Translator

Rabu, 14 Januari 2015

Pacar Baru



Kesukaanmu bisa jadi kesukaanku juga :)





Membaca personal message alias status BBM ini membuat saya tersenyum sendiri, membayangkan wajah cowok si penulis. Bukan... bukan karena saya jatuh cinta, tetapi saya mencoba menterjemahkan wajah seseorang dari Display picture BBM-nya karena saya belum mengenalnya. Tepatnya belum pernah bertemu dengannya. Melihat fotonya selintas ia cukup tampan, aslinya mungkin lebih tampan atau kurang. Tak tau lah saya, yang saya tau cowok ini berhasil mencuri hati teman dekat saya Yosi, seorang cewek muda cantik dan imut-imut. Ya, ia teman saya meski beda generasi.

“Mbak, semalam saya enggak bisa tidur gara-gara seorang teman mengomentari DP ku yang memasang foto pacarku di gunung sambil merentangkan tulisan “Kakak Yosi... Bang Andi sayang banget sama kakak Yosi,” katanya. Nah, gara-gara DP inilah ada salah seorang teman BBM-nya mengomentarinya.

“Jadi, elo jadian sama dia? Hati-hati lho Yos, dia pernah pacaran sama temen gue, belum putus eh dia dah pacaran lagi sama cewek lain,” komentar temannya ini.

Oh, ini rupanya yang membuat ia galau. I got it!

“Aku bingung mbak, aku tanyakan saja masalah ini padanya dan jawabannya berbeda, ini membuat aku tambah bingung,” katanya lagi.

“Yos, ngapain kamu tanyakan langsung?” kata saya tanpa berpikir dulu.

“Oh, harusnya aku jangan nanya langsung ya mbak,” katanya lagi. Saya terdiam, berpikir sejenak.

“Maksudnya begini Yos, kalau kamu ingin tau kebenarannya kamu cukup selidiki saja,”

“Caranya mbak?”

“Ummm... maksudku kalau kamu tanya langsung padanya pastinya ia akan menjawab yang baik-baik saja tentang dirinya, dan saat ini kamu sendiri sedang dibutakan oleh cinta, maksudku kamu lagi cinta-cintanya sama dia, bahkan jika ia berlaku buruk pun kamu belum tentu menyadarinya atau kamu akan dengan mudah memaafkannya. Menurutku sih kalau ia memang benar-benar sayang sama kamu ia akan berkorban untuk kamu,” kata saya sok jadi penasehat.

“Mudah-mudahan saja ia orang yang tepat buatku,” ujar Yosi.

“Orang yang tepat justru orang ada di dekat kita, ia selalu ada dan mengutamakan kita. Berkorban buat kita,” kata ku lagi. Yance, salah satu teman yang usianya tidak jauh dengan saya segera memberi contoh kisah cintanya dengan mantan pacarnya yang sekarang menjadi bapaknya Elin, anak perempuannya. 

“Aku mau sama mas Yudi, gara-gara aku lihat pengorbanan dia buat aku disaat aku terbaring sakit,” ujar Yance.

“Iya mbak Yance, spanduk yang bertuliskan “Kakak Yosi... Bang Andi sayang banget sama kakak Yosi” itu adalah bukti bahwa ia mau berkorban untuk ku, karena aku pernah menantangnya,” katanya lagi.

Aku termenung. Menelaah ucapannya.

“Yos, maksudnya bukan pengorbanan seperti itu, bukan bukti kata cinta atau sayang yang tersuratkan, tetapi tindakannya,” lanjut Yance.

 “Yos, maksudnya begini, orang yang tepat itu bisa diibaratkan sahabat sejati : Ibarat orang naik gunung, sahabat sejati itu akan yang menemani kita ke puncak, bukan ia yang menunggu di atas,” jawabku sok berfilosofi.

“Ia akan menemani kita mendaki dan kita akan tau pengorbanannya untuk menjaga kita,” kataku lagi.

Intinya “Menemani, Berkorban, Menjaga,” dalam kehidupan. 

“Dengerin tuh Yos nasehat emak-emak, mereka lebih berpengalaman. Memang mbak kalau masih seusia kita gini susah ngebedain orang yang benar-benar sayang sama kita atau hanya main-main saja,” Putri teman yang usianya tidak jauh dari Yosi turut nimbrung.

Yosi manggut-manggut.

Ada harapan Yosi mengerti apa yang saya maksud, dan bisa membaca sendiri karakter cowok barunya ini.  Tipe : Sahabat sejati kah? atau Pecundang?

Langit gelap yang tadi meneteskan butir-butir air sekarang sudah reda. Langit malam pun terasa lebih terang. Makan malam kami (Aku, Yance, Yosi dan Putri) kali ini disuguhi lalapan segar cerita pacar baru Yosi.

“Semoga, ia orang yang tepat buat kamu Yos,” doa ku dalam hati.




Note : Kekasih sejati akan menemani kita mendaki hingga ke puncak, dan kita akan tau pengorbanannya dalam menjaga kita :)



Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling

7 komentar:

  1. Menemani hingga puncak, dan membantu smeua rintangan yang ada di jalan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes Lid, membantu dan menjaga kita hingga tujuan :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Dipost lagi, gx bagus momy 😱😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha ini Yosi yang mana ya? itu cerita Yosi sebelah lagi, emang ceritanya hampir sama ya dengan dirimu? *maaf kalau hampir sama :( haha kidding cinta

      Ini ditulis untuk sharing pengalaman say :)

      Hapus
  4. wah, cinta memang memusingkan yaa :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cinta emang memusingkan tapi ngasikin hehe

      Hapus

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)