Translator

Kamis, 24 Juli 2014

Menangkap Angan 1



aNGAn  mIMpi  PikiRan  aNGaN  Mimpi  piKIRan AngAN  mimPi  pikiRan aNGan ...
 


Kertas berserakan di meja. Setumpuk buku, diatasnya ada beberapa map. Mouse. Steples biru. Sekantung plastik putih berisi kue lebaran dan sirup. Pembolong kertas berlabel PPIC. Isolatip kecil berwarna merah. Seorang teman laki-laki duduk di seberang meja, duduk di depan komputer tetapi ia menonton tayangan tv lewat komputer. Berkaos hijau. Di mejanya ada dua tumpuk kertas hasil print out yang dilindungi plastik putih bening. Sebuah printer. Rak berisi file-file dan beberapa tumpukan tas plastik bening berwarana biru. Alat baca barcode. Deretan file dalam ordner yang berderet di atas sebuah rak pendek tapi panjang. Sebuah dispenser dengan air mineral di atasnya. Tiga buah gelas. dua berukur dan bermodel sama, satu besar dengan sendok dan sisa air teh seperlima gelas. Kulkas besar dua pintu berwarna bau-abu. Rak kecil. Lagi. Meja besar Boss dan meja kecil disamping kanannya. Printer collator. pembatas ruang, bukan kubikel tapi pembatas terbuat dari rotan bambu. Pintu kaca. Tiga orang pegawai laki-laki berkumpul. Seorang ibu berjilbab melintas. Seorang teman perempuan masuk ruangan. Berkaos warna biru. Tinggi, putih, muda, cantik. Printer menyala. Keluar print out. Teman perempuan tadi balik keluar. Sepi. Hanya berdua di ruangan. Suara Momo Gheisa terdengar dari audio komputer teman di seberang. Hening. Tak ada perbincangan. Aku mengetik. Ia terlihat asik di depan komputernya. Suara-suara berdengung cukup kencang. Teman di seberang menguap. Mungkin ia masih ngantuk. Ruangan tampak kotor dan gak rapi. Seorang teman pria membuka pintu. Melihat padaku, kemudia berlalu kembali. Pintu sekarang terbuka. Suara dengungan mesin dari luar terdengar lebih jelas. Menutup pintu. Seorang teman berjilbab masuk. Berpakaian kotak-kotak berwarna merah bata. Jilbab merah bata. Duduk di kursi boss. Menelpon seseorang. Berbincang. Tertawa-tawa. Serius sejenak. Seorang teman pria masuk. Mengambil tisu. Mengelapkannya pada wajah, tangan, hidung. Membuka tas plastik berisi kue lebaran. Mengajak ngobrol sebentar. Duduk. Mengelap kaca mata. Berdiri. Berlalu keluar ruangan. Teman di seberang terbatuk-batuk.




Notes : Belajar menangkap angan.



Sang Penangkap Angan,
Yuliana 'eMDi' Dazzling



6 komentar:

  1. itu mah kayaknya bukan menangkap angan..
    tapi Mba lagi melamun sambil mengamati aktivitas dan org yang lalau lalang dalam ruangan Mba wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe itu aktifitas yang tertangkap mata lalu mampir di pikiran/angan, jadi lahirlah tulisan ini hehe

      Hapus
  2. diam-diam suka memperhatikan orang lainnya,,hehe
    sukses kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. belajar menuliskan yang di lihat :)

      Hapus
  3. Pengamatan yang bagus, kecepatan menulisnya juga

    (y)

    BalasHapus

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...