Translator

Jumat, 01 November 2013

Kerennya Sahabatku


"Kalau kau tidak bisa menemukan mujizat, jadilah mujizat."     # Nick Vujicic
                                                                                                            ***


Sahabat saya yang satu ini, Anissa,  keren sekali. Entah mengapa, Ia telah membuat saya takjub melihat kepiawaiannya dalam menerima telepon. Mungkin banyak orang berpikir "Aahh, kerjaannya receptionist mah mudah", tetapi kenyataannya tak semudah yang disangka. Jika dilihat secara selintas, memang pekerjaannya itu terlihat sangat sangat mudah. Angkat telpon, kemudian ber-"say halo selamat pagi/siang/sore" deelel. Titik. Tetapi apakah kemudahan yang terlihat itu benar-benar mudah? Oh, No! Tidak! Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Karena saya sendiri pernah mencobanya, dalam artian saya pernah menggantikan posisi receptionist dan itu tidak mudah, tentunya itu buat saya.

Pekerjaan yang katanya mudah itu, ternyata memerlukan keluwesan tersendiri, selain tentunya perlu kejelian, kecepatan, dan ingatan yang cukup kuat untuk mengingat nomor-nomor telepon penting, ya setidaknya nomor-nomor penting yang berurusan dengan para Boss. Dan, sahabat saya itu dengan mudah memencet nomor telepon tanpa melihat buku telepon. Kepiawaiannya bertelepon ria ini cukup saya acungi jempol. # hebat lo Nis!

Ketakjuban saya tidak berhenti di situ, suatu hari Ia datang ke ruangan saya, tiba-tiba saja Ia mengangkat telepon di depan meja saya, dan kemudian Ia ber bla bla bla dengan seseorang di ujung sana. Saya terkejut. Saya awalnya berpikir Ia lah yang menelepon, tetapi ternyata ada telepon masuk tanpa ada bunyi dering sedikitpun. Hihihi ajaib, pikir saya. Kejaibannya ini bukan sekali ini saja, tetapi sudah sering terjadi. Ini membuat saya penasaran, dan rasa penasaran itu sangat menggelitik saya.

"Nis, elo kok tau aja ada telepon masuk? Kan tuh telepon gak bunyi!"  Tanya saya.

"Hehe Dazz, gue kan liat ada nyala di  nomor saluran itu meski telepon lo gak bunyi, makanya gue tau ada telepon yang masuk," jawabnya sambil terkekeh.

Oalaaaaaaaa .... !!!


Ternyata keajaibannya itu disitu, dan saya tidak pernah tau! Pantas saja Ia selalu tau ada telepon masuk meski tak ada bunyi, ternyata itu rahasia keajaibannya.


Tetapi ada atau tidak ada "Rahasia Keajaiban" itu, satu hal, saya tetap bangga padamu, Nis!



My Note :  Keajaiban kadang begitu sederhana  :)



Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling

28 komentar:

  1. Keajaiban dari hal yang sederhana itu selalu membuka sebuah pintu menuju hal yang besar.

    Salam,

    BalasHapus
  2. Biasanya klo seseorang sudah menguasai suatu bidangnya, hal yg sesederhana apa pun dia jga akan cermati.. semakin tinggi jam terbangnya tentu akan profesional dia dibidangnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya tampaknya sahabatku itu jam terbangnya cukup tinggi sehingga ia begitu gape.

      Hapus
  3. nice blog checkout my latest post at
    http://togetherfornature.blogspot.com/2013/11/making-backyard-vegetable-garden.html
    don't be shy to leave a comment or like us on facebook

    BalasHapus
  4. hal2 sederhana yg bs bikin takjub :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya meski sederhana tetap akan terasa menakjubkan jika kita tak menguasai.

      Hapus
  5. sahabatnya itu pasti sdh banyka puny apengalaman kerja di sana ya mbak, dan sepertinya menikmati sekali pekerjaannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya El, jam terbangnya sudah banyak :)

      Hapus
  6. kalau dipelajari akan menjadi mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin betul kalo kita mau mempelajarinya pssti menjadi mudah.

      Hapus
  7. Suka quote-quotenya! Ttg mukjizat dan ttg keajaiban yg sederhana. Ya, memang begitu sederhana bagi Al-Kholiq, tapi begitu luar biasa buat kita, makhluq-Nya! :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul keajaiban sekecil apapun tentunya itu luar biasa bagi kita :D

      Hapus
  8. Ya mukzizat itu bisa muncul dalam hal yang sederhana, suatu keberuntungan juga merupakan mukzizat. Mukzizat menunjukan bahwa manusia mempunyai kemampuan yang terbatas.

    BalasHapus
  9. Menurut saya Mukzizat adalah salah satu ilmu dari Tuhan. Mukzizat bisa dipelajari atas seizin Tuhan. Makanya dalam agama dituntut manusia untuk belajar dalam batas-batas tertentu. Jika manusia tidak mau berusaha belajar, maka sesuatu yang sederhana akan nampak "wah", "magic". Subhanallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagiku sesederhana apapun itu, jika saya tak mampu melakukannya itu tetap hal yg luar biasa.

      Hapus
  10. hehe iya mbak emang kerjaan resepsionis, customer service itu terlihat gampang tapi gak segampang itu juga apalagi hubungannya sama komunikasi antar perusahaan kepada klien hehe saya aja suka kalau nerima telepon di kantor suka grogian takut salah ngasih info kalau ada yang nanya-nanya tapi suka perhatiin CS di bank hebat dia kalau pas nelpon atau terima dia ngobrol tapi seperti yang bisik-bisik dan keliatan mulutnya aja gerak-gerak.. kalau kita kan ngobrol harus aga keras kalau mau kedengaran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalo kita ngobrol bisik2 mah kaya orang pacaran mas hehe

      Hapus
  11. Bener sekali, nggak gampang emang ladenin telepon orang, apalagi komplain

    BalasHapus
  12. setiap orang yang menikmati pekerjaannya akan menguasai sebuah keahlian pada suatu hari

    BalasHapus
  13. great..tidak semua orang memiliki kemampuan seperti itu..hanya melihat lampu kedap-kedip bisa mengetahui bahwa itu berarti ada panggilan telepon yg masuk...padahal bagi sebahagian besar orang hal seperti itu malah diabaikan...
    btw-jangan lupa ikutan GA ku ya... di http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/10/masuk-neraka-siapa-takut.html :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas :)

      GA nya aku belum punya ide nih

      Hapus

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)