Translator

Rabu, 28 Januari 2015

Doa yang Terkabul



“Permintaan saya terkabul,” kata Ari kepada saya.
“Maksudnya mesin cuci itu?” tanya saya, ia mengangguk.
“Iya mbak, mungkin karena saya mintanya pengering eh dapetnya pengering juga.”

Cucianku Oooh...!

Itu adalah percakapan antara saya dan Ari teman satu divisi tadi pagi, dimana kami baru saja memulai pekerjaan. Beberapa hari sebelumnya teman saya ini mengeluhkan cuaca yang tak kunjung panas. Jelas ia merasa risau, karena saat ini ia mempunyai seorang bayi mungil yang usianya baru beberapa bulan. Karena itu berarti sang baby lah yang menjadi penyumbang cucian terbanyak. Masalah utamanya memang cucian. Dan ia tidak mempunyai mesin cuci. Untuk membeli mesin cuci sih mungkin mudah, tapi kali ini belum ada alokasi dananya.

“Yang penting pengeringnya dulu,” katanya pada saya.

“Ya udah Ri, searching aja,” sahut saya.

Dari hasil searching yang didapat tak ada satu pun yang menarik hatinya, saya pun menilai sama gak ada yang oke. Ada yang harganya murah, tetapi kok rasanya enggak banget. Ada juga harganya cukup mahal, tapi ya sami mawon enggak banget juga. Pengering-pengering itu bentuknya macam-macam dan aneh-aneh. Bisa dibilang rata-rata bukan pengering untuk baju basah lalu dikeringkan, tetapi hanya baju yang lembab atau basah sedikit, seperti kami lihat demo video yang menceritakan orang baru masuk rumah di musim salju, pakainya terkena percikan-percikan salju dan pakaian yang dipakai tadi langsung dimasukan ke dalam pengering kecil yang hanya muat tiga sampai empat pakaian saja. Atau seorang ibu yang beberapa bagian bajunya sedikit basah kemudian menggantung baju tersebut dan memasukannya ke dalam pengering yang kalau diamati pengering tersebut seperti tempat baju kotor/baju bersih yang terbuat dari jaring yang biasa ada di jual di kaki lima dengan harga sepuluh ribu rupiah saja. Haha, kami berdua tertawa melihat demo-demo video pengering tersebut. Rasanya, tak ada minat sama sekali untuk memilikinya apalagi membelinya.

“Ya udah Ri, beli mesin cuci saja,” kata saya.

“Ah, saya cuma butuh pengeringnya saja, kalau nyucinya sih gampang,” katanya lagi.

Itulah percakapan kami beberapa hari lalu, dan pagi ini saya mendapat cerita darinya bahwa ia mendapat mesin cuci dari tetangga sebelahnya karena dianggap sudah rusak. Ketika ia kotak-katik mesin pencuci itu masih berfungsi, terutama pengeringnya. Suara mesin halus, pertanda mesin masih berfungsi dengan baik. Yang kurang berfungsi justru mesin pencucinya. Setiap diberi tekanan atau diberi cucian ia tidak mau berputar. 

“Haha, Ri kamu kan waktu itu mintanya pengeringnya saja, dan aku rasa doa kamu itu dikabulkan,” kata saya padanya sambil tertawa.

“Iya mbak, kayaknya begitu, aku kan mintanya pengering eh ternyata terkabul, mesin cuci dari tetanggaku itu pengeringnya bagus, sedang pencucinya gak kuat muter kalau dikasih cucian, haha…” Ari tertawa. 


Pagi itu saya belajar dari kisah ini, bahwa keinginan sekecil apa pun Tuhan pasti mendengar. Tuhan tak pernah tidur.


“Ri, terima aja, itu kan permintaanmu… haha”



Note : Kita kadang tidak sadar, Tuhan selalu memenuhi apa yang kita perlu :)
 
Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling


6 komentar:

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...