  2. ups bu ya... sorry bro eh lagi bu...

    BalasHapus
  3. Setuju kata Kang Baha Andes, sholat menjadi yang kedua dan yang utama sahadat.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    BalasHapus
  4. Sama dunk, saya jg kalo masak biasanya memang biz sholat shubuh :D

    BalasHapus
  5. @ Baha Andes : ok-lah kalau begitu mas bro

    @ Sang Cerpenis bercerita : setuju sist, thanks ya atas kunjungannya

    @ Ejawantah's Blog : setuju juga bro, thanks ya atas kunjugannya

    @ rindrianie : siipp setuju banget. Thanks ya atas kunjungannya

    BalasHapus
  6. Cara berpikirnya begini nduk. Jika kita bangun pagi maka kita lakukan sesuatu yang bernilai ibadah. Jika subuh sudah tiba maka kita sholat dulu. Jika subuh belum tiba,kita bisa sholat fajar, sholat tahajud atau sholat hajat sambil menunggu datangnya sholat subuh.

    Jika sudah melakukan macam2 sholat dan belum datang waktu subuh, kita bisa masak dengan diniatkan bahwa masak untuk ibadah karena menyiapkan makanan untuk diri sendiri, suami anak dan orangtua, misalnya.Begitu subuh datang, hentikan dulu masaknya, sholat subuh dulu.

    so, begitu bangun pagi, lakukan kegiatan yang bernilai ibadah. Jangan nggosipin teman atau tetangga.

    Wallahu 'alam bishowab.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  7. @ Pakde Cholik : Iya pakde setuju. Melakukan kegiatan ibadah begitu bangun pagi. Thanks ya pakde jadi tambah dibukakan cara berfikir.

    BalasHapus

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...