Translator

Senin, 05 Desember 2016

Desember Ceria



Makan siang hari ini terasa kurang nikmat. Nasinya titip sama teman beli di rumah makan padang. Menunya ikan bakar bawal, sedikit sambal hijau, sedikit sayur nangka, sedikit daun singkong yang daunnya masih rada-rada keras dan nasi yang cukup terguyur basah kuah sayur. Rasanya kurang enak saja. Tapi meski begitu, saya harus bersyukur karena masih diberi kenikmatan bisa membeli dan makan siang. Coba tengok orang-orang susah, mungkin nasi yang saya anggap tidak menggoda selera makan saya ini, menjadi berbeda bagi mereka.

Mungkin saya mulai sombong, jika saya tidak bersyukur atas peliharaan Tuhan buat hidup saya selama ini. Makan yang saya anggap kurang menggoda selera makan saya ini, bisa jadi ini adalah makanan terbaik yang Tuhan berikan buat saya hari ini. Jadi, saya harus belajar berterima kasih atas semua pemberian Tuhan, meski saya merasa kurang nikmat dengan menunya. Tetap saja, bersyukur adalah nomor satu. 

Terima kasih Tuhan atas pemberianMu hari ini. Amin.


Jakarta, 05 Desember 2016

Note : Seorang penulis memang harus menulis, meski hasilnya belum memuaskan hajar saja karena ini adalah jalan menuju tulisan yang lebih baik #Keep spirit Sist!
 
 
 
Salam,
Auntie 'eMDi' Dazzling

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunjungan anda adalah harapan bagi saya, tinggalkan jejak anda pada kolom komentar sebagai tanda harapan buat saya. Dan, semoga ini bukan harap-harap cemas :)
Dan diatas semua harapan, saya haturkan terimakasih atas kunjungannya :)

Youth Has No Age

Semangat Muda! Entah karena alasan apa, setiap saya pulang dari arah kebayoran lama ke arah Mayestik, tepatnya entah di sekitar ...